JawaPos.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendorong masyarakat dan tenaga medis aktif laporkan obat dicurigai bermasalah.
Pelaporan termasuk dugaan efek samping dan kejadian tidak diinginkan obat. Pelaporan dinilai penting untuk pantau keamanan obat sekaligus memperkuat perlindungan pasien. Langkah ini bertujuan mencegah risiko bagi pengguna obat.
"Keselamatan pasien merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dijaga sepanjang siklus hidup obat, mulai dari memastikan ketertelusuran dan keamanan produk hingga pemantauan keamanannya setelah beredar melalui pelaksanaan farmakovigilans," ujar Direktur Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat BPOM Nova Emelda, Kamis (17/9).
Menurutnya, setiap laporan yang diterima BPOM jadi informasi penting untuk ketahui profil keamanan obat. Ini juga mendukung upaya perlindungan keselamatan pasien lebih baik.
Masyarakat diminta memeriksa obat diperoleh melalui jalur resmi dan cek nomor izin edar lewat Cek BPOM. Cara ini membantu pastikan kualitas dan keamanan obat yang digunakan.
Senada, Associate Director, Medical & Regulatory Novo Indonesia dr. Riyanny Meisha Tarlinan sebut keselamatan pasien butuh keterlibatan semua pihak. Peran produsen hingga pasien sangat penting untuk keamanan obat.
"Melalui kolaborasi dan peran aktif setiap pihak, kita dapat bersama-sama mendukung perjalanan pengobatan yang lebih aman bagi pasien. Bagi Novo, upaya tersebut dimulai dari penerapan proses dan standar kualitas sebelum produk dipasarkan, sistem untuk memastikan keaslian produk, upaya mendukung deteksi produk ilegal, hingga pemantauan keamanan setelah produk digunakan melalui tanggung jawab Pharmacovigilance," jelas Riyanny.
Ia menambahkan, pasien mengalami kejadian tidak diinginkan atau efek samping setelah pakai obat perlu konsultasi tenaga kesehatan. Tindakan ini penting untuk tindaklanjut dan pemantauan keamanan produk.
Baca Juga: BPOM Batalkan Izin Tiga Obat Penambah Stamina Pria yang Mengandung Pyrimidenafil
Hal itu, katanya, penting kembali digalakkan bersamaan momentum Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026. Hari peringatan ini jatuh setiap 17 September dan mengingatkan pentingnya keselamatan pasien. (*)