JawaPos.com - Nama Indonesia kembali dibawa ke forum internasional. Prof. Dr. Deby Vinski menjadi salah satu pembicara dalam The Longevity Code Gala Dinner yang digelar di Venice, Italia, dalam rangkaian Venice Film Festival 2026.
Forum tersebut mempertemukan sejumlah pakar internasional yang bergerak di bidang stem cell, regenerative medicine, dan longevity. Prof. Deby hadir bersama Prof. Dr. Elena Baranova, President World Council of Preventive Medicine (WOCPM) Monaco; Prof. Jaime Rodriguez dari Barcelona; Dr. Daniel Pompa dari Amerika Serikat; serta Dr. Sara Caponigro dari Roma, Italia.
Diskusi dalam forum tersebut dimoderatori aktor Hollywood Clayton Norcross, yang dikenal melalui serial televisi The Bold and the Beautiful.
Kehadiran Prof. Deby tidak hanya membawa pembahasan mengenai perkembangan kedokteran regeneratif. Ia juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Indonesia di tengah forum yang dihadiri para pakar dari berbagai negara.
Prof. Deby tampil mengenakan kebaya Kutubaru berwarna pink handmade dengan detail payet dari Indonesian Heritage. Penampilannya dilengkapi kain karya Guruh Soekarno Putra dan clutch berbahan Ulos kombinasi crocodile dari Dekranasda Medan, Sumatera Utara.
Pilihan busana tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya Indonesia di forum internasional. Ia ingin menunjukkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat berjalan beriringan dengan kekayaan budaya Nusantara.
Baca Juga: Manfaat Terapi Stem Cell, Dari Peremajaan Wajah hingga Regenerasi Sendi
“Saya bangga berdiri di Venice membawa Merah Putih. Saya ingin dunia melihat bahwa Indonesia memiliki ilmu pengetahuan, inovasi, sekaligus budaya yang luar biasa untuk dibanggakan,” ujar Prof. Dr. Deby Vinski.
Prof. Deby dalam kesempatan tersebut didampingi sahabatnya, Lisa JK, yang juga mengenakan busana karya Indonesia. Keduanya turut menghadirkan unsur budaya Nusantara dalam acara yang mempertemukan sejumlah tokoh dari berbagai negara.
Bicara Stem Cell dan Longevity
Prof. Deby selama ini aktif membawa isu preventive medicine, regenerative medicine, stem cell, dan longevity ke berbagai forum internasional. Kiprahnya juga mencakup pengembangan layanan kesehatan yang mengedepankan pendekatan personal dan privasi pasien.
Vinski Tower dan CELLTECH Stem Cell Centre di Indonesia disebut menjadi bagian dari ekosistem layanan yang dikembangkan Prof. Deby di bidang tersebut. Konsep layanan yang menggabungkan teknologi dan pendekatan personal menjadi salah satu aspek yang ditonjolkan.
Dalam materi yang disampaikan, Prof. Marhaen Hardjo, yang disebut sebagai bagian dari Komite Sel Punca, menyampaikan mengenai penggunaan teknologi Quantum dalam ekosistem layanan tersebut. Teknologi itu disebut memiliki keberadaan terbatas secara global, termasuk di Vinski Tower Indonesia dan salah satu fasilitas di Jepang.
Layanan stem cell Prof. Deby juga disebut telah memperoleh pengakuan sebagai Centre of Excellence dari BD, perusahaan teknologi medis asal Amerika Serikat. Klaim tersebut menjadi bagian dari pengembangan CELLTECH Stem Cell Centre di Vinski Tower.
Meski demikian, perkembangan teknologi kedokteran regeneratif tetap membutuhkan penerapan standar ilmiah dan pelayanan yang sesuai dengan ketentuan medis. Prof. Deby menempatkan aspek tersebut sebagai bagian dari pengembangan regenerative medicine sekaligus upaya memperkenalkan kapasitas Indonesia di bidang tersebut.
Bawa Budaya Indonesia ke Panggung Dunia
Kehadiran Prof. Deby di Venice juga memperlihatkan bagaimana ilmu pengetahuan dan budaya dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Indonesia di forum internasional.
Kebaya, kain Nusantara, dan Ulos yang dikenakan tidak hanya menjadi pelengkap penampilan. Unsur tersebut sekaligus membawa identitas Indonesia ke tengah pertemuan para ilmuwan dan praktisi dari berbagai negara.
Setelah agenda di Venice, rangkaian kegiatan internasional Prof. Deby dijadwalkan berlanjut ke London. Ia disebut akan menghadiri World Consensus yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan 15 tahun WOCPM.
Agenda tersebut akan menjadi forum lanjutan untuk membahas perkembangan preventive medicine, regenerative medicine, dan longevity. Bagi Prof. Deby, rangkaian forum internasional tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring dan membawa perspektif Indonesia dalam pembahasan mengenai masa depan kesehatan.