JawaPos.com - MICHELIN Guide sering dianggap hanya berisi deretan restoran fine dining dengan harga selangit. Namun kenyataannya, sejak 1997, MICHELIN menghadirkan kategori khusus bernama Bib Gourmand.
Dilansir dari laman MICHELIN Guide, kategori ini diberikan kepada restoran dan kedai makanan yang menawarkan kualitas tinggi dengan harga terjangkau, berbeda di tiap negara menyesuaikan biaya hidup. Singapura, dengan keragaman kulinernya, tentu tak ketinggalan menghadirkan sederet kuliner legendaris yang masuk daftar tahun 2025.
Berikut lima kuliner Singapura yang sukses meraih penghargaan Bib Gourmand terbaru dan layak masuk daftar wajib coba wisatawan.
1. Ji Ji Noodle House
Didirikan sejak 1965, Ji Ji Wanton Noodle Specialist menjadi salah satu ikon kuliner turun-temurun. Awalnya dikelola oleh Nyonya Lai Yau Kiew, kedai mi ini kini diteruskan oleh dua putrinya, Kristen dan Jill, yang tetap mempertahankan resep klasik keluarga.
Menu andalan mereka tentu saja mi wonton khas Ji Ji. Sajian mi kuah atau versi kering ini disajikan dengan topping char siew, wonton goreng, sayuran hijau, serta kuah wonton yang gurih. Tekstur mi yang kenyal dipadu dengan kerupuk babi renyah dan sambal buatannya yang khas membuat setiap suapan terasa istimewa.
Harga menu makanan ini pun ramah di kantong, menurut Daniel Food Diary, harganya bervariasi mulai dari $4,50 hingga $8,50, menjadikan Ji Ji Noodle House sebagai favorit masyarakat lokal maupun turis.
"Makanannya lezat, sepadan dengan antrean di kedai mi yang mendapat peringkat MICHELIN ini," tulis akun @schwammy_11 di laman Tripadvisor.
2. Kitchenman Nasi Lemak
Meski baru berdiri pada 2024, Kitchenman Nasi Lemak langsung mencuri perhatian hingga masuk daftar Bib Gourmand. Pemiliknya adalah seorang warga Malaysia yang ingin memperkenalkan cita rasa autentik nasi lemak, hidangan nasional negara asalnya kepada publik Singapura.
Dilansir dari laman resmi Kitchenman Nasi Lemak, mereka menyediakan menu yang bervariasi. Nasi Lemak Basic yaitu nasi yang dimasak dengan santan, lalu disajikan bersama ikan teri, kacang tanah, telur, timun, serta sambal pedas. Untuk variasi lain, pengunjung bisa mencoba lauk seperti ayam berempah, ayam kunyit, hingga ikan goreng dengan sambal yang kaya rasa dan aromatik. Tak heran, banyak pengunjung yang merasa puas dengan hidangan restoran ini.
"Akhirnya kami mencoba nasi lemak Michelin 2024-2025 yang terkenal dengan harga terjangkau. Lokasinya di dalam mal/kompleks yang sepi. Suasana restonya sederhana. Rasa dan kualitas nasi lemaknya luar biasa," tulis seorang pengunjung dengan akun @LGS di laman Tripadvisor.
3. Nam Sing Hokkien Fried Mee
Nam Sing Hokkien Fried Mee bukan sekadar kios hawker, melainkan legenda kuliner yang berdiri sejak 1960. Didirikan oleh Ng Hock Wah, yang kala itu baru berusia 17 tahun, kios ini kini berada di Old Airport Road Food Centre dan masih mempertahankan resep aslinya.
Menurut MICHELIN Guide, menu mereka hanya satu: Hokkien mee goreng dengan udang. Mi telur dan bihun beras dimasak dalam kaldu kental dari cangkang dan kepala udang, menghasilkan rasa umami yang kuat. Teknik memasak yang konsisten membuat hidangan ini selalu segar, gurih, dan menggugah selera.
Kualitas masakan Nam Sing ini membuatnya dipuji pengunjung lokal maupun wisatawan mancanegara.
"Benar-benar menikmati hidangan ini. Di negara Barat mana pun, harganya bisa 400% lebih mahal dari yang mereka tawarkan di sini. Kualitasnya luar biasa, langsung panas dari wajan," tulis akun @Jason An di laman Tripadvisor.
4. Sin Heng Claypot Bak Koot Teh
Lebih dari empat dekade berdiri, Sin Heng Claypot Bak Koot Teh tetap setia menyajikan hidangan berakar tradisi. Kini dikelola generasi kedua, kedai ini menawarkan bak koot teh dalam claypot dengan kuah berbumbu lada dan bawang putih. Rasa kuahnya kaya, hangat, namun tidak terlalu pedas, sementara iga babinya empuk dan kaya akan cita rasa.
Selain bak koot teh, menu ayam minyak wijen dalam claypot juga jadi favorit. Daging ayam yang lembut berpadu dengan saus beraroma kacang dan manis gurih, menciptakan keseimbangan rasa yang memikat. Kedai ini juga menawarkan berbagai tumisan lokal untuk melengkapi pengalaman bersantap.
Meski tempatnya sederhana, kualitas makananlah yang membuat pelanggan setia terus kembali. Bagi pecinta kuliner klasik Singapura, Sin Heng adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan.
"Tempat yang sangat lokal. Tidak ada yang mewah. Seperti kedai kopi tua tanpa embel-embel tetapi makanannya enak dan harganya cukup terjangkau. Menjelaskan mengapa pelanggan selalu datang," tulis akun @Elaine Quek dalam Ulasan Google.
5. Wok Hei
Seperti namanya, Wok Hei mengandalkan keistimewaan aroma asap dan gosong khas masakan di atas api besar. Selama lebih dari 30 tahun, kios ini dikenal dengan hidangan hor fun, yaitu mi beras pipih.
Dikutip dari Daniel Food Diary, pengunjung bisa memilih variasi topping seperti daging sapi, ikan, atau kombinasi aneka bahan. Untuk pecinta makanan laut, tersedia juga menu Lala Sliced Fish White Bee Hoon yang lebih ringan namun tetap kaya rasa. Selain mi, ada pula pilihan nasi dengan lauk daging sapi jahe, ikan iris, hingga iga babi.
Harga bersahabat, porsi melimpah, dan cita rasa yang konsisten membuat Wok Hei jadi favorit warga lokal. Bukan hidangan paling mewah, tapi justru kesederhanaan inilah yang membuatnya layak dipuji dan akhirnya diakui MICHELIN.
"Ini bukan hidangan hor fun paling mewah yang pernah Anda makan, tapi disajikan dengan baik. Tentu saja dengan wok-hei," tulis laman Daniel Food Diary.