← Beranda
Liburan ke Yogyakarta Terasa Kurang Lengkap Tanpa Menyusuri Jejak Rasa Ayam Goreng Legendaris yang Bertahan Puluhan Tahun dan Tetap Dicintai Hingga Kini
Zulfa Putri HardiyatiRabu, 27 Mei 2026 | 16.51 WIB
Liburan ke Yogyakarta Terasa Kurang Lengkap Tanpa Menyusuri Jejak Rasa Ayam Goreng Legendaris yang Bertahan Puluhan Tahun dan Tetap Dicintai Hingga Kini (10 BEST ID)

JawaPos.com - Yogyakarta bukan hanya kota budaya, sejarah, dan wisata alam yang memikat.

Di balik suasana hangat dan ritme hidup yang bersahaja, kota ini menyimpan kekayaan kuliner yang tak lekang oleh waktu.

Salah satu yang paling ikonik adalah ayam goreng khas Jogja, dengan cita rasa bacem manis-gurih, tekstur empuk, dan sambal yang selalu menggoda selera.

Menariknya, banyak warung ayam goreng di Jogja bukan sekadar tempat makan, melainkan saksi sejarah yang telah bertahan lintas generasi.

Baca Juga: 6 Makanan Khas Idul Adha yang Ikonik dan Legend, Kuliner Menggoda Rasanya Juara

Seperti yang dibagikan dalam video rekomendasi kuliner dari kanal YouTube 10 BEST ID, ada lima tempat ayam goreng legendaris di Jogja yang wajib disambangi, terutama bagi wisatawan yang ingin merasakan rasa autentik yang tak tergantikan oleh tren kuliner sesaat.

1.      Ayam Goreng Bu Tini, Sleman – Warisan Rasa Sejak 1967

Ayam Goreng Bu Tini menjadi salah satu ikon kuliner Jogja yang namanya sudah dikenal luas sejak puluhan tahun lalu.

Berlokasi di kawasan Sleman, warung ini terkenal dengan ayam goreng bacem dari ayam kampung segar yang direndam bumbu khas Jawa hingga meresap ke tulang.

Rasa manis dan gurihnya begitu seimbang, dengan tekstur daging yang lembut setelah digoreng kecokelatan.

Sajian ayam goreng di sini semakin lengkap dengan tahu, tempe, ati ampela, oseng kangkung, serta sambal bawang dan sambal terasi yang menjadi favorit banyak pelanggan.

Dengan harga yang masih ramah di kantong, tempat ini selalu ramai oleh wisatawan dan warga lokal.

2.      Ayam Goreng Tojoyo 3, Gejayan – Kesederhanaan yang Melegenda Sejak 1983

Berada di kawasan Gejayan, Ayam Goreng Tojoyo 3 dikenal sebagai warung sederhana dengan rasa yang luar biasa.

Ayam kampung digoreng hingga garing di luar namun tetap juicy di dalam, dengan bumbu khas yang meresap sempurna. Tempat ini bahkan dikenal sebagai langganan tokoh-tokoh ternama yang berkunjung ke Jogja.

 Selain ayam goreng, tersedia pula lauk pendamping seperti babat, paru, dan usus yang menambah variasi hidangan tanpa menghilangkan kesan klasiknya.

3.      Ayam Goreng Mbok Berek, Sentra Sejarah Sejak 1830

Nama Ayam Goreng Mbok Berek tak bisa dilepaskan dari sejarah panjang kuliner Jogja. Berdiri sejak 1830 dan dikelola hingga generasi keenam, tempat ini dikenal sebagai pelopor ayam goreng kremes di Yogyakarta.

Ayam digoreng renyah lalu disiram kremesan gurih yang menjadi ciri khasnya. Proses memasak masih dilakukan secara tradisional untuk menjaga cita rasa asli.

Selain ayam goreng, pengunjung juga bisa menikmati sambal khas Mbok Berek yang pedas menggigit serta nasi gudeg sebagai pelengkap.

4.      Ayam Goreng Mbok Sabar, Baceman Klasik Sejak 1966

Ayam Goreng Mbok Sabar menawarkan rasa bacem yang khas dengan dominasi bawang dan ketumbar, menghasilkan aroma yang kuat dan menggugah selera.

Warung sederhana ini telah berdiri sejak 1966 dan hingga kini tetap menjadi favorit banyak orang.

 Harga yang terjangkau dan rasa yang konsisten membuat tempat ini ramai dikunjungi, terutama oleh mereka yang ingin menikmati ayam goreng autentik ala Jogja tanpa harus merogoh kocek dalam.

5.      Ayam Goreng Embah Cemplung, Bantul – Gurih Legendaris di Tengah Suasana Pedesaan

Terletak di Desa Kembaran, Kasihan, Bantul, Ayam Goreng Embah Cemplung menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda.

Berdiri sejak 1970-an, warung ini dikenal dengan ayam goreng yang dimarinasi dalam waktu lama sehingga bumbu benar-benar meresap.

 Disajikan bersama sambal khas yang pedas dan lalapan segar, hidangan di sini terasa semakin nikmat saat disantap dalam suasana pedesaan yang tenang.

Tempat ini cocok bagi mereka yang ingin menikmati kuliner legendaris sambil melepas penat.

Kelima tempat ayam goreng legendaris ini membuktikan bahwa cita rasa yang dijaga dengan konsistensi dan kejujuran mampu bertahan melampaui zaman.

 Saat liburan ke Jogja, menyempatkan diri mampir ke salah satunya bukan hanya soal makan enak, tetapi juga tentang merasakan sejarah, tradisi, dan kehangatan khas Yogyakarta yang selalu membuat rindu.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho