← Beranda
AI Mulai Dipakai untuk Petakan Risiko Kesehatan, Data DNA hingga Gaya Hidup Diintegrasikan
Nanda Prayoga• Jumat, 16 Oktober 2026 | 20.20 WIB
Ilustrasi AI pada dunia kesehatan. (Pinterest)

JawaPos.com - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai dimanfaatkan dalam pendekatan kesehatan personal. Teknologi ini dapat mengintegrasikan berbagai informasi, mulai dari data genetik dari pemeriksaan DNA, hasil pemeriksaan laboratorium, pola makan, hingga aktivitas harian untuk membantu memberikan gambaran kesehatan yang lebih menyeluruh.

 

Salah satu pendekatan tersebut dikembangkan Regene Genomics melalui platform kesehatan berbasis AI. Platform ini menggabungkan informasi genetik dengan hasil laboratorium diagnostik, data perangkat wearable, serta faktor gaya hidup untuk mendukung pemahaman terhadap kondisi dan kecenderungan risiko kesehatan seseorang.

 

CEO Regene Genomics Vichi Lestari mengatakan, kebutuhan kesehatan setiap orang dapat berbeda sehingga pemeriksaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

 

“Kami ingin menjadikan pemeriksaan DNA semakin relevan dengan kehidupan sehari-hari. Setiap individu memiliki kebutuhan kesehatan yang berbeda sehingga dapat memilih pemeriksaan DNA yang sesuai,” ujar Vichi Lestari dalam keterangannya pada Jumat (16/10).

 

Pemeriksaan DNA Regene sendiri dapat memberikan informasi mengenai predisposisi genetik atau kecenderungan seseorang terhadap risiko penyakit tertentu, termasuk kanker. Melalui panel khusus seperti Cance-R dan PRIM-O, pemeriksaan ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memahami risiko kesehatan dan mendiskusikan langkah pencegahan bersama tenaga medis.

 

Pendekatan tersebut berbeda dari pemeriksaan kesehatan rutin yang menggambarkan kondisi tubuh pada saat pemeriksaan dilakukan. Informasi genetik memberikan gambaran mengenai kecenderungan risiko yang dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah preventif.

Meski demikian, hasil pemeriksaan DNA bukan merupakan diagnosis dan tidak dapat memastikan seseorang akan mengalami penyakit tertentu. Informasi yang diperoleh tetap perlu ditafsirkan secara tepat bersama tenaga medis untuk menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan atau langkah pencegahan tertentu.

Selain perkembangan teknologi pemeriksaan kesehatan, perhatian terhadap risiko kanker juga berkaitan dengan pentingnya deteksi dini dan kesiapan finansial. Bersama Great Eastern Life Indonesia, terdapat program Great Double Care yang menggabungkan pemeriksaan DNA dengan manfaat perlindungan asuransi kanker hingga Rp 150 juta.

Penyakit kanker sendiri masih menjadi salah satu tantangan kesehatan serius di Indonesia. Penyakit ini tidak hanya memengaruhi kondisi fisik dan kualitas hidup pasien, tetapi juga dapat menimbulkan tekanan psikologis bagi penderita maupun keluarga.

Proses pengobatan yang panjang serta kebutuhan perawatan berkelanjutan turut menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapi penyakit tersebut.

Beban kanker juga berkaitan dengan persoalan finansial. Biaya pemeriksaan, pengobatan, hingga perawatan lanjutan dapat menjadi beban bagi pasien dan keluarganya. Kondisi ini membuat penanganan kanker tidak hanya membutuhkan dukungan medis, tetapi juga perhatian terhadap kemampuan pasien dalam mengakses layanan kesehatan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Februari 2025, terdapat sekitar 400 ribu kasus kanker baru yang terdeteksi setiap tahun di Indonesia. Sementara itu, angka kematian akibat penyakit tersebut mencapai 240 ribu kasus. Data ini menunjukkan besarnya tantangan yang perlu dihadapi dalam upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan kanker di Tanah Air.

 

EDITOR: Diar Candra
Tags:aidna