← Beranda
15 Kuliner Ikonik Kota Pekalongan: Surga Rasa yang Wajib Masuk Daftar Kunjunganmu Saat Berlibur
Leni Setya WatiMinggu, 3 Mei 2026 | 22.27 WIB
Ilustrasi kuliner ikonik kota Pekalongan (Instagram @hotel_dafam_pekalongan)

JawaPos.com - Kalau kamu berencana mampir ke Pekalongan, jangan hanya mengenal kota ini sebagai Kota Batik saja.

Kota pesisir di Jawa Tengah ini juga menyimpan beragam kuliner khas yang menggugah selera.

Mulai dari makanan tradisional hingga sajian modern, semuanya punya cita rasa yang khas dan sulit dilupakan.

Dilansir dari laman traveloka dan gotravelly, berikut ini rekomendasi tempat makan enak di Pekalongan yang wajib masuk daftar kunjunganmu.

Baca Juga: Bukan Sekadar Viral: 10 Kuliner Legendaris Tangerang yang Bertahan Puluhan Tahun dan Wajib Anda Cicipi

1. Garang Asem H. Masduki — Legendaris dengan Kuah Segar

Salah satu kuliner ikonik Pekalongan yang tak pernah sepi pengunjung adalah Garang Asem H. Masduki.

Sajian ayam dengan kuah asam segar yang dimasak dalam balutan daun pisang ini menghadirkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan sedikit asam yang sangat khas. Cocok dinikmati saat hangat, apalagi bersama nasi putih.

2. Sego Dalem — Sajian Rumahan yang Bikin Kangen

Sego Dalem terkenal dengan konsep masakan rumahan yang sederhana namun kaya rasa. Seporsi nasi dengan berbagai lauk seperti ayam, sayur, dan sambal disajikan dengan porsi yang pas.

Rasanya yang autentik membuat banyak orang merasa seperti makan di rumah sendiri.

3. RM Bung Kombor Kepiting — Surganya Pecinta Seafood

Bagi pencinta hidangan laut, RM Bung Kombor Kepiting adalah pilihan tepat. Kepiting segar dengan bumbu khas menjadi andalan di sini.

Dagingnya tebal, sausnya meresap, dan sensasi pedas gurihnya dijamin bikin ketagihan.

4. Rumah Makan Sedep Wangi — Favorit Keluarga

Tempat makan ini cocok untuk kamu yang ingin bersantap bersama keluarga. Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari olahan ayam, ikan, hingga sayur tradisional.

Suasana nyaman dan rasa masakan yang konsisten menjadi daya tarik utama.

5. Sego Rakyat Mbak Ibah — Sederhana tapi Nendang

Jangan remehkan tempat makan sederhana ini. Sego Rakyat Mbak Ibah dikenal dengan harga yang ramah di kantong namun tetap mengutamakan rasa.

Pilihan lauknya variatif, dan sambalnya jadi bintang utama yang membuat banyak pelanggan kembali lagi.

6. Raja Ampat Resto — Nuansa Modern dengan Menu Beragam

Ingin suasana makan yang lebih kekinian? Raja Ampat Resto bisa jadi pilihan. Selain tempatnya yang nyaman dan estetik, menu yang ditawarkan juga beragam, mulai dari masakan Nusantara hingga western.

Cocok untuk nongkrong atau makan santai bersama teman.

7. Soto Kudus Adi Roso — Hangat dan Menggugah Selera

Soto Kudus memang sudah terkenal di berbagai daerah, dan di Pekalongan kamu bisa mencicipi versi lezatnya di Soto Kudus Adi Roso.

Kuahnya yang bening namun kaya rasa, ditambah suwiran ayam dan pelengkap lainnya, menjadikan hidangan ini cocok disantap kapan saja.

8. Jade Restoran — Cita Rasa Chinese Food yang Elegan

Bagi pecinta masakan Chinese food, Jade Restoran menghadirkan berbagai menu lezat dengan cita rasa autentik.

Tempatnya nyaman dan cocok untuk acara keluarga maupun pertemuan formal. Hidangan seperti seafood, nasi goreng, hingga aneka tumisan tersedia lengkap.

9. Nasi Megono Pak Bon — Ikon Kuliner Tradisional Pekalongan

Nasi megono adalah salah satu hidangan paling identik dengan Pekalongan. Di Nasi Megono Pak Bon, sajian ini disuguhkan dengan cita rasa khas yang kuat.

Megono berupa olahan nangka muda yang dicampur kelapa parut berbumbu, disajikan bersama nasi hangat dan lauk seperti tempe mendoan atau ikan asin. Rasanya gurih, sedikit manis, dan sangat merakyat.

10. Warung Pindang Tetel Bu Ning — Gurih Segar yang Menghangatkan

Pindang tetel adalah sup khas dengan kuah bening yang kaya rempah. Warung Pindang Tetel Bu Ning terkenal dengan potongan daging yang empuk dan kuahnya yang segar namun tetap gurih.

Sensasi hangat dari kuah berpadu dengan aroma bawang dan rempah membuat hidangan ini cocok dinikmati kapan saja, terutama saat cuaca dingin.

11. Nasi Uwet Haji Zarkasi — Sajian Berempah yang Menggoda

Nasi uwet menawarkan sensasi rasa yang lebih kompleks dengan bumbu pekat khas Jawa. Di Nasi Uwet Haji Zarkasi, nasi disajikan dengan lauk ayam atau daging berbumbu kuat, lengkap dengan sambal yang pedas menggigit.

Perpaduan rasa gurih, pedas, dan sedikit manis menjadikannya favorit banyak orang.

12. Sapitan Pekalongan Bu Asliyah Daryono — Manis Gurih yang Khas

Sapitan merupakan olahan daging sapi yang dibumbui kemudian dipanggang atau dibakar hingga menghasilkan rasa manis gurih yang khas.

Di tempat Bu Asliyah Daryono, sapitan disajikan dengan tekstur yang empuk dan bumbu meresap sempurna. Cocok sebagai lauk pendamping nasi atau dinikmati langsung.

13. Kluban Botok Jeng Yati — Perpaduan Sayur Tradisional yang Sehat

Kluban botok adalah hidangan berbasis sayuran yang diolah dengan kelapa parut berbumbu. Jeng Yati menghadirkan sajian ini dengan rasa autentik yang tetap mempertahankan resep tradisional.

Rasanya gurih, segar, dan cocok untuk kamu yang ingin menikmati kuliner sehat khas desa.

14. Apem Kesesi Mak Menis — Jajanan Tradisional yang Melegenda

Apem Kesesi adalah salah satu oleh-oleh khas Pekalongan yang terkenal. Di Mak Menis, apem dibuat dengan tekstur lembut dan rasa manis legit yang pas.

Aroma khas hasil fermentasi membuat jajanan ini punya karakter unik dan sering diburu wisatawan.

15. Ogak Jahe Toko Idjo — Minuman Tradisional yang Menghangatkan

Ogak jahe adalah minuman tradisional khas Pekalongan yang berbahan dasar jahe dan gula. Di Toko Idjo, minuman ini disajikan dengan rasa yang kuat dan aroma jahe yang menenangkan.

Cocok dinikmati saat malam hari atau ketika ingin menghangatkan tubuh.
Kuliner khas Pekalongan bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang tradisi dan cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dari garang asem hingga minuman ogak jahe, semuanya menawarkan pengalaman kuliner yang autentik dan berkesan.

Jadi, saat berkunjung ke Pekalongan, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kekayaan rasa khas kota ini.

 
 
EDITOR: Setyo Adi Nugroho