← Beranda
7 Bagian Daging Sapi Kurban yang Cocok untuk Rendang, Sop, dan Bakaran
Naila Putri SaragihRabu, 27 Mei 2026 | 00.09 WIB
Ilustrasi daging sapi kurban (Magnific)

Salah satu kesalahan paling umum adalah memaksakan semua bagian daging untuk satu jenis masakan saja. Hasilnya pun sering tidak memuaskan karena setiap potongan sebenarnya punya karakter yang sangat berbeda. Padahal, rahasia sederhana di balik hidangan daging kurban yang istimewa hanyalah memilih bagian daging yang tepat untuk jenis masakan yang pas.

Melansir dari laman Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI serta Sinar Himalaya, setiap bagian daging sapi memiliki tekstur, kadar lemak, dan serat yang berbeda. Oleh karena itu, potongannya harus disesuaikan dengan teknik memasak agar hasil hidangannya optimal dan tidak mengecewakan.

Berikut adalah bagian daging sapi kurban beserta jenis masakan yang paling cocok:

Baca Juga: Niat Shalat Idul Adha Lengkap Arab, Latin, dan Arti untuk Imam, Makmum, serta Munfarid

1. Gandik (Topside) Terbaik untuk Rendang 

Gandik adalah bagian terluar paha belakang sapi dengan tekstur padat, serat tebal, dan kandungan lemak minimal. Karakteristik inilah yang membuatnya ideal untuk rendang yang membutuhkan proses slow-cooking berjam-jam, karena daging gandik tidak mudah hancur dan justru semakin empuk menyerap bumbu semakin lama dimasak. Potong searah serat untuk hasil tekstur yang konsisten dan lezat setiap suapan.

2. Sengkel (Shank) Pilihan Utama untuk Sop 

Sengkel adalah bagian kaki sapi yang didominasi otot dan jaringan ikat dengan kandungan kolagen tinggi. Saat direbus lama, kolagen meleleh menjadi gelatin yang membuat kaldu sup terasa kaya, gurih, dan bertekstur penuh. Sengkel menghasilkan sop dengan kuah yang kuat rasanya dan daging yang kenyal dan empuk, menjadikannya pilihan favorit untuk sop sapi berkualitas.

3. Sandung Lamur (Brisket) Gurih untuk Sop dan Semur 

Sandung lamur adalah bagian dada sapi yang memiliki kombinasi daging dan lapisan lemak tipis yang mencair saat dimasak lama. Lemak inilah yang membuat kaldu sop dari sandung lamur terasa lebih kaya dan gurih dibanding bagian lainnya. Sangat cocok untuk sop, semur, atau rawon yang mengandalkan kuah beraroma dalam dan kaya rasa.

4. Has Dalam (Tenderloin) Terbaik untuk Bakaran dan Sate 

Has dalam adalah bagian paling empuk dari seluruh tubuh sapi karena letaknya yang jarang bergerak membuat seratnya sangat halus. Karakteristik ini menjadikannya pilihan utama untuk daging bakar dan sate karena empuk bahkan dengan waktu memasak singkat. Tidak perlu marinasi lama untuk mendapatkan hasil bakaran yang lembut, juicy, dan lezat maksimal.

5. Has Luar (Sirloin)  Ideal untuk Bakaran dan Steak 

Has luar terletak di bagian luar pinggang sapi dengan tekstur yang lebih padat dibanding has dalam namun tetap relatif empuk dengan kandungan lemak yang seimbang. Cocok untuk daging bakar, steak, atau sate dengan hasil yang juicy dan beraroma. Marinasi selama 30–60 menit dengan campuran kecap, bawang putih, dan jahe sudah cukup untuk menghasilkan bakaran yang optimal.

6. Iga (Ribs) Sempurna untuk Bakaran dan Sop Iga 

Iga memiliki kombinasi daging yang melekat di tulang dengan lemak yang cukup, menghasilkan cita rasa luar biasa saat dibakar maupun direbus. Untuk bakaran, rebus iga terlebih dahulu selama 30 menit agar empuk, lalu bakar dengan olesan bumbu untuk mendapatkan aroma smoky yang menggugah selera. Untuk sop, iga menghasilkan kaldu yang sangat gurih dan kaya.

7. Paha Belakang (Round) Serbaguna untuk Rendang dan Semur 

Daging paha belakang secara umum memiliki serat yang cukup padat dengan kadar lemak sedang, menjadikannya serbaguna untuk berbagai masakan berbumbu kuat seperti rendang, semur, atau empal. Bagian ini tersedia dalam jumlah besar dari satu ekor sapi sehingga sering menjadi pilihan utama untuk mengolah daging kurban dalam porsi banyak sekaligus.

Baca Juga: 5 Batas Lama Penyimpanan Daging Kurban di Kulkas dan Freezer agar Tetap Aman Dikonsumsi

EDITOR: Candra Mega Sari