← Beranda
Hanya 11,2 % dari 56,9 % yang Mendapat Perawatan, Masalah Kesehatan Gigi Masih Tinggi
Banu AdikaraSenin, 14 September 2026 | 04.13 WIB
ilustrasi gigi sehat. Sumber foto: Freepik

 

JawaPos.com — Masalah kesehatan gigi dan mulut masih banyak dialami masyarakat Indonesia, sementara akses terhadap perawatan oleh tenaga kesehatan gigi masih terbatas.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 56,9% penduduk berusia 3 tahun ke atas mengalami masalah gigi dan mulut, tetapi hanya 11,2% yang mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan gigi.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif, mulai dari membangun kebiasaan menjaga kebersihan gigi hingga meningkatkan akses terhadap pemeriksaan secara berkala.

Baca Juga: Edukasi Kesehatan Gigi dan Pemeriksaan Gratis Dorong Kesadaran Preventif Karyawan

Di Kabupaten Cianjur, upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian edukasi dan pemeriksaan gigi gratis dalam rangka Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGN) 2026 pada 11–12 September. Kegiatan yang digelar di Lapangan Desa Bojong Sabandar itu ditargetkan menjangkau 7.000 orang, terdiri dari 2.000 anak melalui edukasi dan sikat gigi bersama serta 5.000 masyarakat umum melalui pemeriksaan gigi gratis.

Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Cianjur, drg. H. Muchamad Sarbini Wahid Heryanto, MKM, mengatakan pencegahan perlu dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika gangguan kesehatan gigi sudah muncul.

“Kesehatan gigi dan mulut tidak hanya berkaitan dengan penanganan ketika masalah sudah muncul, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan dan kebiasaan yang tepat untuk mencegahnya. Karena itu, kami mengapresiasi kolaborasi ini sebagai langkah nyata untuk mendekatkan edukasi dan layanan kesehatan gigi kepada masyarakat, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya pemeriksaan gigi secara berkala,” ujarnya.

Baca Juga: 4 Alasan Kesehatan Gigi Tak Boleh Diabaikan, Bukan Hanya soal Penampilan

Kegiatan tersebut melibatkan Formula bersama International College of Dentists (ICD), PDGI Cianjur, dan Pemerintah Kabupaten Cianjur. Selain edukasi dan pemeriksaan, masyarakat juga mendapat 15.000 paket sikat dan pasta gigi untuk mendukung penerapan kebiasaan menjaga kesehatan gigi di rumah.

Ketua International College of Dentists (ICD) Section XVI Indonesia, Dr. drg. RM Sri Hananto Seno, SpBM(K), MM, FICD, mengatakan peningkatan kesehatan gigi masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Peningkatan taraf kesehatan gigi masyarakat memerlukan sinergi yang kuat antara sektor swasta, pemerintah, dan organisasi profesi. Keterlibatan ICD dalam program ini merupakan bagian dari upaya memastikan edukasi dan pelayanan yang diberikan memiliki standar yang baik, sekaligus membekali masyarakat dengan pengetahuan dan kebiasaan yang tepat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dalam jangka panjang,” ujarnya.

Managing Director Formula Jenifer Fransisca mengatakan edukasi kesehatan gigi perlu dibangun sejak dini dan dilakukan secara konsisten.

“Melalui HKGN 2026 di Cianjur, kami ingin membawa edukasi dan akses terhadap layanan kesehatan gigi lebih dekat kepada masyarakat. Kami percaya, Generasi Kuat Indonesia dapat tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten, mulai dari menjaga kesehatan gigi dan mulut hingga menerapkan pola hidup yang seimbang,” ungkapnya.

EDITOR: Banu Adikara