← Beranda
Inilah 8 Kuliner Betawi Langka yang Mulai Sulit Ditemukan, Sudah Pernah Coba yang Mana?
Leni Setya WatiSenin, 27 April 2026 | 08.16 WIB
Ilustrasi kuliner Betawi (Instagram @warungbalebangjoel)

JawaPos.com - Kuliner khas Betawi memang identik dengan hidangan populer seperti nasi uduk, soto Betawi, atau kerak telor.

Namun di balik itu, masih banyak makanan tradisional Betawi yang tak kalah lezat, unik, dan sarat sejarah.

Sayangnya, seiring perubahan zaman dan berkurangnya peminat, beberapa di antaranya kini semakin sulit dijumpai.

Bagi kamu yang mengaku Jakartans sejati, sudahkah mencicipi kuliner-kuliner langka ini?

Dilansir dari akun Instagram @jakarta.terkini, berikut daftar makanan khas Betawi yang mulai jarang ditemukan, tapi punya cita rasa khas yang menggugah selera.

1. Sayur Besan — Hidangan Spesial Penuh Makna

Sayur besan dikenal sebagai sajian istimewa dalam tradisi pernikahan Betawi. Konon, hidangan ini disiapkan untuk menjamu keluarga calon besan.

Isinya cukup unik, terdiri dari kentang, soun, petai, ebi, serta bunga tebu muda atau terubuk. Kuah santannya berwarna kuning kemerahan dengan rasa gurih yang khas.

Biasanya, sayur besan disantap bersama nasi atau ketupat dan dilengkapi ikan asin.

2. Sayur Babanci — “Sayur” Tanpa Sayuran

Meski namanya sayur, babanci justru tidak mengandung sayuran sama sekali. Hidangan ini berbahan dasar daging sapi atau tetelan dengan kuah santan kental.

Keistimewaannya terletak pada penggunaan rempah langka seperti kedaung, botor, dan kayu angin. Sayur babanci biasanya hadir dalam acara besar atau saat Lebaran.

3. Sate Asem — Perpaduan Asam dan Gurih yang Segar

Sate asem merupakan kuliner Betawi yang kini cukup langka. Dagingnya dimarinasi dengan campuran kelapa parut dan air asam jawa, menghasilkan rasa asam manis yang segar.

Berbeda dari sate pada umumnya, sate ini tidak disajikan dengan bumbu kacang, melainkan langsung disantap setelah dibakar sehingga teksturnya terasa kenyal dan autentik.

4. Bubur Asegro — Perpaduan Rasa yang Tak Biasa

Bubur asegro menghadirkan sensasi rasa yang unik. Bubur yang dimasak dengan santan ini disajikan bersama kuah semur encer berisi tetelan sapi, tahu, dan kentang.

Yang menarik, topping-nya justru mirip asinan Betawi seperti timun, tauge, lobak, dan sawi asin. Perpaduan rasa manis, gurih, dan asam menciptakan cita rasa yang berbeda dari bubur pada umumnya.

5. Sate Lembut — Tekstur Halus yang Menggoda

Sate lembut memiliki bentuk mirip sate lilit, karena menggunakan daging sapi cincang yang dililitkan pada tusuk sate.

Dagingnya dicampur dengan kelapa parut sangrai, gula merah, serta berbagai rempah, lalu diolah hingga teksturnya benar-benar lembut. Rasa gurih manisnya membuat sate ini sangat khas.

6. Tahu Siksa — Sederhana Tapi Legendaris

Tahu siksa merupakan makanan sederhana khas Betawi yang sudah ada sejak tahun 1950-an. Tahu kuning digoreng dengan sedikit minyak hingga kecokelatan, seolah “disiksa” dalam prosesnya.

Biasanya disajikan dengan sambal kacang atau cabai rawit, dan dibungkus daun pisang untuk menambah aroma khas.

7. Gabus Pucung — Mirip Rawon Versi Betawi

Gabus pucung memiliki tampilan kuah hitam pekat karena menggunakan kluwek, mirip seperti rawon. Namun, bahan utamanya bukan daging sapi melainkan ikan gabus.

Rasanya gurih dengan sentuhan khas kluwek, dan terkadang dilengkapi irisan wortel sebagai pelengkap.

8. Nasi Ulam — Gurihnya Kelapa Sangrai

Nasi ulam sebenarnya cukup dikenal, namun tetap kalah populer dibanding nasi uduk. Keunikan nasi ini terletak pada campuran kelapa parut berbumbu yang disangrai.

Biasanya disajikan dengan kuah semur serta lauk seperti perkedel, bihun, dan kerupuk, menciptakan rasa gurih yang khas dan menggoda.

Kuliner Betawi tidak hanya soal hidangan yang populer, tetapi juga tentang warisan rasa yang mulai terlupakan. Delapan makanan di atas adalah bukti kekayaan kuliner Jakarta yang patut dilestarikan.

Kalau bukan kita yang mencoba dan mengenalkannya kembali, bukan tidak mungkin kuliner-kuliner ini benar-benar hilang dari peredaran.

EDITOR: Hanny Suwindari