JawaPos.com - Penyebaran Influenza menunjukkan peningkatan di beberapa daerah Indonesia. Anak-anak termasuk kelompok rentan, yang bisa mendapatkan komplikasi serius jika tertular influenza A.
Penularan influenza A dapat terjadi melalui percikan cairan dari hidung atau mulut ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, maupun berbicara. Percikan tersebut kemudian dapat terhirup oleh orang lain atau menempel pada berbagai permukaan benda yang berada di sekitarnya.
Karena itu, orang tua perlu mengetahui langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko anak terpapar influenza A dalam aktivitas sehari-hari. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu mengurangi risiko penularan. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua.
Baca Juga: Driver Tempuh Rute Tidak Sesuai Aplikasi, 9 Langkah Ini Bisa Cegah Penumpang Jadi Korban Kejahatan
1. Vaksinasi Flu Tahunan
Vaksinasi menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mencegah infeksi influenza A sekaligus menurunkan risiko komplikasi. Meski seseorang yang telah divaksin masih dapat terkena flu, vaksin dapat membantu mengurangi tingkat keparahan gejala dan risiko dampak serius akibat infeksi.
Komposisi vaksin influenza diperbarui secara berkala karena virus influenza terus mengalami perubahan melalui proses antigenic drift. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Global Influenza Surveillance and Response System (GISRS) memantau perkembangan virus influenza di berbagai negara. Berdasarkan pemantauan tersebut, WHO memberikan rekomendasi mengenai komposisi vaksin untuk belahan bumi utara dan selatan sebanyak dua kali dalam setahun.
2. Membiasakan anak untuk Cuci Tangan Secara Teratur
Membiasakan anak mencuci tangan dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu mengurangi risiko penularan influenza A. Virus dapat berpindah melalui berbagai permukaan benda yang sering disentuh, seperti gagang pintu, meja, hingga ponsel. Jika tangan yang terkontaminasi menyentuh hidung, mulut, atau mata, virus berpotensi masuk ke dalam tubuh.
Ajarkan anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama setidaknya 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan dibersihkan, termasuk telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan area sekitar kuku.
Jika sabun dan air tidak tersedia, penggunaan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen dapat menjadi alternatif. Anak juga sebaiknya dibiasakan membersihkan tangan sebelum makan, setelah batuk atau bersin, setelah menggunakan toilet, serta setelah menyentuh benda atau permukaan yang banyak digunakan bersama.
3. Menghindari Kontak Dekat dengan Orang yang Sakit
Berinteraksi secara dekat dengan seseorang yang terinfeksi influenza A dapat meningkatkan risiko anak tertular. Karena itu, orang tua perlu mengajarkan anak untuk menjaga jarak dan menghindari penggunaan barang pribadi secara bergantian dengan orang yang sedang mengalami gejala flu.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain tidak berbagi peralatan makan dan minum maupun handuk. Usahakan pula anak menjaga jarak sekitar 1–2 meter dari orang yang sedang sakit. Jika salah satu anggota keluarga mengalami influenza, memisahkan kamar tidur bila kondisi memungkinkan juga dapat membantu mengurangi kontak dekat selama masa sakit.
4. Mengajarkan Etika Batuk dan Bersin
Percikan yang keluar ketika seseorang batuk atau bersin dapat menjadi salah satu media penyebaran virus influenza A. Karena itu, penting bagi orang tua untuk membiasakan anak menerapkan etika batuk dan bersin sejak dini.
Ajarkan anak menutup hidung dan mulut menggunakan tisu ketika batuk atau bersin, kemudian segera membuang tisu tersebut ke tempat sampah yang tertutup. Jika tidak tersedia tisu, anak dapat menggunakan bagian dalam siku untuk menutup mulut dan hidung. Setelah batuk atau bersin, biasakan anak segera mencuci tangan agar kebersihannya tetap terjaga
5. Gunakan Masker saat sakit
Penggunaan masker dapat membantu mengurangi risiko penularan influenza A. Masker tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dari percikan yang berasal dari orang lain, tetapi juga membantu menahan percikan dari hidung dan mulut ketika seseorang sedang batuk atau bersin.
Orang tua dapat membiasakan anak menggunakan masker ketika berada di tempat umum yang ramai, terutama saat menggunakan transportasi umum. Masker juga sebaiknya digunakan ketika anak harus berada dekat atau merawat anggota keluarga yang sedang mengalami gejala flu.
Pilih masker yang dapat menutupi hidung dan mulut dengan baik serta tidak mudah longgar saat digunakan. Masker medis dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu memberikan perlindungan dari paparan virus.
6. Menerapkan kebersihan Lingkungan
Selain menjaga kebersihan diri, kondisi lingkungan rumah juga perlu diperhatikan untuk membantu mengurangi risiko penyebaran influenza A. Virus dapat menempel pada berbagai permukaan benda yang sering disentuh, sehingga kebersihannya perlu dijaga secara rutin, terutama ketika ada anggota keluarga yang sedang sakit.
Bersihkan secara berkala benda dan permukaan yang sering disentuh, seperti meja, gagang pintu, sakelar lampu, serta ponsel. Pastikan pula rumah memiliki ventilasi yang baik agar pertukaran dan sirkulasi udara tetap berjalan dengan lancar.
Jika ada anggota keluarga yang sedang sakit, seprai, handuk, dan pakaian yang digunakan sebaiknya dicuci secara rutin. Menggunakan air hangat saat mencuci juga dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga kebersihan barang-barang tersebut.
7. Memperkuat Sistem Imun Tubuh
Selain menerapkan langkah pencegahan dari luar, menjaga kondisi tubuh anak juga penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Daya tahan tubuh yang terjaga dapat membantu tubuh menghadapi berbagai infeksi, termasuk influenza A.
Orang tua dapat memenuhi kebutuhan nutrisi anak melalui makanan bergizi seimbang yang terdiri dari sayuran, buah-buahan, dan sumber protein. Pastikan anak juga mendapatkan waktu tidur yang cukup sesuai dengan usianya serta melakukan aktivitas fisik secara rutin. Selain itu, berikan anak waktu untuk beristirahat dan melakukan kegiatan yang menyenangkan agar tetap rileks dan tidak mengalami stres berlebihan.
8. Memastikan Sirkulasi Udara Tetap Baik
Ruangan yang tertutup dan memiliki sirkulasi udara kurang baik dapat meningkatkan risiko penyebaran virus melalui percikan dari saluran pernapasan. Karena itu, pastikan udara di dalam rumah maupun ruang belajar anak dapat berganti dengan baik.
Orang tua dapat membuka jendela secara berkala agar udara segar masuk dan sirkulasi udara di dalam ruangan menjadi lebih lancar. Langkah ini terutama penting ketika anak berada di ruangan bersama banyak orang atau saat ada anggota keluarga yang sedang mengalami gejala flu.
Melindungi anak dari influenza A tidak harus dimulai dari langkah yang rumit. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta memastikan anak mendapatkan nutrisi dan istirahat yang cukup dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan sehari-hari. Dengan membiasakan pola hidup bersih dan sehat sejak dini, orang tua dapat membantu anak tetap terlindungi saat beraktivitas di rumah maupun di luar rumah.