JawaPos.com - Minat terhadap trading derivatif kripto dilaporkan terus meningkat seiring besarnya volume transaksi global. Instrumen ini menawarkan peluang mengambil posisi saat harga aset naik maupun turun, tetapi penggunaan leverage juga membuat risiko kerugian menjadi jauh lebih besar.
Data CoinGecko dalam 2026 Q2 Crypto Industry Report mencatat volume perdagangan derivatif crypto global mencapai USD 12,7 triliun pada kuartal II 2026. Angka tersebut jauh melampaui perdagangan spot yang berada di level USD 1,95 triliun pada periode yang sama.
Di Indonesia, aktivitas pasar derivatif kripto juga mulai menunjukkan pertumbuhan. Data bursa kripto CFX mencatat nilai perdagangan derivatif mencapai Rp 4,4 triliun hingga April 2026.
Pertumbuhan tersebut turut mendorong hadirnya sejumlah fitur yang menyasar pengguna baru. Salah satunya adalah mode trading derivatif dengan antarmuka lebih sederhana, yang memungkinkan pengguna membuka posisi Long atau Short menggunakan leverage.
Andy Putra, Presiden Direktur Pintu mengatakan, fitur tersebut ditujukan sebagai pintu masuk bagi trader pemula maupun menengah yang ingin mengenal trading derivatif kripto.
“Pintu menghadirkan fitur Pintu Futures Lite sebagai pintu masuk bagi trader pemula maupun menengah yang ingin memulai trading derivatif kripto menggunakan leverage. Melalui Pintu Futures Lite, trader dapat membuka posisi Long atau Short dalam tiga langkah dengan tetap mengedepankan pengelolaan risiko, seperti melalui Isolated Margin, Take Profit, maupun Stop Loss,” ujar Andy di Jakarta, Rabu (19/8).
Dalam praktiknya, pengguna terlebih dahulu menentukan arah posisi. Long digunakan ketika trader memperkirakan harga aset akan naik, sedangkan Short dipilih ketika memperkirakan harga akan turun.
Setelah itu, pengguna memasukkan margin dan menentukan leverage melalui slider hingga maksimal 25 kali dari modal awal. Besaran leverage tersebut perlu disesuaikan dengan toleransi risiko karena semakin tinggi leverage, semakin besar pula potensi keuntungan maupun kerugian.
Setelah posisi terbuka, perkembangan posisi dapat dipantau secara real-time. Trader juga dapat menentukan Take Profit dan Stop Loss dari halaman posisi aktif untuk membantu membatasi risiko ketika pasar bergerak berlawanan dengan perkiraan.
“Kombinasi leverage yang dapat disesuaikan, manajemen risiko otomatis, dan tampilan single-screen yang sederhana menjadi keunikan tersendiri dari fitur Pintu Futures Lite di tengah lanskap trading derivatif kripto di Indonesia,” kata Andy.
Menurut Andy, penyederhanaan proses transaksi diharapkan dapat membantu lebih banyak masyarakat memahami derivatif kripto secara bertahap. Namun, kemudahan penggunaan tidak menghilangkan risiko yang melekat pada perdagangan futures.
“Kami optimis kehadiran Pintu Futures Lite dapat mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia dapat memahami instrumen derivatif crypto secara bertahap dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Andy mengingatkan, trading futures dengan leverage tetap memiliki risiko tinggi, termasuk kemungkinan kehilangan seluruh modal. Karena itu, calon trader disarankan melakukan riset mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) dan menerapkan manajemen risiko sebelum membuka posisi.
Ke depan, pengembangan fitur edukasi dan penambahan pilihan aset menjadi salah satu arah yang akan dilakukan untuk mendukung pemahaman pengguna terhadap perdagangan derivatif kripto.
Bagi investor pemula, memahami cara kerja leverage dan risiko likuidasi tetap menjadi hal penting sebelum mengejar peluang dari pergerakan harga kripto.