← Beranda
Kenali 2 Kondisi Saraf yang Sebabkan Tangan Kesemutan hingga Kebas saat Tidur Malam
Nurul Adriyana Salbiah• Rabu, 7 Oktober 2026 | 03.25 WIB
ILUSTRASI. Tangan terasa kesemutan hingga kebas saat tidur malam hari ternyata bisa disebabkan karena gangguan saraf. (Magnific)

JawaPos.com – Tangan terasa kesemutan hingga kebas saat tidur malam hari ternyata bisa disebabkan karena gangguan saraf. Terlebih rasa kesemutan tidak hilang setelah ganti posisi.

Diungkapkan dr. Puspasari, Sp.N, FIOM, FEEG, FPSG, F.Neurosomnologi, FEMG, KHS dari RS Bethsaida, keluhan kesemutan yang menetap harus diwaspadai adanya gangguan pada saraf. Ada dua kondisi gangguan saraf yang bisa menyebabkan kesemutan yakni Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dan gangguan saraf yang berasal dari leher seperti radikulopati servikal.

Meski sama-sama dapat menimbulkan kesemutan dan kebas pada tangan, keduanya terjadi pada lokasi saraf yang berbeda. 

Baca Juga: 4 Shio Ini Berpotensi Lepas dari Belenggu Utang pada Oktober 2026, Ada Jalan Rezeki Tak Terduga

Dipaparkan dr. Puspasari, Carpal Tunnel Syndrome (CTS) terjadi ketika salah satu saraf utama yang melewati pergelangan tangan mengalami tekanan pada jalurnya yang sempit. Biasanya keluhan ini datang pada malam hari dan bahkan membuat pasien terbangun.

“Keluhan CTS biasanya berupa kesemutan atau kebas pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis,” jelas dr. Puspasari baru-baru ini.

Bahkan, jika kondisi ini dibiarkan, kondisi tangan dapat melemah, mudah menjatuhkan benda, atau mengalami kesulitan melakukan gerakan halus. 

Tapi, kesemutan pada tangan juga bisa berasak dari gangguan saraf di area leher. Pada kondisi ini, saraf yang keluar dari tulang belakang di daerah leher mengalami iritasi atau tekanan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan perubahan pada tulang belakang, penyempitan jalur saraf, maupun gangguan pada bantalan tulang atau diskus.

“Jika sumber gangguan berasal dari leher, keluhan dapat berupa nyeri yang berawal dari leher kemudian menjalar ke bahu, lengan, hingga jari-jari tangan. Kesemutan atau kebas juga dapat muncul pada area tertentu sesuai dengan saraf yang mengalami gangguan,” papar dr. Puspasari.

Pada sebagian pasien, gangguan saraf dari leher juga dapat menyebabkan kelemahan pada kelompok otot tertentu. Menariknya, gangguan saraf leher tidak selalu disertai nyeri leher yang berat. Pada beberapa orang, keluhan yang paling terasa justru kesemutan atau kebas pada tangan.

Cara Menemukan Lokasi Penyebab Kesemutan

Untuk mengetahui penyebab awal kesemutan pada tangan memang diperlukan konsultasi mendalam dan pemeriksaan. Biasanya, dokter akan menilai pola keluhan, kondisi saraf, kekuatan otot, refleks, serta bagian tangan atau lengan yang mengalami gangguan rasa.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan EMG/NCS (Electromyography/Nerve Conduction Study). NCS membantu menilai bagaimana sinyal listrik berjalan melalui saraf, sedangkan EMG membantu mengevaluasi aktivitas listrik pada otot. 

EMG/NCS dapat membantu membedakan apakah gangguan lebih mengarah pada saraf di pergelangan tangan seperti pada CTS, saraf yang berasal dari leher, gangguan saraf tepi lainnya, atau kombinasi beberapa kondisi.

“Pada kondisi tertentu, pemeriksaan klinis, MRI, dan EMG/NCS dapat saling melengkapi. Tujuannya bukan hanya menemukan kelainan, tetapi memahami apakah kelainan tersebut sesuai dengan keluhan pasien,” tambah dr. Puspasari.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah