← Beranda
474 Ribu Kasus Kanker Baru per Tahun, Menkes: Skrining Jadi Kunci Menekan Kematian 
Tazkia Royyan HikmatiarRabu, 5 Agustus 2026 | 00.08 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

 

JawaPos.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa perluasan akses skrining atau deteksi dini menjadi langkah paling penting untuk menekan tingginya angka kematian akibat kanker di Indonesia. Upaya tersebut dinilai harus diperkuat seiring masih besarnya beban penyakit kanker yang dihadapi masyarakat.

Hal itu disampaikan Budi saat menjadi keynote speaker dalam Bogor Oncology Summit SWICC (BOSS) 2026 yang digelar dalam rangka peringatan satu tahun Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC).

"Upaya promotif dan preventif harus diperkuat, termasuk memperluas akses skrining agar kanker dapat terdeteksi lebih awal," ujarnya, dikutip Selasa (4/8).

Pernyataan tersebut sejalan dengan tingginya angka kasus kanker di Indonesia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GCO) 2024, Indonesia memiliki lebih dari 1,13 juta penderita kanker. Setiap tahunnya tercatat sekitar 474 ribu kasus baru dengan lebih dari 283 ribu kematian akibat penyakit tersebut.

Baca Juga: Mencegah Stunting dan Masalah Gizi: Begini Cara Benar Mengukur Pertumbuhan Anak

Data tersebut menunjukkan bahwa masih banyak kasus kanker yang ditemukan ketika sudah memasuki stadium lanjut, sehingga peluang keberhasilan pengobatan menjadi lebih rendah. Karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan secara berkala dinilai menjadi salah satu strategi utama untuk menurunkan angka kematian.

Presiden Director Sentra Medika Hospital Group, Dr. drg. Eddy Suharso, S.H., M.Kes., mengatakan keberadaan SWICC di wilayah penyangga Jakarta bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kanker yang lebih komprehensif.

Menurutnya, SWICC mengusung konsep One Stop Cancer Care sehingga pasien dapat memperoleh layanan mulai dari edukasi, deteksi dini, diagnosis hingga terapi dalam satu sistem yang terintegrasi.

Sebagai bagian dari peringatan satu tahun berdirinya SWICC, rumah sakit tersebut juga meluncurkan program 500 skrining kanker gratis bagi masyarakat. Program tersebut meliputi pemeriksaan kanker payudara, serviks, hati, kolorektal, dan prostat untuk mendorong deteksi dini.

Selain layanan skrining, SWICC juga menggelar kampanye edukasi bertajuk Stronger in Awareness, Together in Detection melalui webinar nasional dan seminar kesehatan. Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan serta deteksi dini kanker.

Bogor Oncology Summit SWICC (BOSS) 2026 turut menghadirkan lebih dari 30 dokter spesialis onkologi dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka membahas perkembangan terbaru dalam penanganan berbagai jenis kanker, mulai dari kanker payudara, paru, serviks, kolorektal hingga leukemia.

Ketua Panitia BOSS 2026, dr. Ronaningtyas Maharani, MARS, CRMP, mengatakan forum tersebut tidak hanya menjadi wadah berbagi perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memperkuat jejaring tenaga kesehatan agar penanganan kanker di Indonesia semakin terstandarisasi dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran terbaru.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan