← Beranda
Cara Ajarkan Anak Hidup Bersih dan Sehat dari Sekolah, Bukan Cuma Cuci Tangan
Nurul Adriyana SalbiahMinggu, 6 September 2026 | 05.40 WIB
Ilustrasi anak-anak.

JawaPos.com – Membiasakan anak hidup bersih dan sehat bukan hanya perlu diajarkan di rumah tapi juga harus melibatkan pihak sekolah. 

Diungkapkan dr. Niken Wastu Palupi, MKM., Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Kemenkes RI, menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini sangat penting agar dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari hingga anak-anak tumbuh dewasa.

Misalnya, kebiasaan baik ini tidak hanya berhenti pada cuci tangan pakai sabun, tapi juga rutin melakukan cek kesehatan. Atau sekadar membuang sampah sesuai dengan peruntukannya.

Baca Juga: Dewa Rezeki Berpihak, 5 Shio Ini Diprediksi Dapat Keuntungan Besar

Sehingga, edukasi kebiasaan baik ini tentu perlu melibatkan banyak pihak bukan hanya lingkungan keluarga. Salah satunya sekolah serta swasta. Makin sering dilakukan, maka kebiasaan tersebut akan terbentuk. Itu bisa dilakukan di sekolah.

Seperti yang terlihat dalam program edukasi Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis) Sekolah Sehat 2026. Program edukasi ini berfokus pada peningkatan pemahaman peserta didik khususnya dalam pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu juga soal manajemen menstruasi, serta membangun kesadaran diri dalam menjaga lingkungan serta pemilahan sampah kemasan. 

Bahkan, modul edukasi juga dirancang untuk memberikan pemahaman tentang arti pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama, termasuk memutus praktik perundungan (bullying) di sekolah.

“Melalui edukasi ini tentunya diharapkan anak-anak dapat menambah ilmu dan pemahaman yang lebih baik sehingga mereka bisa tumbuh menjadi anak yang bersih, sehat, dan cerdas,” ungkap dr. Niken. 

Dikatakan dr. Niken, program milik Kao Indonesia ini sebenarnya sejalan dengan kampanye pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) khususnya di tingkat satuan pendidikan. Di mana, selain menjaga perilaku hidup sehat, tapi juga penting untuk berolahraga dan beraktivitas fisik.

Sementara itu, Dr. Maulani Mega Hapsari, S.IP., M.A., Direktur Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikdasmen RI, mengungkapkan, pembiasaan hidup bersih dan sehat yang menjadi landasan penting dalam mewujudkan generasi cerdas.

Terlebih, anak-anak memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif bagi masa depan Indonesia, terutama dengan tumbuh menjadi pribadi yang aktif dan kreatif.

“Kami berharap program ini dapat terus berlanjut, diperluas, diimbaskan, serta direplikasi oleh ke satuan pendidikan lainnya sehingga praktik baik yang telah dikembangkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta didik dan ekosistem pendidikan,” ujar Maulani.

Pemilahan Sampah

Tahun ini, selain melalui program edukasi, para siswa juga diajak untuk membiasakan diri memilah sampah kemasan bekas pakai melalui penyediaan waste point dengan semangat Anak KAO Bijak Sampah. Sebagai bentuk perpanjangan program, anak-anak perwakilan sekolah dipilih untuk menjadi agen perubahan melalui program Duta Anak KAO.

Diungkapkan Shoichi Hasegawa, Presiden Direktur Kao Indonesia, pihkanya percaya bahwa kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini dapat menjadi fondasi bagi terbentuknya generasi yang sehat, aktif, dan peduli terhadap lingkungan. Baginya, sebagai bagian dari masyarakat, pihaknya memiliki peran penting untuk terus memberikan edukasi serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. 

“Oleh karena itu, kami berharap program Anak KAO dapat terus memberikan dampak positif yang berkelanjutan dan mendorong semakin banyak pihak untuk bersama-sama berkontribusi dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang lebih sehat, cerdas, dan peduli terhadap lingkungan,” kata Shoichi.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah