← Beranda
Korban Keracunan MBG Hilang Ingatan, Dokter Saraf Sebut Bersifat Sementara
Tazkia Royyan HikmatiarRabu, 9 September 2026 | 05.46 WIB
Ilustrasi petugas SPPG sedang menyiapkan menu MBG. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kasus hilang ingatan atau amnesia jadi sorotan, karena siswi SMK di Berastagi Sumatera Utara mengalaminya usai diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dokter spesialis saraf Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K) menyebut, umumnya keracunan makanan tidak selalu menyebabkan gangguan ingatan permanen, dan mayoritas bersifat sementara.

“Bila dikaitkan dengan keracunan makanan biasanya bersifat sementara. Mekanismenya bergantung pada beratnya kondisi dan jenis toksin,” kata Prof. Yuda saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (8/9).

Ia menerangkan, gangguan ingatan sementara dapat terjadi ketika keracunan makanan menyebabkan muntah dan diare berat hingga memicu dehidrasi.

Baca Juga: Dokter Ungkap Kemungkinan Penyebab Siswa Berastagi Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG

Kehilangan cairan dalam jumlah besar inilah yang dapat mengganggu keseimbangan tubuh dan fungsi otak.

“(Selain itu) karena gangguan elektrolit (terutama natrium), hipotensi (tensi yang menurun), hipoglikemia (kadar gula darah rendah), demam tinggi, atau gangguan ginjal,” papar Prof. Yuda.

Berbagai kondisi tersebut, lanjutnya, dapat menyebabkan acute confusional state atau delirium.

Itu adalah keadaan ketika seseorang mengalami gangguan kesadaran, perhatian, orientasi, dan fungsi kognitif secara akut.

“Setelah pulih, pasien kadang tidak mengingat dengan baik kejadian selama beberapa jam tersebut. Namun biasanya reversibel,” ungkapnya.

Baca Juga: Laboratorium Konfirmasi 4 Sampel Positif Dalam Kasus MBG Berastagi

Meski demikian, ada beberapa kasus hilang ingatan yang menetap cukup lama seperti akibat ensefalopati toksik akibat infeksi atau toksin pada saraf otak.

Meski begitu, Prof. Yuda mengingatkan bahwa istilah “kehilangan 70 persen ingatan” bukan istilah medis yang lazim digunakan untuk menggambarkan gangguan memori.

Penilaian kondisi pasien tetap membutuhkan pemeriksaan langsung untuk mengetahui jenis dan tingkat gangguan kognitif yang dialami.

Sebelumnya, viral dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami Febiola Br Purba, siswi asal Kabupaten Karo, Sumatra Utara.

Febiola dilaporkan mengalami kondisi medis serius setelah diduga menjadi korban keracunan hidangan MBG.

Baca Juga: Terjadi Lagi, 136 Siswa dan 1 Guru di SMAN 1 Tunjungan Blora Diduga Keracunan usai Santap MBG

Dampak yang dialaminya disebut membuat kemampuan mengingatnya menurun secara drastis hingga disebut mencapai 70 persen.

Ayah Febiola, Icuk Sugiarto Purba, mengatakan putrinya kini mengalami kesulitan mengenali orang-orang terdekat.

Bahkan, Febiola disebut tidak mengenali guru, teman sekelas, orang tua, maupun saudara kandungnya.

 

EDITOR: Bayu Putra