← Beranda
5 Rekomendasi Cafe Cozy di Jakarta Selatan yang cocok untuk WFC atau Nongkrong sambil Baca Buku, Ada yang Punya Menu Berbahan Kelor!
Farah Nur Azizah• Kamis, 28 Agustus 2025 | 20.44 WIB
Suasana ruma coffeatery yang cocok untuk WFC atau sekadar nongkrong sambil baca buku. (Instagram @rumacoffeatery)

 

JawaPos.com – Bagi anak muda Jakarta Selatan, rasanya kurang afdol kalau belum pernah berkunjung ke deretan café nan cozy yang ada di wilayah ini.

Apalagi kalau kamu termasuk orang yang sehari-hari bisa bekerja dari mana saja. Pilihan Work From Café (WFC) bisa jadi rekomendasi.

Saat ini, café bukan hanya dijadikan tempat ngopi ataupun nongkrong, tetapi bisa jadi tempat paling nyaman untuk bekerja, bahkan meningkatkan literasi lewat beragam buku bacaan.

Berikut lima rekomendasi café cozy yang ada di Jakarta Selatan:

1. Ruma Coffeatery

Lokasi café satu ini dekat dengan stasiun Blok M, Jakarta Selatan dan bisa ditempuh memakai ojek online dalam waktu singkat.

Ruma coffeatery menjadi rekomendasi café yang cozy dan cocok buat WFC. Tak hanya itu, di tempat ini juga terdapat mini library sehingga bisa dimanfaatkan untuk membaca serta tingkatkan literasi.

Dikutip dari Tiktok @lovingcaty, mini library yang ada di ruma coffeatery banyak mengoleksi buku, seperti novel terkenal karya Agatha Christie, Jane Austen, dan beberapa karya lainnya.

Didesain dengan interior yang full kayu dan sedikit nuansa vintage, menjadikan café ini lebih indah dan estetik.

Jika ingin berkunjung ke sini, café dibuka mulai pukul 07.00–22.00 WIB. Sejak pagi kamu bisa langsung lakukan WFC di ruma coffeatery. Café ini dilengkapi juga dengan seating area yang luas dan banyak menu enak dengan harga terjangkau. 

2. Kopi Aloo

Café satu ini berlokasi di Jl. Melawai, Blok M, Jakarta Selatan yang jadi salah satu rekomendasi buat WFC.

Tempat ini cocok banget karena begitu nyaman dan banyak tersedia colokan listrik. Bahkan bisa sambil menikmati kopi dengan membaca, karena tersedia berbagai macam buku untuk dibaca.

Dikutip dari unggahan Instagram resminya, @kopialoo, café ini menyediakan ruang indoor dan outdoor. Menu yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari aloo latte, butterscotch latte, mango delight, matcha sampai cinnamon roll.

3. Tulum Jakarta

Dilansir dari akun Instagram @tulum.jakarta, Café tulum Jakarta buka mulai pukul 08.00–23.00 di akhir pekan dan 08.00–22.00 untuk hari biasa. Jadi, kamu bisa datang sejak pagi sampai malam.

Café ini dilengkapi dengan berbagai karya seni di tiap sudut ruangan, yang menambah kecantikan visual café ini.

Suasana tenang dan nyaman menjadikan café ini cocok untuk WFC juga, lho! Area indoor disuguhi dengan berbagai pameran karya, sedangkan outdoor didesain luas dan estetik.

4. Bonn café

Berbeda dari café sebelumnya yang cantik dengan beragam karya seni, Bonn café justru menawarkan city view, yaitu pemandangan gedung-gedung perkantoran Jakarta yang menjulang tinggi.

Menu yang ada di bonn café tersedia dalam berbagai pilihan, yaitu americano, yuzu coffee, kopi susu bonn, dan berbagai varian kopi lainnya.

Dikutip dari Tiktok @tempatmain, Bonn café terletak di dalam perkantoran, tepatnya di menara karya lantai 25 dan hanya buka sampai 17.30.

Spot yang tersedia di café ini terdiri dari bean bag, kursi, dan sofa. Jadi, cocok buat nugas, meeting ataupun WFC. Tempatnya juga nyaman dan estetik untuk mengabadikan momen, lho!

5. La Moringa Café

Café satu ini selain jadi tempat yang cocok juga untuk WFC karena tempatnya nyaman, La moringa café juga menawarkan menu yang unik dan sehat, karena semua berbahan dasar daun kelor.

Menu yang sehat di antaranya, mori health bowl yang rasanya enak dan cocok untuk sarapan. Selanjutnya ada se’i timoriran baguette dan moringa kaya toast yang rasa srikayanya begitu legit di mulut, sebagaimana dikutip dari akun Tiktok @jktdiemplease.  

Beberapa menu di atas bisa jadi teman untuk menemani WFC kamu. Café ini buka dari pukul 08.00-23.00 WIB dan berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan.

Itulah beberapa rekomendasi café yang cozy dan cocok untuk WFC, selain estetik bisa juga tingkatkan literasi. Jadi, kamu tertarik yang mana? 

EDITOR: Bayu Putra