JawaPos.com-Aktivitas berenang menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan.
Bahkan, berenang juga dapat menjadi salah satu terapi pendukung untuk proses pemulihan nyeri otot dan tulang belakang, termasuk keluhan saraf kejepit.
Berdasarkan informasi dari laman kemkes yang dikutip pada (15/9) aktivitas berenang termasuk ke dalam aktivitas Hydrotherapy.
Hydrotherapy adalah perawatan menggunakan air untuk tujuan kesehatan, misalnya menghilangkan nyeri atau untuk menyembuhkan luka.
Lebih lanjut, Hydrotherapy biasanya digunakan pada penderita radang sendi untuk membantu melatih persendian.
Tekanan dari air yang melawan gaya gravitasi memungkinkan penderita untuk melatih ototnya dengan beban yang lebih kecil terhadap sendi.
Hal ini sangat penting mengingat latihan fisik diperlukan untuk membantu penderita memulihkan jangkauan gerak sendi, memperkuat sendi, tendon, ligamen dan otot.
Kemudian, apakah setiap gaya renang aman dilakukan atau justru berpotensi memperburuk keluhan pada sendi dan tulang?.
Pada faktanya, ada beberapa gaya renang yang justru memperparah keluhan karena gerakannya membutuhkan kekuatan dan memberikan tekanan yang besar pada tulang dan sendi.
Lantas, gaya renang apa yang direkomendasikan untuk penderita saraf kejepit? Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman honestdocs pada (15/9) berikut beberapa gaya renang yang aman dilakukan untuk terapi gangguan saraf kejepit.
-
Gaya bebas
Renang gaya bebas dilakukan dengan menggerakkan kedua tangan secara bergantian dengan gerakan mengayuh ke depan, sedangkan kedua kaki bergerak naik turun ke atas dan ke bawah. Renang gaya bebas disarankan untuk penderita syaraf kejepit karena air dapat memberikan efek terapi dan membantu mengurangi beban pada tubuh. Sementara itu, gerakan renang dengan posisi tersebut dapat memberikan efek relaksasi sekaligus melatih otot melalui gerakan yang dilakukan secara berirama, sehingga dapat membantu mengurangi keluhan pada otot punggung.
-
Gaya punggung
Renang gaya punggung dilakukan dengan posisi tubuh terlentang. Posisi ini dapat melatih otot punggung melalui gerakan yang relatif lembut di dalam air, sekaligus mengurangi rasa kaku pada otot punggung. Dengan cara itu, aktivitas ini dapat menjadi terapi pendukung yang membantu meredakan sakit punggung dan gejala saraf kejepit.
Sementara itu, gerakan renang yang tidak dianjurkan pada penderita saraf kejepit adalah gaya kupu-kupu. Gaya kupu-kupu perlu dihindari terutama saat keluhan masih terasa. Hal ini terjadi karena gaya kupu-kupu membutuhkan kekuatan dan kelenturan yang lebih besar pada otot dan tulang. Gerakan ekstrem ini dapat membuat saraf terjepit anda semakin nyeri dan keluhan pun semakin terasa.