← Beranda
6 Daftar Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sahur dan Berbuka Puasa
Nanda PrayogaKamis, 5 Maret 2026 | 20.48 WIB
Ilustrasi buka puasa. (freepik)
JawaPos.com - Sahur dan berbuka puasa sering jadi momen “balas dendam” setelah seharian menahan lapar dan haus.

Tapi tanpa sadar, kamu mungkin memilih makanan yang terasa enak dan mengenyangkan, tapi justru bikin cepat lapar lagi, perut tidak nyaman, atau berat badan naik drastis selama Ramadhan.

Padahal, apa yang kamu konsumsi saat sahur dan berbuka sangat memengaruhi energi, konsentrasi, hingga kondisi pencernaan sepanjang hari.

Supaya puasa tetap lancar dan tubuh tetap fit, berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya kamu batasi atau hindari.

Baca Juga: BPOM Temukan Penjual Makanan Buka Puasa Pakai Bahan Berbahaya, Salah Satunya Mi Kuning Berformalin

1. Gorengan Berlebihan

Gorengan memang jadi menu favorit saat berbuka. Namun makanan tinggi lemak jenuh ini bisa memperlambat proses pencernaan dan memicu rasa begah.

Jika dikonsumsi berlebihan, gorengan juga meningkatkan asupan kalori secara signifikan, yang bisa membuat berat badan naik selama Ramadhan.

Kamu boleh saja menikmati gorengan sesekali, tapi sebaiknya tidak dijadikan menu utama setiap hari.

2. Makanan Terlalu Manis

Es sirup, kolak, atau minuman kekinian dengan gula tinggi memang menggoda. Tapi lonjakan gula darah setelah berbuka bisa membuat kamu cepat lemas dan mengantuk.

Selain itu, gula berlebihan juga berisiko menyebabkan kenaikan berat badan dan membuat kamu lebih cepat lapar keesokan harinya. Cobalah pilih manis alami dari buah atau kurma dalam jumlah wajar.

Baca Juga: Chicken Chop Creamy Mushroom Sauce, Menu Buka Puasa Tanpa Nasi

3. Makanan Tinggi Garam

Makanan asin seperti mie instan, makanan olahan, atau lauk yang terlalu gurih sebaiknya dihindari saat sahur.

Kandungan natrium yang tinggi bisa membuat kamu lebih cepat haus di siang hari. Akibatnya, puasa terasa lebih berat karena tubuh kekurangan cairan lebih cepat dari biasanya.

4. Makanan Pedas Berlebihan

Bagi kamu yang pencinta pedas, menu ini memang sulit dilewatkan. Namun makanan pedas saat sahur atau berbuka bisa memicu iritasi lambung, nyeri perut, hingga diare, terutama jika dikonsumsi dalam kondisi perut kosong.

Jika ingin tetap makan pedas, pastikan porsinya tidak berlebihan dan dikombinasikan dengan makanan lain yang lebih ramah untuk pencernaan.

5. Minuman Berkafein Berlebihan

Kopi dan teh memang membantu mengusir kantuk, terutama setelah sahur. Namun konsumsi kafein berlebihan bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil dan membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

Baca Juga: Waktu Imsak dan Buka Puasa Hari Ini, Kamis (5/3), Jakarta Lebih Lambat 15 Menit dari Jogja

Akibatnya, kamu bisa merasa lebih haus dan lemas saat berpuasa. Sebaiknya batasi dan imbangi dengan air putih yang cukup.

6. Makanan Instan dan Ultra-Proses

Makanan instan memang praktis untuk sahur karena cepat disiapkan. Sayangnya, jenis makanan ini biasanya tinggi garam, lemak, dan rendah serat.

Jika terlalu sering dikonsumsi, kamu bisa merasa cepat lapar dan energi tidak stabil sepanjang hari.

Lebih baik pilih makanan segar yang lebih kaya nutrisi agar tubuh tetap kuat selama puasa.

Menjalani puasa bukan berarti kamu harus menahan diri dari semua makanan favorit. Kuncinya ada pada keseimbangan dan porsi yang tepat.

Baca Juga: Tragis! Hanya Karena 2 Labu Siam untuk Buka Puasa, Pria di Cianjur Tewas Dianiaya Pemilik Kebun

Dengan memilih makanan yang lebih sehat saat sahur dan berbuka, kamu bisa menjaga energi tetap stabil dan menjalani Ramadhan dengan lebih nyaman.

 

EDITOR: Bayu Putra