JawaPos.com - Tanaman Tamanu yang berasal dari Sulawesi telah lama dikenal sebagai salah satu bahan alami yang banyak dimanfaatkan dalam perawatan kulit. Minyak Tamanu juga kerap digunakan dalam produk skincare, termasuk untuk membantu merawat kulit berjerawat.
Namun, penggunaan Tamanu untuk kulit acne-prone tidak sesederhana mengoleskan Tamanu Oil. Karakteristik minyak serta kandungan bioaktif di dalamnya perlu diperhatikan agar potensinya dapat dimanfaatkan secara optimal.
Maudy Ayunda, Co-Founder From This Island yang menghadirkan Tamanu Acne Series mengatakan bahwa tanaman ini menjadi bukti bahwa kekayaan alam Indonesia bisa jadi kemampuan hebat jika ditopang dengan riset.
Baca Juga: Punya Intuisi Tajam hingga Karisma Kuat, 7 Weton Ini Konon Bikin Orang Segan
"Karena itu, kami memilih memulai dari laboratorium," ujarnya, Kamis (13/8).
Kolaborasi bersama Sekolah Farmasi ITB & EBM SciTech mengungkap lima fakta soal tanaman Tamanu yang menarik untuk diketahui.
1. Tidak Semua Tamanu Oil Cocok untuk Kulit Berjerawat
Meski dikenal sebagai bahan alami yang baik untuk kulit, Tamanu Oil dalam bentuk aslinya belum tentu menjadi pilihan terbaik bagi pemilik kulit acne-prone.
Teksturnya yang padat dan kaya lipid dapat terasa terlalu berat bagi kulit yang rentan berjerawat sehingga berpotensi menyumbat pori-pori.
Karena itu, pendekatan terhadap Tamanu tidak hanya dilakukan dengan menggunakan minyak secara utuh, tetapi juga dengan mengeksplorasi fraksi bioaktif yang lebih relevan untuk kebutuhan kulit berjerawat.
2. Potensi Tamanu Dikembangkan Melalui Riset
Potensi Tamanu kemudian diteliti lebih lanjut oleh From This Island bersama Sekolah Farmasi ITB dan EBM SciTech Research Center.
Riset yang berlangsung hampir tiga tahun tersebut mengeksplorasi potensi Tamanu sekaligus mengoptimalkan proses pemisahan dan pemurnian fraksi bioaktifnya. Dari penelitian tersebut kemudian lahir PolyAcNix™, proprietary bioactive yang menjadi inti inovasi Tamanu Acne Series.
PolyAcNix™ merupakan hasil kolaborasi bersama Sekolah Farmasi ITB dan EBM SciTech sekaligus menjadi langkah awal untuk membangun intellectual property yang berasal dari Indonesia dan dapat bersaing di tingkat global.
3. Fraksi Bioaktif Tamanu Digunakan dalam Konsentrasi Lebih Rendah
Berbeda dari penggunaan Tamanu Oil secara keseluruhan, PolyAcNix™ dikembangkan dengan memanfaatkan fraksi bioaktif yang dianggap relevan untuk kulit berjerawat.
Berdasarkan pengujian laboratorium yang disampaikan perusahaan, PolyAcNix™ menunjukkan aktivitas antibakteri lebih tinggi dibandingkan Tamanu Oil konvensional.
Dalam jumlah yang lebih rendah, PolyAcNix™ juga disebut mampu memberikan manfaat regenerasi sel kulit dan performa antijerawat yang lebih optimal dibandingkan Tamanu Oil konvensional.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan alami dalam skincare bukan hanya soal memilih tanaman, tetapi juga memahami bagian mana yang memiliki potensi manfaat bagi kulit.
4. Efektivitas Tamanu Acne Series Diuji di Laboratorium dan Klinis
Tamanu Acne Series yang terdiri dari Tamanu Acne Defense Serum dan Tamanu Rapid Acne Spot Treatment telah melalui serangkaian pengujian laboratorium. Khusus Tamanu Acne Defense Serum, efektivitas formulanya juga telah diuji secara klinis.
Berdasarkan hasil uji klinis yang disampaikan From This Island, penggunaan Tamanu Acne Defense Serum selama 14 hari menunjukkan pengurangan jerawat meradang pada 81 persen subjek.
Hasil pengujian laboratorium juga menunjukkan pengurangan tampilan pori hingga 86,8 persen. Sementara berdasarkan penilaian mandiri, 97 persen subjek menyatakan produk membantu mengontrol jerawat, 94 persen merasa jerawat matang lebih cepat membaik, 82 persen merasakan jumlah komedo berkurang, dan 88 persen merasakan kulit menjadi lebih tidak berminyak.
Sementara itu, formula Tamanu Rapid Acne Spot Treatment disebut menunjukkan penurunan kemerahan dan minyak berlebih. Sebanyak 88 persen subjek juga menyatakan kondisi jerawat mereka membaik.
5. Tamanu Menjadi Contoh Pemanfaatan Kekayaan Alam Indonesia
Tamanu menjadi salah satu contoh bagaimana tanaman yang berasal dari kekayaan biodiversitas Indonesia dapat dikembangkan melalui pendekatan ilmiah.
Kolaborasi antara industri dan akademisi dalam penelitian Tamanu menunjukkan bahwa bahan alami dapat terus dieksplorasi untuk menghasilkan bahan aktif yang lebih spesifik sesuai kebutuhan kulit.
Melalui kolaborasi dengan Sekolah Farmasi ITB dan EBM SciTech Research Center, From This Island mengembangkan PolyAcNix™ sebagai proprietary bioactive yang menjadi inti Tamanu Acne Series.