← Beranda
Jangan Asal Memberi Makan Bayi! 8 Makanan Ini Berisiko Picu Keracunan Bahkan Komplikasi Serius
Shania Vivi Armylia Putri• Rabu, 14 Oktober 2026 | 20.10 WIB
Ilustrasi bayi yang menangis/Magnific

 

 

JawaPos.com-Makanan Pendamping Asi (MPASI) pada umumnya diberikan pada bayi usia 6 bulan.

Namun, ketika bayi sudah mulai mengkonsumsi MPASI, bukan berarti semua jenis makanan dapat diberikan dengan aman.

Beberapa bahan makanan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan karena sistem pencernaan dan organ tubuh bayi masih berkembang.

Selain itu, makanan yang tidak diolah dengan benar dapat menjadi sumber bakteri dan mikroorganisme berbahaya pada bayi.

Konsumsi bayi adalah tanggungjawab orang tua maupun pihak lain yang turut memberikan makanan, seperti pengasuh dan anggota keluarga lainya.

Pemilihan makanan yang tidak tepat dapat memicu gangguan kesehatan pada bayi, bahkan berisiko mengancam nyawa. 

Melansir informasi dari jawapos.com, terdapat bayi  berusia 28 hari yang meninggal setelah diberi telur mentah dengan dalih untuk meredakan demam.

Pemberian telur mentah maupun setengah matang kepada bayi perlu dihindari karena berisiko mengandung bakteri penyebab infeksi dan keracunan makanan.

Lantas, apa saja jenis makanan yang perlu dihindari atau dibatasi untuk bayi? Merujuk informasi dari laman puskesmassesela pada (14/10) berikut 11 makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh bayi.

  1. Madu

Madu dikenal sebagai pemanis alami. Terkadang, masih banyak masyarakat yang menggunakan madu untuk melembabkan bibir bayi yang kering. Namun, konsumsi madu tidak disarankan diberikan pada bayi usia di bawah 1 tahun. Konsumsi madu dapat menyebabkan penyakit botulisme yakni kelumpuhan syaraf karena dipicu oleh bakteri spora bakteri Clostridium botulinum  yang terdapat di dalam madu.

  1. Telur mentah

Telur yang masih mentah atau setengah matang berpotensi mengandung bakteri Salmonella penyebab infeksi dan keracunan. Bayi lebih rentan mengalami dampak serius akibat infeksi tersebut. Oleh sebab itu, telur yang diolah menjadi MPASI harus dimasak sampai matang sempurna agar risiko kontaminasi bakteri dapat dikurangi

  1. Kacang

Pemberian kacang utuh perlu dihindari karena dapat menyebabkan resiko tersedak. Kacang dapat dihaluskan menjadi pasta atau selai dengan tekstur yang sesuai. Namun, orang tua perlu memperhatikan risiko alergi yang dapat terjadi setelah mengkonsumsi olahan kacang.   

  1. Sayur dan buah dengan tekstur keras

Buah dan sayur dengan tekstur keras sebaiknya tidak diberikan untuk bayi di bawah satu tahun. Contohnya pada buah apel, wortel, dan pir yang masih keras. Bahan makanan tersebut dapat dikukus sampai lunak agar sesuai dengan kemampuan bayi untuk mengunyah. Buah seperti anggur dan stroberi juga perlu dipotong agar tidak menyebabkan bayi tersedak.

  1. Buah asam

Buah dengan rasa asam dapat melukai sistem pencernaan bayi. Konsumsi buah yang terlalu asam seperti jeruk, lemon, dan anggur bisa memicu gangguan pencernaan pada bayi. Sebaiknya, anda memberikan konsumsi buah-buahan yang manis untuk MPASI seperti semangka ataupun pisang. 

  1. Makanan tinggi lemak jenuh

Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh berlebih dapat mengganggu perkembangan otak. Contohnya seperti biskuit, keripik, dan kue. MPASI perlu tetap mengutamakan keseimbangan gizi dan menyediakan sumber lemak baik untuk tumbuh kembang bayi.

  1. Minuman tinggi gula

Hindari memberikan makanan dan minuman dengan kandungan gula tambahan. Beberapa contohnya seperti permen, kue, es krim, dan minuman bersoda dapat mengeroposkan gigi bayi yang baru tumbuh. Selain itu, minuman manis dapat membuat sugar rush sehingga asupan ASI bisa berkurang dan tidak terpenuhi.

  1. Kopi 

Sebagian masyarakat masih memberikan kopi pada bayi sebagai pengganti ASI ataupun susu formula. Padahal, kandungan kafein pada kopi dapat mengganggu tumbuh kembang bayi. Kopi juga tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi sehingga membuat bayi anda gelisah dan tidak mudah tidur. 

  1. Jus buah

Jus buah tidak dianjurkan untuk bayi berusia di bawah 12 bulan. Konsumsi jus buah yang berlebihan  dapat menyebabkan obesitas pada bayi, dan kerusakan gigi, serta diare karena kandungan gula di dalamnya. Selain itu, Klonsumsi jus buah sebelum makan dapat membuat bayi cepat kenyang. 

  1. Ikan tenggiri

Kandungan merkuri dalam beberapa jenis ikan dapat membahayakan otak dan sistem saraf bayi. Hindari untuk memberikan asupan MPASI dengan bahan dasar dari ikan tenggiri, ikan marlin, ikan hiu, ikan todak, dan ikan kerapu.  

  1. Keripik 

Pemberian makanan tinggi garam juga perlu dihindari dalam menu MPASI bayi, karena kebutuhan natrium pada usia ini masih terbatas. Bayi belum bisa mengolah makanan dengan kandungan garam tinggi. Hindari pemberian makanan tinggi garam seperti ciki, keripik kemasan, pizza,  sosis, daging olahan, bakso, ikan asap dan masakan MPASI tinggi garam.  

 

 ***

EDITOR: Novia Tri Astuti