← Beranda
10 Kuliner Legendaris Solo yang Wajib Dicoba, Menjelajahi Cita Rasa Khas Kota Bengawan
Niko SulpriyonoMinggu, 31 Mei 2026 | 22.41 WIB
Ilustrasi makan (Freepik)

Kota yang dijuluki Kota Bengawan ini memiliki beragam hidangan tradisional yang telah bertahan lintas generasi dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat.

Cita rasa kuliner Solo memiliki karakter yang khas. 

Baca Juga: 12 Tempat Kuliner Es Kacang Ijo di Surabaya yang Kerap Jadi Incaran di Tengah Panas Kota Menyerang

Perpaduan rasa manis, gurih, dan rempah yang seimbang menciptakan pengalaman makan yang berbeda dibandingkan daerah lain di Jawa Tengah. 

Tak heran jika banyak wisatawan sengaja datang ke Solo untuk menikmati berbagai hidangan legendaris yang sulit ditemukan di tempat lain.

Mulai dari makanan berkuah yang menghangatkan tubuh hingga jajanan tradisional yang melegenda, Solo menawarkan petualangan rasa yang memuaskan. 

Berikut 10 kuliner legendaris Solo yang wajib masuk dalam daftar wisata kuliner Anda saat berkunjung ke Kota Bengawan yang dirangkum dari Google Maps pada Minggu (31/06).

1. Selat Solo

Selat Solo merupakan salah satu kuliner paling ikonik dari Surakarta. 

Hidangan ini sering disebut sebagai hasil akulturasi antara budaya Eropa dan Jawa yang menghasilkan cita rasa unik dan berbeda.

Dalam satu porsi Selat Solo, Anda akan menemukan galantin atau daging sapi, telur pindang, kentang, wortel, buncis, serta selada segar yang disiram kuah cokelat encer bercita rasa manis dan gurih. 

Kehadiran mayones khas Jawa semakin memperkaya rasa hidangan ini.

Meski terinspirasi dari bistik Eropa, Selat Solo memiliki karakter lokal yang sangat kuat. 

Kombinasi bahan dan bumbu tradisional menjadikannya salah satu makanan khas yang paling dicari wisatawan.

2. Nasi Liwet Solo

Nasi Liwet merupakan hidangan yang hampir selalu identik dengan Solo. 

Kuliner ini terdiri atas nasi gurih yang dimasak menggunakan santan dan kaldu ayam sehingga menghasilkan aroma yang sangat menggugah selera.

Penyajiannya menggunakan pincuk daun pisang dengan tambahan suwiran ayam, telur bacem, sayur labu siam, serta kumut atau santan kental yang menjadi ciri khasnya. 

Perpaduan tersebut menghasilkan rasa gurih yang lembut dan kaya.

Nasi Liwet biasanya dinikmati pada malam hari, meskipun kini banyak penjual yang menyajikannya sepanjang hari. 

Hidangan ini menjadi salah satu kuliner wajib bagi siapa pun yang berkunjung ke Solo.

3. Timlo Solo

Timlo adalah sup khas Solo yang terkenal karena kuahnya yang bening dan ringan. 

Sekilas tampilannya menyerupai soto, tetapi memiliki komposisi isian yang berbeda.

Salah satu ciri utama Timlo adalah adanya sosis Solo goreng, yaitu kulit dadar yang diisi daging ayam berbumbu lalu digoreng hingga renyah. 

Selain itu, terdapat telur pindang, hati ampela, suwiran ayam, dan potongan daging yang menambah kenikmatan.

Rasa kaldu yang ringan membuat Timlo cocok dinikmati kapan saja. 

Hidangan ini juga menjadi salah satu menu sarapan favorit masyarakat Solo sejak dahulu.

4. Sate Buntel

Sate Buntel merupakan inovasi kuliner khas Solo yang menggunakan daging kambing cincang sebagai bahan utama. 

Berbeda dari sate biasa, daging yang telah dibumbui dibungkus dengan lapisan lemak tipis sebelum dibakar.

Proses tersebut menghasilkan tekstur yang sangat empuk dan juicy ketika disantap. 

Aroma khas kambing berpadu sempurna dengan bumbu rempah yang meresap hingga ke dalam daging.

Karena kelembutannya, Sate Buntel bahkan disukai oleh orang yang biasanya kurang menyukai tekstur sate kambing konvensional. 

Hidangan ini menjadi salah satu ikon kuliner Solo yang terkenal hingga mancanegara.

5. Tengkleng Solo

Tengkleng lahir dari kreativitas masyarakat Solo dalam mengolah bagian kambing yang tersisa setelah daging utamanya dijual. 

Meski berasal dari bahan sederhana, hidangan ini justru menjadi salah satu kuliner paling populer di kota ini.

Tengkleng terdiri atas tulang, iga, kaki, hingga bagian kepala kambing yang dimasak dalam kuah rempah berwarna kuning. 

Aroma serai, kunyit, dan berbagai bumbu tradisional memberikan cita rasa yang kaya dan menggugah selera.

Sensasi menikmati Tengkleng terletak pada proses menggerogoti sisa daging yang menempel pada tulang. 

Pengalaman tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta kuliner tradisional.

6. Serabi Notosuman

Bagi pencinta jajanan tradisional, Serabi Notosuman adalah oleh-oleh wajib dari Solo. 

Kue tradisional ini dibuat dari campuran tepung beras dan santan yang dimasak menggunakan tungku tradisional.

Teksturnya sangat khas, lembut di bagian tengah namun sedikit renyah pada bagian pinggir. 

Aroma santan yang kuat membuat setiap gigitan terasa gurih dan nikmat.

Kini tersedia berbagai varian rasa, tetapi serabi original tetap menjadi favorit banyak orang karena mempertahankan cita rasa klasik yang telah diwariskan selama puluhan tahun.

7. Gudeg Ceker

Jika Yogyakarta terkenal dengan gudeg manisnya, Solo memiliki Gudeg Ceker yang tak kalah populer. 

Hidangan ini memadukan gudeg basah dengan ceker ayam yang dimasak dalam waktu lama hingga sangat empuk.

Tekstur ceker yang lembut membuat daging dan kulitnya mudah terlepas dari tulang saat disantap. 

Kuah gurih yang meresap sempurna menambah kenikmatan setiap suapan.

Kuliner ini biasanya menjadi buruan wisatawan yang ingin menikmati sensasi berbeda dari gudeg pada umumnya. 

Keunikan teksturnya menjadi daya tarik utama yang membuat banyak orang rela mengantre.

8. Soto Gading

Soto Gading merupakan salah satu kuliner legendaris yang terkenal di Solo. 

Hidangan ini menawarkan kuah bening dengan rasa kaldu ayam yang ringan namun kaya cita rasa.

Keistimewaannya terletak pada pilihan lauk pendamping yang sangat beragam. 

Pengunjung dapat menikmati sate paru, sate usus, sate uritan, perkedel, hingga aneka gorengan sebagai pelengkap.

Kombinasi kuah yang segar dan lauk yang melimpah membuat Soto Gading menjadi pilihan tepat untuk sarapan maupun makan siang saat berkeliling Kota Solo.

9. Tahok

Tahok merupakan kuliner hasil akulturasi budaya Tionghoa yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Solo. 

Hidangan ini terbuat dari sari kedelai yang menghasilkan tekstur sangat lembut seperti puding sutra.

Tahok disajikan dalam keadaan hangat dengan siraman kuah jahe dan gula merah yang manis serta aromatik. 

Perpaduan tersebut menciptakan rasa yang sederhana tetapi sangat menenangkan.

Kuliner tradisional ini sangat cocok dinikmati pada pagi atau malam hari, terutama saat cuaca sedang sejuk. Kehangatannya mampu memberikan kenyamanan dalam setiap suapan.

10. Cabuk Rambak

Cabuk Rambak termasuk salah satu kuliner tradisional Solo yang kini mulai sulit ditemukan. 

Meski sederhana, makanan ini memiliki cita rasa yang sangat khas dan unik.

Hidangan ini terdiri atas irisan ketupat yang disiram saus kental berbahan wijen sangrai dan parutan kelapa. 

Sebagai pelengkap, ditambahkan kerupuk karak yang memberikan sensasi renyah saat disantap.

Perpaduan rasa gurih, sedikit manis, dan aroma wijen yang kuat membuat Cabuk Rambak menjadi kuliner yang berbeda dari makanan tradisional lainnya. 

Bagi pencinta wisata kuliner autentik, hidangan ini wajib dicoba saat berkunjung ke Solo.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho