JawaPos.com - Ikan merupakan sumber makanan tinggi protein yang memiliki posisi istimewa dibandingkan makanan berprotein lainnya.
Pasalnya, konsumsi ikan sangat bermanfaat untuk mendukung fungsi otak sampai menjaga kesehatan penglihatan.
Kandungan asam lemak omega-3 pada ikan juga dikenal baik untuk kesehatan jantung.
Namun, mengolah ikan membutuhkan perhatian khusus dan kehati-hatian agar kualitas serta keamanannya tetap bisa terjaga.
Ikan termasuk salah satu bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan dan rentan terkontaminasi bakteri, terutama setelah ikan ditangkap dan mati.
Kandungan proteinnya yang tinggi, membuat ikan menjadi sasaran empuk bagi pertumbuhan mikroorganisme dan bakteri. Salah satu bakteri yang berisiko adalah Staphylococcus aureus.
Berdasarkan informasi dari laman dkp.jatimprov bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri patogen yang dapat menyebabkan keracunan pada manusia.
Prosesnya melibatkan kontaminasi silang melalui kontak langsung antara produk makanan dan tangan yang membawa bakteri ini. Gejala keracunan karena bakteri ini meliputi muntah, diare, mual, dehidrasi, kejang-kejang ringan atau berat, pingsan, menggigil dan menyebabkan kematian.
Memastikan ikan tetap dalam kondisi baik bukan hanya tanggung jawab produsen, melainkan juga menjadi tanggung jawab konsumen dalam memilih, menyimpan, dan mengolah ikan dengan cara yang tepat.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman labcito dan /kkp.go pada (08/09) berikut beberapa cara aman mengolah ikan untuk mengurangi risiko keracunan makanan.
-
Beli ikan fresh
Mencegah keracunan ikan dimulai dari memilih ikan dengan cara yang tepat. Pemilihan ikan berkualitas dapat mencegah risiko keracunan sampai 70%. Pemilihan bahan baku perlu dilakukan dengan membeli ikan fresh pada tempat terpercaya. Anda bisa mengamati kondisi fisik ikan mulai dari warna insang yang merah, bentuk yang masih utuh, mata jernih, serta aroma khas ikan yang segar.
-
Simpan pada suhu yang tepat
Setelah anda membelinya, selanjutnya proses penyimpanan ikan juga perlu dilakukan pada suhu yang tepat. Simpan ikan segar pada suhu 0-4 derajat celcius. Jika ikan tidak akan segera dimasak, sebaiknya simpan dalam freezer pada suhu sekitar -18 derajat celcius. Penyimpanan ikan juga dilakukan pada wadah kedap udara yang tertutup untuk menghindari kontaminasi dari bahan pangan lain.
-
Masak hingga benar-benar matang
Saat proses pemasakan, ikan perlu dimatangkan dengan suhu 63 derajat celcius, atau sampai daging berwarna putih susu. Memasak ikan dengan suhu yang tepat sampai benar-benar matang dapat membunuh berbagai bakteri yang mungkin terdapat pada ikan mentah termasuk staphylococcus aureus, Vibrio, Listeria, dan Salmonella .
-
Jaga kebersihan
Kebersihan ikan juga perlu dijaga. Mulai dari membersihkan ikan menggunakan air bersih yang mengalir, terutama di area perut untuk menghilangkan kotoran ikan. Hindari mencuci ikan dengan air panas karena dapat mempercepat proses pembusukan.
Selain itu, peralatan dapur juga perlu dipastikan kebersihannya. Pisau dapur dan talenan perlu dibedakan saat digunakan untuk memotong ikan. Cuci talenan dan pisau menggunakan sabun serta air mengalir setelah digunakan untuk mengolah ikan agar mengurangi risiko kontaminasi silang.
-
Konsumsi ikan maksimal dua hari setelah dibeli
Ikan harus segera diolah dan dikonsumsi maksimal dua hari setelah pembelian. Jangan mengolah ikan jika sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan, seperti bau yang menyengat dan tidak biasa, tekstur lembek, atau permukaan yang berlendir.
-
Rendam dengan perasan jeruk nipis
Air perasan jeruk nipis juga bisa menjadi cara melindungi ikan dari proses pembusukan. Perasan jeruk nipis dapat menghambat pertumbuhan beberapa bakteri karena permukaan ikan sangat asam, sehingga tidak ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang.
-
Perhatikan kondisi tubuh sebelum mengkonsumsi ikan
Kondisi tubuh yang kurang fit juga bisa berpengaruh saat anda mengkonsumsi ikan. Saat daya tahan tubuh anda sedang lemah, sebaiknya hindari konsumsi ikan mentah atau ikan yang tidak dimasak secara matang, karena dapat membuat risiko tinggi tubuh anda keracunan.
***