JawaPos.com - Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kota budaya dan wisata sejarah, tetapi juga surga bagi pencinta kuliner tradisional.
Berbagai hidangan khas dengan cita rasa autentik masih bertahan hingga sekarang dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Kuliner khas Jogja memiliki karakter rasa yang unik.
Sebagian besar makanan identik dengan perpaduan gurih, manis, dan rempah yang kuat.
Tidak heran jika banyak wisatawan sengaja datang kembali hanya untuk menikmati makanan legendaris yang sulit ditemukan di kota lain.
Mulai dari gudeg nangka muda, sate kambing khas Bantul, hingga kopi jos yang terkenal, setiap tempat makan di Jogja memiliki cerita dan keistimewaan tersendiri.
Berikut 10 kuliner tradisional Jogja yang wajib Anda coba saat berkunjung ke Kota Gudeg yang dirangkum dari Google Maps pada Minggu (24/06).
1. Gudeg Yu Djum
Gudeg menjadi ikon kuliner paling terkenal dari Yogyakarta, dan salah satu tempat legendaris yang banyak diburu wisatawan adalah Gudeg Yu Djum.
Menu andalannya berupa gudeg nangka muda dengan cita rasa manis khas Jogja yang dipadukan dengan ayam kampung, telur, dan sambal krecek pedas gurih.
Tekstur nangka muda yang lembut membuat hidangan ini terasa semakin nikmat ketika disantap bersama nasi hangat.
Kuah areh yang gurih juga menjadi pelengkap yang membuat rasa gudeg semakin kaya dan autentik.
Tempat makan ini selalu ramai wisatawan, terutama pada pagi hingga malam hari.
Banyak pengunjung juga membeli gudeg kemasan sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta untuk keluarga di rumah.
2. Sate Klathak Pak Pong
Sate Klathak Pak Pong menjadi salah satu kuliner khas Bantul yang sangat populer.
Berbeda dari sate pada umumnya, sate ini menggunakan jeruji besi sebagai tusuk sate sehingga panas dapat menyebar merata hingga ke bagian dalam daging kambing.
Bumbu yang digunakan juga cukup sederhana, hanya garam dan sedikit rempah.
Namun, justru kesederhanaan tersebut membuat rasa asli daging kambing terasa lebih kuat dan lezat saat disantap.
Potongan daging yang empuk dan aroma bakaran yang khas menjadi alasan banyak wisatawan rela antre untuk menikmati sate klathak legendaris ini, terutama pada malam hari.
3. Bakmi Jawa Mbah Mo
Bakmi Jawa Mbah Mo terkenal dengan proses memasaknya yang masih menggunakan tungku arang tradisional.
Teknik memasak tersebut menghasilkan aroma khas yang membuat rasa bakmi menjadi lebih autentik dan menggugah selera.
Menu favorit di tempat ini adalah bakmi godhog dengan kuah gurih yang kaya rempah.
Isiannya berupa ayam kampung, telur bebek, dan sayuran segar yang dimasak satu per satu menggunakan wajan kecil.
Suasana pedesaan yang tenang membuat pengalaman makan terasa semakin nyaman.
Banyak pengunjung sengaja datang malam hari untuk menikmati suasana hangat sambil menyantap bakmi tradisional khas Jogja.
4. Angkringan Lik Man
Angkringan Lik Man dikenal luas sebagai pelopor kopi jos di Yogyakarta.
Minuman unik ini dibuat dengan memasukkan arang panas ke dalam secangkir kopi hitam sehingga menghasilkan sensasi rasa dan aroma yang berbeda.
Selain kopi jos, tempat ini juga menyediakan berbagai menu khas angkringan seperti nasi kucing, sate usus, gorengan, dan aneka lauk sederhana dengan harga terjangkau.
Suasana santai dan khas kaki lima membuat Angkringan Lik Man menjadi tempat favorit wisatawan maupun warga lokal untuk menikmati malam di Jogja.
5. Mangut Lele Mbah Marto
Mangut Lele Mbah Marto menawarkan cita rasa tradisional yang sangat khas.
Menu utamanya berupa lele asap yang dimasak dengan kuah santan pedas dan rempah yang kuat.
Proses memasak yang masih menggunakan tungku tradisional membuat aroma asap pada lele terasa lebih nikmat.
Kuah santannya juga memiliki rasa gurih pedas yang meresap sempurna ke dalam daging ikan.
Tempat makan sederhana ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman kuliner tradisional khas Jogja secara autentik.
6. Oseng Mercon Bu Narti
Bagi pencinta makanan pedas, Oseng Mercon Bu Narti wajib masuk daftar kuliner yang harus dicoba.
Hidangan ini terkenal dengan rasa pedas yang kuat dari campuran cabai rawit dalam jumlah besar.
Menu andalannya berupa oseng kikil dengan tekstur kenyal dan bumbu yang meresap sempurna.
Sensasi pedasnya membuat banyak pengunjung ketagihan meski harus berkeringat saat menyantapnya.
Selain rasanya yang khas, tempat makan ini juga terkenal sebagai salah satu kuliner legendaris Jogja yang selalu ramai pengunjung pada malam hari.
7. Soto Kadipiro
Soto Kadipiro menjadi salah satu soto ayam kampung legendaris di Yogyakarta.
Kuahnya bening namun kaya rasa karena menggunakan kaldu ayam kampung yang dimasak dalam waktu lama.
Isiannya cukup lengkap, mulai dari suwiran ayam, tauge, seledri, hingga bawang goreng yang membuat aroma soto semakin menggoda selera.
Kuliner ini cocok dinikmati saat pagi maupun malam hari karena memberikan sensasi hangat dan segar yang khas.
8. The House of Raminten
The House of Raminten menghadirkan konsep kuliner tradisional Jogja dengan sentuhan modern.
Tempat makan ini terkenal dengan suasana unik yang memadukan budaya Jawa dan desain klasik khas Yogyakarta.
Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari nasi kucing, wedang tradisional, hingga aneka makanan khas angkringan dengan penyajian yang lebih modern.
Karena buka selama 24 jam, tempat ini menjadi favorit wisatawan yang ingin menikmati suasana Jogja kapan saja, terutama pada malam hari.
9. Sate Ratu
Sate Ratu terkenal dengan sate ayam berbumbu merah yang memiliki perpaduan rasa manis, gurih, dan pedas.
Potongan ayamnya besar dan empuk sehingga memberikan sensasi makan yang memuaskan.
Bumbu merah khasnya menjadi daya tarik utama karena memiliki cita rasa yang berbeda dari sate ayam pada umumnya.
Selain sate ayam, tempat ini juga menyediakan ceker tugel yang tidak kalah populer.
Banyak wisatawan menjadikan Sate Ratu sebagai destinasi kuliner wajib saat berada di Yogyakarta karena cita rasanya yang khas dan sulit ditemukan di tempat lain.
10. Bakpia Pathok 25
Bakpia Pathok 25 merupakan salah satu oleh-oleh khas Jogja yang paling terkenal.
Kue mungil ini memiliki berbagai varian isi seperti kacang hijau, cokelat, hingga keju dengan tekstur lembut dan rasa manis yang pas.
Kulit bakpia yang tipis dipadukan dengan isian yang padat membuat camilan ini sangat digemari wisatawan.
Aroma khas saat bakpia masih hangat juga menjadi daya tarik tersendiri.
Selain cocok dijadikan oleh-oleh, bakpia juga sering dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi saat bersantai bersama keluarga.