← Beranda
7 Jenis Makanan yang Wajib Dihindari untuk Menu Sahur Agar Tetap Sehat dan Bugar saat Puasa
Novia HerawatiSenin, 9 Februari 2026 | 20.12 WIB
Ilustrasi keluarga bersiap menyantap menu sahur di rumah. ada beberapa menu sahur yang perlu dihindari agar tetap sehat saat puasa seharian. (Freepik)

JawaPos.com - Menentukan menu sahur sering kali terasa sepele, padahal pilihan makanan di waktu dini hari ini sangat memengaruhi kondisi tubuh sepanjang hari berpuasa.

Banyak orang fokus mencari makanan yang mengenyangkan, tetapi lupa bahwa tidak semua makanan cocok dikonsumsi sebagai menu sahur sebelum menjalani puasa.

Ada beberapa jenis makanan yang bila dijadikan menu sahur justru bisa membuat tubuh cepat haus, mudah lemas, bahkan menimbulkan gangguan pencernaan.

Agar puasa tetap nyaman dan energi stabil hingga waktu berbuka, penting mengetahui makanan apa saja yang sebaiknya dihindari saat sahur.

Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat sahur agar puasa tetap sehat:

1. Makanan Tinggi Gula

Kue, donat, sirup, hingga teh manis memang terasa menggoda saat sahur, terutama karena memberikan energi instan.

Namun, konsumsi gula berlebih justru memicu lonjakan gula darah yang naik dengan cepat lalu turun drastis.

Ketika kadar gula darah turun, tubuh akan terasa lemas, mengantuk, dan cepat lapar. Akibatnya, menjalani puasa terasa lebih berat bahkan sebelum siang hari tiba. Menu sahur sebaiknya tidak didominasi makanan manis agar energi lebih stabil.

2. Makanan Tinggi Garam

Ikan asin, keripik, mi instan, dan makanan kalengan termasuk jenis makanan yang tinggi garam atau natrium.

Kandungan garam yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh dan memicu rasa haus sepanjang hari.

Tidak heran jika setelah makan makanan asin saat sahur, tenggorokan terasa kering bahkan sebelum tengah hari.

Mengurangi asupan garam saat sahur akan membantu tubuh mempertahankan cairan lebih lama.

3. Minuman Berkafein

Bagi sebagian orang, sahur terasa belum lengkap tanpa kopi atau teh. Namun, kafein bersifat diuretik, yang berarti dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Dampaknya, tubuh kehilangan cairan lebih cepat dan risiko dehidrasi meningkat. Jika ingin tetap menikmati kopi, sebaiknya konsumsi setelah berbuka dan imbangi dengan air putih yang cukup.

4. Makanan Pedas

Sensasi pedas memang menggugah selera, tetapi saat sahur makanan pedas bisa memicu peningkatan asam lambung, sakit perut, hingga diare.

Kondisi ini membuat tubuh kehilangan cairan lebih banyak dan puasa terasa lebih berat. Bagi yang memiliki lambung sensitif, sebaiknya mengurangi konsumsi makanan pedas di waktu sahur.

5. Makanan Berlemak dan Gorengan

Gorengan dan makanan bersantan memang terasa mengenyangkan, tetapi lemak tinggi memperlambat proses pencernaan.

Akibatnya, tubuh terasa berat, mudah mengantuk, dan kurang berenergi sepanjang hari. Selain itu, makanan berlemak juga berisiko memicu gangguan lambung pada sebagian orang.

6. Makanan Olahan dan Cepat Saji

Sosis, nugget, dan fast food memang praktis, tetapi biasanya tinggi natrium dan lemak jenuh serta rendah nutrisi.

Kombinasi ini membuat tubuh cepat lelah dan tidak mendapatkan energi berkualitas untuk menjalani aktivitas seharian.

7. Makanan Penyebab Gas Berlebih

Beberapa sayuran seperti kol, kembang kol, dan tauge dapat memicu perut kembung pada sebagian orang.

Jika dikonsumsi berlebihan saat sahur, rasa tidak nyaman ini bisa mengganggu aktivitas sepanjang hari.

Dengan menghindari makanan pemicu haus, lemas, dan gangguan pencernaan, puasa bisa dijalani lebih nyaman dan produktif.

Pilihlah menu sahur yang seimbang, kaya nutrisi, dan cukup cairan agar tubuh tetap bertenaga hingga waktu berbuka tiba. 

 

EDITOR: Bayu Putra