← Beranda
6 Makanan Khas Idul Adha yang Ikonik dan Legend, Kuliner Menggoda Rasanya Juara
Mohammad Maulana IqbalRabu, 27 Mei 2026 | 16.47 WIB
Kuliner makanan khas dan ikonik saat Idul Adha / foto : Magnific/ freepik

JawaPos.com – Idul Adha selalu menjadi momen yang dinantikan karena melimpahnya daging kurban yang siap diolah menjadi aneka kuliner lezat.

Berbagai makanan khas pun bermunculan di meja makan, mulai dari olahan berkuah santan hingga sajian panggang yang menggugah selera.

Setiap hidangan ikonik ini memiliki cita rasa dan keunikan tersendiri yang mencerminkan kekayaan kuliner Nusantara.

Dilansir dari laman Traveloka dan Sasa pada Rabu (27/5), berikut enam kuliner makanan khas dan ikonik saat Idul Adha.

Baca Juga: 12 Tips Memasak Daging Kurban Biar Empuk, Dijamin Juicy Manjakan Lidah Saat Idul Adha

1.    Sate

Sate terbuat dari potongan daging kecil yang ditusuk bambu lalu dipanggang di atas bara api hingga juicy dan beraroma harum.

Proses pembuatannya terbilang mudah dan bisa dilakukan bersama-sama sebagai aktivitas menarik di hari libur.

Sebelum dipanggang, daging perlu direndam dalam bumbu terlebih dahulu agar cita rasa khas Indonesia meresap ke setiap tusuknya.

Sate yang sudah matang biasanya disajikan dengan sambal kacang atau kecap pedas bersama sepiring nasi hangat.

2.    Rendang

Rendang berasal dari Sumatera Barat dan merupakan hidangan khas suku Minangkabau yang kini sudah mendunia.

Olahan ini memadukan santan dengan beragam rempah seperti serai, lengkuas, cengkeh, kayu manis, jintan, dan daun jeruk hingga menghasilkan cita rasa gurih dan pedas.

Rendang bisa dibuat dari daging sapi maupun kambing, dan tersedia dalam dua varian yaitu rendang basah dan rendang kering.

Hidangan ini hampir selalu hadir saat stok daging melimpah di hari raya karena cocok dinikmati bersama keluarga.

3.    Gulai

Gulai sering disebut sebagai kari khas Indonesia karena memiliki kuah kental berwarna kekuningan dengan rasa kuat, pedas, dan gurih.

Bahan dasarnya menggunakan santan dan rempah-rempah seperti kunyit, ketumbar, lada hitam, lengkuas, dan jahe yang menciptakan aroma khas menggugah selera.

Hidangan ini biasanya menggunakan berbagai jenis daging atau jeroan sebagai bahan utamanya.

Meski berasal dari Sumatera, gulai kini tersebar luas di seluruh Indonesia dengan berbagai versi yang disesuaikan cita rasa lokal tiap daerah.

4.    Semur

Semur adalah salah satu makanan tertua di Indonesia yang sudah ada sejak abad ke-17, dengan nama yang berasal dari kata Belanda smoor.

Hidangan ini berupa rebusan kuah hitam pekat berisi potongan daging dan kentang dengan bumbu kecap manis, gula merah, bawang, cabai, merica, pala, dan cengkih.

Perpaduan bumbu tersebut menghasilkan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas yang khas dan berbeda dari hidangan berkuah lainnya.

Selain daging, isian semur juga bisa divariasikan dengan tempe, tahu, atau jengkol sesuai selera.

5.    Sop iga

Sop iga terbuat dari potongan iga sapi atau kambing yang direbus hingga empuk dalam kuah kaldu bening.

Irisan kentang, wortel, tomat, seledri, dan daun bawang ditambahkan untuk melengkapi sajian yang segar ini.

Kandungan serat dan lemak pada daging iga membuat kuah sop terasa gurih sekaligus menyegarkan di lidah.

Hidangan ini sangat cocok disajikan dengan nasi hangat sebagai menu ringan di tengah deretan olahan daging berat lainnya.

6.    Tengkleng

Tengkleng adalah masakan khas Solo yang sekilas mirip gulai, namun memiliki kuah yang jauh lebih encer dan terasa lebih ringan.

Perbedaan lain yang mencolok adalah komposisi isinya, karena tengkleng umumnya menggunakan jeroan dan tulang sumsum, bukan potongan daging utuh.

Cita rasanya tetap kaya berkat bumbu rempah yang meresap hingga ke dalam tulang selama proses memasak yang cukup lama.

Hidangan ini menjadi pilihan tepat untuk menghabiskan stok jeroan dan tulang yang tersisa setelah penyembelihan hewan kurban.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho