← Beranda
Goong Ten: Kuliner Jalanan Thailand dengan Sensasi yang Tidak Biasa, Berani Coba?
Jelita Indriana PutriSabtu, 30 Agustus 2025 | 21.00 WIB
Goong ten atau dancing shrimp, kuliner ikonik Thailand yang tidak biasa (Dok. Taste Atlas)

JawaPos.com - Thailand terkenal dengan kuliner jalanannya yang beragam, mulai dari hidangan sederhana hingga ekstrem. Salah satu yang cukup dikenal wisatawan adalah Goong Ten, atau "dancing shrimp", makanan tradisional dari Thailand Utara yang menggunakan udang air tawar hidup sebagai bahan utamanya.

Melansir dari Taste Atlas, hidangan ini memadukan udang kecil dengan herba segar seperti daun ketumbar, mint, dan serai. Cabai Thailand menambahkan rasa pedas, air jeruk nipis memberi kesegaran asam, sementara kecap ikan menghadirkan rasa asin gurih. Irisan bawang merah dan bawang putih ikut memperkuat profil rasa yang tajam dan kompleks.

Cara Penyajian

Keunikan Goong Ten terletak pada proses penyajiannya. Udang hidup dicuci bersih lalu segera dicampur dengan bumbu dan herba sesaat sebelum disajikan, sehingga mereka tetap bergerak, menimbulkan kesan "menari" di dalam wadah. Karena itu, hidangan ini harus disantap dengan cepat.

Melensir dari Migrationology, di Bangkok, Goong Ten biasanya dijual di gerobak tradisional dengan dua sisi, satu sisi penuh dengan herba dan bumbu, sisi lainnya menyimpan udang hidup. 

Begitu ada pembeli, penjual memasukkan udang ke dalam mangkuk, menutupnya dengan plastik agar tidak melompat keluar, lalu menambahkan bumbu seperti cabai, kecap ikan, air jeruk nipis, daun mint, serai, dan bawang merah.

Bumbu kemudian diaduk dengan perlahan agar udang tetap hidup saat bercampur dengan rempah-rempah. Setelah itu, udah yang telah dibumbui dipindahkan ke wadah styrofoam berlapis plastik dengan cepat agar udang tidak kabur. 

Pengalaman Menyantap Goong Ten

Menurut ulasan Mark Wiens di Migrationology, hidangan ini memberikan sensasi unik, "Setiap udang terasa seperti semburan air garam kecil yang menyatu dengan bagian saus dan rempah-rempah yang kontras, menciptakan rasa yang luar biasa," tulisnya.

Goong Ten biasanya disajikan sebagai camilan atau makanan pembuka, sering ditemani nasi ketan dan sayuran segar.

Bagi sebagian orang, cara penyajiannya mungkin menantang, tetapi bagi yang mencari pengalaman kuliner autentik Thailand, hidangan ini menjadi salah satu pilihan menarik.

Kuliner Jalanan yang Ikonik

Goong Ten bukan hanya tentang rasa, tetapi juga pengalaman visual dan budaya kuliner Thailand. Gerobak sederhana, penyajian cepat, serta udang yang bergerak di dalam mangkuk menjadikannya salah satu sajian jalanan paling khas di negeri gajah putih.

Hidangan ini kini dianggap sebagai bagian dari identitas kuliner lokal Thailand Utara, sekaligus daya tarik bagi wisatawan yang penasaran dengan keunikan kuliner jalanan Asia Tenggara.

Kontroversi dan Perspektif Budaya di Balik "Udang Menari"

Meski populer, Goong Ten memicu perdebatan. Seperti dilaporkan The Express Tribune, sebagian orang menolak mencicipinya karena gerakan udang hidup di mulut dan cipratan bumbu saat disantap dianggap tak etis, bahkan ada yang menyebutnya hidangan "barbar."

Namun, di sisi lain, sajian ini tetap digemari baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan yang penasaran, dan telah menjadi bagian dari kekayaan kuliner jalanan Thailand yang tak terpisahkan.

Menurut The Pulse, sebagian umat Buddha di Thailand melihat praktik ini melalui sudut pandang lain, energi makhluk hidup tidak pernah mati, melainkan bertransformasi.

Dengan demikian, ketika udang disantap, roh mereka diyakini meneruskan kehidupan melalui tubuh pemakan. 

 

EDITOR: Candra Mega Sari