← Beranda
Pria Mulai Melirik Klinik Kecantikan, Dokter Ungkap Bedanya Perawatan Kulit Laki-laki dan Perempuan
Nanda Prayoga• Senin, 12 Oktober 2026 | 00.00 WIB
Ilustrasi perawatan kulit. (Pinterest)

 

JawaPos.com - Perawatan kulit tidak lagi identik dengan perempuan. Seiring berkembangnya tren kecantikan, laki-laki juga mulai melirik berbagai perawatan untuk menjaga penampilan. Namun, perawatan kulit pria dan perempuan dapat memerlukan pendekatan berbeda, mulai dari pemilihan produk hingga jenis treatment yang dilakukan.

Dokter Estetika MyClinic, dr. Clarissa Nathasia, mengatakan pasien perempuan masih mendominasi kunjungan ke klinik kecantikan. Meski begitu, laki-laki juga mulai menunjukkan ketertarikan terhadap perawatan estetika.

Dia mengungkapkan, karakteristik kulit pria dan perempuan memiliki sejumlah perbedaan yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan perawatan. Karena itu, pemilihan treatment tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang sama untuk semua pasien.

"Kulit pria sama kulit wanita itu biasanya beda. Biasanya kulit pria itu morfologinya lebih besar," ujar dr. Clarissa saat Grand Launching MyClinic di Jakarta, Sabtu (10/10).

Menurut dr. Clarissa, kebiasaan perawatan kulit juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Dia menyebut, laki-laki sebelumnya cenderung jarang menggunakan skincare. Namun, kebiasaan tersebut mulai berubah seiring meningkatnya minat pria terhadap perawatan kulit.

Adapun perbedaan karakteristik kulit dan kebiasaan tersebut turut menjadi pertimbangan dalam menentukan perawatan yang sesuai. dr. Clarissa menjelaskan, jenis treatment, serum yang digunakan, hingga jumlah sesi perawatan bisa berbeda antara satu pasien dan pasien lainnya.

"Mungkin beda dari jenis treatmentnya. Terus serum-serum yang digunakannya juga. Mungkin beberapa sesinya pun juga berbeda," ungkapnya.

Meski demikian, dia menekankan bahwa pemilihan perawatan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap individu. Konsultasi menjadi langkah penting agar dokter dapat memahami permasalahan kulit sebelum merekomendasikan tindakan.

Menurut dr. Clarissa, dokter juga perlu mendengarkan keluhan pasien dan memahami gaya hidupnya. Dengan begitu, perawatan yang diberikan tidak hanya mengikuti tren, tetapi berdasarkan hasil asesmen terhadap kondisi masing-masing pasien.

Dengan semakin beragamnya pilihan perawatan estetika, pria maupun perempuan perlu memahami kebutuhan kulit masing-masing sebelum menentukan treatment. Konsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan pendekatan perawatan yang sesuai, tanpa harus mengikuti semua tren kecantikan yang sedang populer.

EDITOR: Estu Suryowati