← Beranda
Kemenkes Pastikan Stok Masker Cukup, Sebut Kelangkaan Hanya di Tingkat Penjual Eceran
Tazkia Royyan HikmatiarSelasa, 8 September 2026 | 04.25 WIB
Momen anggota Dirlantas Polda Metro saat membagikan masker ke pengemudi Ojek Online. (Polda Metro Jaya)

JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan stok masker untuk menghadapi paparan abu vulkanik pascaerupsi Gunung Anak Krakatau masih mencukupi. Kelangkaan masker yang terjadi saat ini disebut hanya ditemukan di tingkat penjual eceran.

"Kelangkaan stok masker hanya terjadi di sejumlah tempat di tingkat penjual eceran, sementara stok di tingkat produsen dan distributor masih mencukupi," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman saat dihubungi JawaPos.com, Senin (7/9).

Ia mengatakan, isu kelangkaan masker pasca-meletusnya Gunung Anak Krakatau memang diikuti kenaikan harga di sejumlah toko, baik secara offline maupun online. Namun, kondisi tersebut tidak mencerminkan kelangkaan stok secara keseluruhan.

Baca Juga: 6 Tanda Kamu Tanpa Sadar Berperan sebagai “Orang Tua” Saat Menjalani Hubungan Menurut Psikologi

Aji mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian masker secara berlebihan. Masker sebaiknya dibeli sesuai kebutuhan agar pasokan tetap dapat diakses masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik.

“Masyarakat diimbau membeli masker sesuai kebutuhan dan tidak melakukan ‘panic buying’ atau penimbunan,” tegasnya.

Tak Harus Masker KN95

Dalam kondisi paparan abu vulkanik, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi yang baik, seperti N95, KN95, KF94 atau jenis yang setara.

Namun, apabila masker tersebut belum tersedia, Ajj menyebut bahwa masyarakat tetap dapat menggunakan masker medis yang tersedia dengan cara pemakaian yang benar.

Baca Juga: PT Toba Pulp Lestari Jadi Tersangka Korupsi Transfer Pricing, Kerugian Negara Rp 2 Triliun

Ia memastikan bahwa Kemenkes bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus memantau ketersediaan, distribusi, serta harga masker di pasaran. Pemantauan dilakukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik, khususnya akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Selain memantau pasokan di pasaran, Kemenkes juga memperkuat dukungan logistik kesehatan sesuai kebutuhan di wilayah terdampak.

"Hingga kini, pemerintah telah mendistribusikan lebih dari 100.000 masker N95 dan masker medis, ribuan kacamata goggle, obat-obatan, serta alat kesehatan secara gratis," ungkap Aji.

Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah daerah yang terdampak paling parah, termasuk Lampung, Banten, Jawa Barat, dan Jakarta.

Di sisi lain, untuk mencegah terjadinya kelangkaan dan lonjakan harga yang tidak wajar, Kemenkes juga telah berkoordinasi dengan produsen dan distributor masker.

Baca Juga: 7 Alasan Mengapa Orang-Orang Kerap Menemukan Kebahagiaan di Pagi Hari Menurut Psikologi

Aji mengatakan, koordinasi dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan sekaligus memastikan distribusi masker dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan.

“Pelaku usaha diimbau tidak melakukan penimbunan atau pembatasan pasokan yang menyebabkan kelangkaan stok dan kenaikan harga secara tidak wajar yang dapat merugikan masyarakat,” tandasnya.

EDITOR: Bintang Pradewo