JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang berkomentar tidak etis terhadap curhatan pasien BPJS di media sosial.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik usai pasien tersebut kemudian dikabarkan meninggal dunia.
"Kemenkes menyayangkan beredarnya komentar dari sebagian tenaga medis/tenaga kesehatan di media sosial yang terkesan tidak berempati terhadap pasien maupun keluarganya yang sedang menjalani pelayanan kesehatan," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman kepada wartawan, Rabu (5/8).
Atas peristiwa itu, Aji mengingatkan agar para nakes mengedepankan empati dan komunikasi yang baik dalam menanggapi keluhan dari masyarakat karena termasuk dalam tanggung jawab pekerjaan.
Baca Juga: Nakes Ramai-Ramai Minta Maaf Usai Komentar Tak Etis ke Pasien BPJS Sebelum Wafat
"Hal ini juga merupakan bagian dari profesionalisme tenaga medis dan tenaga kesehatan," tandasnya.
Sebelumnya, sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang sempat melontarkan komentar tidak etis terhadap unggahan seorang pasien pengguna BPJS Kesehatan di Threads ramai-ramai menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf.
Hal itu setelah diketahui pemilik utas tersebut meninggal dunia dan netizen meneror mereka.
Kasus ini bermula dari unggahan akun Threads @yurizaltrich yang mengeluhkan belum mendapatkan ruang perawatan selama delapan jam.
Dalam unggahannya, ia menulis, "8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs."
Baca Juga: Kemensos dan BPJS Kesehatan Integrasikan Data PBI JK, Cegah Salah Sasaran
Alih-alih mendapat tanggapan memuaskan, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar yang dinilai tidak berempati.
Beberapa akun yang mengaku sebagai tenaga kesehatan melontarkan komentar bernada sinis.
Bahkan ada yang menyarankan pasien masuk ke ruang jenazah hingga mengucapkan kalimat yang mengarah pada tindakan menyakiti diri sendiri.
Perbincangan berubah drastis setelah akun @hilperd yang mengaku sebagai sepupu pemilik utas, mengabarkan bahwa Yurizal telah meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
"Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 Juli kemarin, karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat bgt. Maafin sepupu saya kalau curhat gini di Threads. Sebelumnya dia sakit enggak pernah cerita ke mana-mana bahkan ke keluarga, apa-apa disimpan sendiri. Sudah ya jangan ada hate lagi di sini," tulis akun tersebut.
Kabar itu memicu gelombang reaksi dari warganet. Banyak pengguna media sosial kemudian menelusuri akun-akun yang sebelumnya memberikan komentar tidak pantas kepada korban.
Setelah identitas mereka ramai diperbincangkan, sejumlah nakes akhirnya muncul ke publik untuk menyampaikan permintaan maaf.