JawaPos.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut tren kasus influenza biasanya meningkat menjelang akhir tahun. Namun, kenaikan tersebut diperkirakan tidak akan menjadi lonjakan yang signifikan.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan terdapat sejumlah faktor yang dapat memengaruhi peningkatan kasus influenza. “Trennya sama, jelang akhir tahun akan naik kasus influenza, tapi bukan lonjakan signifikan. Ada faktor karhutla, erupsi gunung dan musim kemarau,” kata Aji, Senin (15/9).
Meski demikian, Aji memastikan kondisi influenza secara nasional masih terkendali. Berdasarkan pemantauan Kemenkes, tidak terdapat peningkatan proporsi kasus influenza pada pekan ini.
“Tingkat aktivitas influenza rendah. Tidak ada peningkatan proporsi kasus influenza di minggu ini dan tingkat aktivitas influenza sudah masuk dalam kategori aktivitas rendah, situasi nasional masih terkendali,” ujar Aji.
Berdasarkan data resmi Kemenkes, hingga 12 September 2026 menunjukkan bahwa proporsi influenza pada minggu ke- 35 meningkat 16 persen. Dari 22 persen di minggu lalu menjadi menjadi 38 persen. Dari kasus influenza yang terdeteksi 33 persen itu mayoritas terjadi pada kelompok usia 0-4 tahun.
Pada minggu ke-35 ini, dari total 175 spesimen yang diperiksa, terdeteksi 66 kasus positif influenza, terdiri atas 2 positif A (H3N2), 63 positif A (H1N1Pdm09), 1 positif B (Victoria),
Untuk mencegah penularan influenza, masyarakat diimbau kembali menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Terutama di tengah kondisi lingkungan yang dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan.
Aji mengingatkan masyarakat untuk rutin mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, serta memastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
“Cuci tangan pakai sabun, konsumsi makanan bergizi, cukup istirahat dan kalau sakit gunakan masker,” pungkasnya.