JawaPos.com - Proses melahirkan dengan cara apapun sebenarnya baik dan merupakan perjuangan hebat seorang ibu. Namun, banyak ibu yang berkeinginan untuk melahirkan secara alami. Kuncinya tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik ibu hamil.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Siloam Hospitals TB Simatupang dr. Natassa Zefanya Darsana, Sp.OG mengatakan, kesiapan mental justru menjadi langkah pertama yang perlu dibangun sejak masa kehamilan.
Menurut dr. Natassa, ibu hamil sebaiknya lebih dulu menanamkan keyakinan bahwa dirinya dan bayi mampu menjalani proses persalinan alami. Pola pikir positif tersebut kemudian perlu didukung dengan pengelolaan berat badan, olahraga rutin, hingga evaluasi kondisi janin menjelang persalinan.
"Diusahakan diaminin dulu sama ibunya, 'Aku bisa, bayiku bisa.' Itu dulu," katanya kepada wartawan, Selasa (4/8).
Baca Juga: Polda Metro Jaya Bakal Periksa Bigmo Terkait Promosi Vape ke Anak-Anak
Selain kesiapan mental, dr. Natassa juga menekankan pentingnya menjaga kenaikan berat badan selama kehamilan sesuai indeks massa tubuh (BMI) sebelum hamil. Menurutnya, kebutuhan kenaikan berat badan setiap ibu berbeda, bergantung pada apakah sebelum hamil tergolong kurus, memiliki berat badan normal, atau mengalami overweight maupun obesitas.
"Kalau underweight naiknya memang harus lebih banyak. Kalau berat badan normal ada kisarannya, sedangkan kalau overweight atau obesitas kenaikannya justru lebih sedikit," jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa kenaikan berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti preeklamsia, diabetes gestasional, hingga bayi lahir dengan ukuran terlalu besar. Kondisi tersebut dapat mengurangi peluang ibu menjalani persalinan alami.
Oleh karena itu, dr. Natassa menyarankan ibu hamil tetap aktif berolahraga sesuai anjuran dokter. Berbagai aktivitas seperti yoga, pilates, berenang, senam hamil, hingga latihan menggunakan gym ball dinilai dapat membantu mempersiapkan tubuh menghadapi proses persalinan.
"Olahraga membantu panggul menjadi lebih fleksibel, sekaligus meningkatkan stamina serta kesehatan jantung dan paru-paru untuk menyokong kehamilan," tuturnya.
Menjelang usia kehamilan 36 hingga 37 minggu, ibu hamil juga perlu menjalani evaluasi untuk mengetahui posisi kepala bayi dan apakah sudah masuk ke panggul. Pemeriksaan tersebut membantu dokter menentukan kemungkinan persalinan normal.
"Kalau usia 36 minggu belum masuk panggul, biasanya kita tunggu sampai 37 minggu. Tetapi kalau bayinya besar dan sampai usia kehamilan 39 minggu belum juga masuk panggul, kemungkinan memang tidak memungkinkan lahir melalui jalan lahir karena justru bisa membahayakan ibu maupun bayi," pungkasnya.