← Beranda
13 Surabi Bandung yang Paling Direkomendasikan: Tekstur Lembut, Pinggiran Renyah dengan Rasa Khas yang Memanjakan Lidah
Vindi Rayinda AyudyaKamis, 7 Mei 2026 | 17.10 WIB
Ilustrasi surabi di Bandung. (Freepik)

 

 

JawaPos.Com - Bandung selalu berhasil menghadirkan kuliner tradisional yang mampu bertahan di tengah perkembangan makanan modern, salah satunya adalah surabi. 

Jajanan khas Sunda ini terkenal dengan teksturnya yang lembut di bagian tengah dan renyah di bagian pinggir, menciptakan sensasi makan yang unik dan bikin ketagihan. 

Dibuat dari adonan tepung beras dan santan, lalu dimasak menggunakan tungku tradisional, surabi memiliki aroma khas yang sulit dilupakan.

Kini, surabi di Bandung hadir dalam berbagai varian rasa, mulai dari yang klasik dengan topping oncom dan kinca manis hingga versi modern dengan keju, cokelat, dan aneka topping kekinian. 

Meski begitu, banyak tempat masih mempertahankan cara memasak tradisional agar rasa autentiknya tetap terjaga. 

Hal inilah yang membuat surabi tetap menjadi salah satu kuliner favorit wisatawan maupun warga lokal.

Dengan harga yang terjangkau dan rasa yang khas, surabi cocok dinikmati kapan saja, baik sebagai camilan sore maupun teman nongkrong malam. 

Dilansir dari Google Maps, inilah tiga belas surabi Bandung yang paling direkomendasikan karena cita rasanya yang khas dan memanjakan lidah, wajib Anda coba.

1. Surabi Cihapit

Surabi Cihapit sudah lama menjadi ikon kuliner tradisional Bandung yang tetap bertahan di tengah banyaknya inovasi makanan modern. 

Ciri khas utamanya terletak pada tekstur yang unik, bagian tengahnya sangat lembut, sedikit basah, dan terasa creamy dari santan, sementara bagian pinggirnya tipis dan renyah karena dipanggang perlahan di atas tungku. 

Proses memasaknya yang masih menggunakan arang memberikan aroma asap yang khas, membuat surabi ini memiliki karakter yang sulit ditiru oleh metode modern.

Varian klasik seperti oncom dan kinca gula merah menjadi favorit karena menghadirkan rasa autentik khas Sunda. 

Oncomnya memiliki rasa gurih dengan sedikit sentuhan fermentasi yang khas, sementara kinca gula merah memberikan rasa manis legit dengan aroma karamel alami. 

Perpaduan ini menciptakan keseimbangan rasa yang sederhana namun sangat memuaskan.

Harga per porsi berkisar Rp10.000 hingga Rp25.000 tergantung topping yang dipilih. 

Lokasinya berada di kawasan Jalan Cihapit yang terkenal sebagai salah satu pusat kuliner tradisional Bandung.

2. Surabi Enhaii

Surabi Enhaii menjadi salah satu pelopor yang berhasil mengangkat surabi ke level yang lebih modern tanpa menghilangkan identitas aslinya. 

Tempat ini menawarkan berbagai inovasi topping seperti keju, cokelat, sosis, hingga kombinasi unik antara manis dan gurih. 

Hal ini membuatnya sangat digemari oleh kalangan muda yang ingin menikmati surabi dengan sentuhan kekinian.

Meskipun topping-nya modern, dasar surabinya tetap mempertahankan cita rasa tradisional, lembut, gurih, dan beraroma santan. 

Teksturnya tidak terlalu tipis maupun terlalu tebal, sehingga tetap nyaman dinikmati dalam berbagai varian rasa. 

Penyajiannya juga cukup menarik, membuat pengalaman makan menjadi lebih menyenangkan.

Harga berkisar Rp15.000 hingga Rp35.000. Berlokasi di Jalan Setiabudi yang ramai dan mudah dijangkau oleh wisatawan maupun warga lokal.

3. Surabi Sukajadi

Surabi Sukajadi dikenal dengan pendekatannya yang sederhana namun konsisten dalam menjaga kualitas rasa. 

Fokus utamanya terletak pada cita rasa santan yang kuat, memberikan karakter gurih yang alami di setiap gigitan. 

Tekstur surabinya lembut dengan tingkat kematangan yang pas, tidak terlalu kering namun juga tidak terlalu basah.

Tempat ini cocok bagi pecinta surabi tradisional yang lebih menyukai rasa autentik tanpa banyak tambahan topping modern. 

Kesederhanaannya justru menjadi kekuatan utama, karena mampu menghadirkan rasa yang jujur dan tidak dibuat-buat.

Harga berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000. Lokasinya berada di Jalan Sukajadi yang cukup strategis dan mudah ditemukan.

4. Surabi Imut

Surabi Imut menghadirkan konsep yang unik dengan ukuran surabi yang lebih kecil atau mini, sehingga pengunjung bisa mencoba berbagai varian rasa sekaligus. 

Meskipun ukurannya kecil, kualitas rasa tetap terjaga dengan baik. Teksturnya lembut di bagian tengah dengan pinggiran yang sedikit renyah.

Pilihan toppingnya sangat beragam, mulai dari yang klasik hingga modern. 

Hal ini membuat tempat ini cocok untuk dijadikan tempat nongkrong santai bersama teman, karena setiap orang bisa mencoba rasa yang berbeda tanpa harus memesan dalam porsi besar.

Harga berkisar Rp8.000 hingga Rp18.000. Berlokasi di Jalan Dipatiukur yang terkenal sebagai kawasan kuliner mahasiswa.

5. Surabi Mang Oleh

Surabi Mang Oleh terkenal dengan varian oncom pedasnya yang memiliki cita rasa kuat dan khas. 

Oncom yang digunakan dimasak dengan bumbu yang pas, menghasilkan rasa gurih dengan sedikit sentuhan pedas yang menggugah selera. 

Tekstur surabinya tetap lembut dengan bagian pinggir yang renyah, menciptakan perpaduan tekstur yang menarik.

Proses memasaknya yang masih menggunakan tungku arang memberikan aroma khas yang semakin memperkuat kesan tradisional. 

Tempat ini cocok bagi pecinta surabi dengan rasa yang lebih berani dan tidak terlalu ringan.

Harga berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000. Lokasinya berada di Jalan Kopo yang dikenal sebagai salah satu pusat kuliner lokal.

6. Surabi Braga

Surabi Braga menawarkan pengalaman menikmati surabi dalam suasana yang lebih modern namun tetap mempertahankan nuansa klasik. 

Lokasinya yang berada di kawasan Braga memberikan nilai tambah karena pengunjung bisa menikmati kuliner sambil merasakan atmosfer heritage yang khas.

Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari surabi tradisional hingga varian modern dengan berbagai topping menarik. 

Tekstur surabinya lembut dengan rasa santan yang tetap terasa, sementara topping-nya memberikan variasi rasa yang membuatnya tidak membosankan.

Harga berkisar Rp15.000 hingga Rp30.000. Berlokasi di kawasan Braga yang ikonik dan sering menjadi tujuan wisata kuliner.

7. Surabi Cibadak

Surabi Cibadak memiliki karakter yang sedikit berbeda dengan tekstur yang lebih renyah di bagian pinggir. 

Bagian tengahnya tetap lembut, menciptakan kontras tekstur yang menyenangkan saat dimakan. 

Aroma santannya juga cukup kuat, memberikan sensasi khas yang langsung terasa sejak suapan pertama.

Tempat ini sering menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati surabi sebagai camilan malam, karena kawasan Cibadak dikenal sebagai pusat kuliner yang aktif hingga larut malam.

Harga berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000. Lokasinya berada di Jalan Cibadak yang selalu ramai pengunjung.

8. Surabi Dago

Surabi Dago dikenal dengan porsi yang lebih besar dan topping yang melimpah. 

Teksturnya sedikit lebih tebal dibandingkan surabi pada umumnya, namun tetap lembut dan tidak terasa berat. 

Rasa santannya tetap menjadi dasar yang kuat, sehingga meskipun topping-nya banyak, rasa asli surabi tetap terasa.

Tempat ini cocok bagi kamu yang ingin menikmati surabi dalam porsi yang lebih mengenyangkan, baik sebagai camilan berat maupun pengganti sarapan ringan.

Harga berkisar Rp15.000 hingga Rp30.000. Berlokasi di kawasan Dago yang populer sebagai tempat wisata dan kuliner.

9. Surabi Mang Dadang

Surabi Mang Dadang mempertahankan cara memasak tradisional dengan menggunakan tungku arang, sehingga menghasilkan aroma yang khas dan autentik. 

Tekstur surabinya lembut dengan rasa santan yang cukup dominan, memberikan sensasi klasik yang kuat di setiap gigitan.

Tempat ini tidak terlalu banyak menawarkan variasi modern, sehingga cocok bagi mereka yang ingin menikmati surabi dengan cita rasa asli tanpa banyak modifikasi.

Harga berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000. Lokasinya berada di Jalan Antapani yang cukup ramai.

10. Surabi Bu Yati

Surabi Bu Yati terkenal dengan varian manisnya, terutama kinca gula merah yang memiliki rasa legit dan sedikit karamel. 

Tekstur surabinya lembut dengan bagian tengah yang sedikit basah, memberikan sensasi yang berbeda dibandingkan surabi yang lebih kering.

Perpaduan rasa manis dan gurih membuat surabi ini cocok dinikmati sebagai camilan santai di sore atau malam hari, terutama bagi pecinta rasa manis tradisional.

Harga berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000. Berlokasi di Jalan Soekarno Hatta yang cukup mudah dijangkau.

11. Surabi Pak Agus

Surabi Pak Agus memiliki ciri khas pada teksturnya yang lebih tebal dan padat, memberikan sensasi kenyang yang lebih terasa. 

Bagian pinggirnya garing, sementara bagian tengahnya tetap lembut dan gurih. Rasa santannya cukup kuat, menjadi identitas utama dari surabi ini.

Porsi yang cukup besar membuatnya cocok untuk dijadikan camilan berat atau bahkan pengganti makan ringan di pagi atau sore hari.

Harga berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000. Lokasinya berada di Jalan Buah Batu yang cukup ramai.

12. Surabi Mang Ujang

Surabi Mang Ujang menawarkan pilihan topping yang cukup lengkap dengan kualitas rasa yang tetap terjaga. 

Teksturnya seimbang, tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis, dengan bagian tengah yang lembut dan pinggiran yang sedikit renyah.

Tempat ini cocok untuk berbagai selera karena menyediakan banyak pilihan rasa, baik manis maupun gurih, sehingga pengunjung bisa menyesuaikan dengan preferensi masing-masing.

Harga berkisar Rp12.000 hingga Rp25.000. Berlokasi di Jalan Pasteur yang strategis.

13. Surabi Bandung Rasa Juara

Surabi Bandung Rasa Juara dikenal dengan konsistensi rasa yang selalu terjaga. 

Teksturnya pas dengan perpaduan lembut di tengah dan sedikit renyah di bagian pinggir. 

Rasa gurih dari santan berpadu dengan manis dari topping, menciptakan keseimbangan yang mudah diterima oleh banyak orang.

Tempat ini sering menjadi pilihan karena rasanya yang stabil dan tidak mengecewakan, baik untuk pengunjung baru maupun pelanggan setia yang sudah sering datang.

Harga berkisar Rp12.000 hingga Rp25.000. Lokasinya berada di Jalan Veteran yang cukup strategis dan mudah diakses.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti