JawaPos.com - Banyaknya kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap makanan yang akan dikonsumsi anak-anak. Makanan yang sudah tidak layak konsumsi umumnya dapat dikenali dari perubahan bau, tekstur, warna, hingga rasa.
Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Jovita Amelia M.Sc., Sp.GK mengatakan, makanan yang sudah tidak layak konsumsi biasanya telah mengalami pembusukan dan terkontaminasi mikroorganisme, seperti bakteri, jamur, atau ragi. Namun, makanan yang tampak masih normal juga tidak selalu aman dikonsumsi.
Berikut ciri-ciri makanan yang sudah tidak layak makan:
1. Bau Berubah
Perubahan bau menjadi salah satu tanda yang dapat diperhatikan. Makanan yang sudah tidak layak makan dapat mengeluarkan bau asam, busuk, atau menyengat yang berbeda dari kondisi normalnya.
2. Tekstur Berubah
Makanan yang mengalami kerusakan juga dapat menunjukkan perubahan tekstur. Misalnya, makanan menjadi lebih lembek, berlendir, atau lengket dibandingkan kondisi normal.
3. Warna Berubah
Perubahan warna juga perlu diwaspadai. Pada makanan yang sudah rusak, dapat muncul titik-titik berwarna hijau, putih, atau hitam. Perubahan warna lain yang tidak semestinya juga dapat menjadi tanda makanan sudah tidak layak dikonsumsi.
4. Rasa Berubah
Jika makanan memiliki rasa yang berbeda dari biasanya, sebaiknya tidak dilanjutkan untuk dikonsumsi. Makanan yang sudah rusak dapat terasa asam, pahit, atau memiliki rasa aneh lainnya.
Makanan Tampak Normal Belum Tentu Aman
Jovita mengingatkan, makanan yang belum menunjukkan tanda-tanda basi secara fisik tetap berpotensi tidak layak dikonsumsi. Kondisi tersebut dapat terjadi apabila makanan telah terkontaminasi bakteri tertentu.
“Bisa kalau mungkin belum basi tapi tidak layak makan karena terkontaminasi bakteri seperti E. coli,” kata Jovita saat dihubungi JawaPos.com, Senin (14/9).
Karena itu, pemeriksaan makanan tidak cukup hanya mengandalkan penampilan atau aroma.
Ia menegaskan bahwa dalam penyediaan makanan untuk anak-anak, kebersihan, pengolahan, penyimpanan, serta keamanan makanan juga perlu diperhatikan untuk mencegah kontaminasi mikroorganisme yang tidak selalu dapat terlihat secara kasatmata.