← Beranda
Kena Influenza Biasa Jangan Asal Cari Obat Oseltamivir, Ini 5 Imbauan Kemenkes
Tazkia Royyan Hikmatiar• Selasa, 29 September 2026 | 21.56 WIB
Ilustrasi seorang anak terserang influenza. (Magnific)

 

 

JawaPos.com - Di tengah meningkatnya kasus Influenza A, masyarakat diimbau tidak asal mencari atau mengonsumsi obat antivirus oseltamivir. Obat ini tidak boleh dikonsumsi tanpa resep dokter agar aman dan tepat guna.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan obat tersebut tidak boleh dipakai tanpa resep dan kebutuhan medis dari dokter. Ini demi mencegah penggunaan yang salah dan risiko kesehatan.

"Jangan membeli atau menyimpan Oseltamivir tanpa resep dokter dan tanpa kebutuhan medis yang telah ditentukan oleh dokter," ujar Dirjen Alat Kesehatan dan Kefarmasian Kemenkes Rizka Andalusia, Selasa (29/9).

Imbauan ini disampaikan karena masyarakat makin memperhatikan influenza dan khawatir sulit mendapat oseltamivir. Kemenkes minta masyarakat tidak membeli atau menyimpan obat hanya karena takut tertular atau kena influenza.

Berikut lima imbauan Kemenkes terkait penggunaan oseltamivir yang perlu diperhatikan masyarakat.

1. Jangan membeli atau menyimpan tanpa resep dokter

Kemenkes minta masyarakat tidak membeli atau menyimpan oseltamivir tanpa resep dokter. Penggunaan obat harus berdasarkan kebutuhan medis yang ditentukan tenaga kesehatan profesional.

Artinya, masyarakat tidak perlu menjadikan oseltamivir sebagai persediaan rumah hanya karena beredar banyak informasi influenza.

 

2. Jangan menggunakan obat milik orang lain

Masyarakat juga diimbau agar tidak memakai oseltamivir milik orang lain karena kondisi setiap pasien berbeda. Obat harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan pertimbangan tenaga medis.

Selain itu, masyarakat tidak dianjurkan menggandakan dosis atau mengubah aturan minum obat secara mandiri tanpa pengawasan medis.

3. Waspada hoaks

Rizka mengimbau masyarakat menggunakan sumber resmi dari Kemenkes, Dinas Kesehatan, rumah sakit, atau Puskesmas. Jangan menyebarkan klaim bahwa influenza A pasti berat atau setiap demam harus diberi antivirus.

 

4. Periksakan diri jika Influenza berat

Rizka menyarankan masyarakat untuk periksa ke tenaga kesehatan jika gejala memburuk, berat, atau jika termasuk kelompok risiko tinggi. Jangan sembarangan mengobati sendiri tanpa konsultasi medis.

 

5. Waspadai risiko resistensi antivirus

Kemenkes ingatkan bahwa penggunaan oseltamivir tanpa indikasi dan jangka panjang dapat menimbulkan masalah resistensi virus. Hal ini mengurangi efektivitas obat untuk pasien lain yang benar-benar perlu.

"Penggunaan Oseltamivir yang tidak sesuai indikasi medis dalam jangka panjang akan menyebabkan munculnya virus influenza yang kurang sensitif atau yang kita kenal sebagai resisten terhadap antivirus," ungkap Rizka.

Baca Juga: Influenza A Meningkat, Kemenkes Minta Rakyat Tak Panic Buying Oseltamivir karena Bukan Obat Massal

Karena itu, masyarakat diminta tidak panic buying dan tidak memakai oseltamivir sembarangan. Obat ini harus dipakai sesuai resep dan pemeriksaan dokter agar tetap efektif bagi yang membutuhkan. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan