← Beranda
Pakar Polimer ITB Sebut Usia Galon Guna Ulang Tak Bisa Dibatasi
Latu Ratri MubyarsahSabtu, 25 Juli 2026 | 18.13 WIB
Ilustrasi galon guna ulang. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Pakar Polimer Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr.Eng. Hafis Pratama Rendra Graha, S.T., M.T. mengatakan, tidak perlu pembatasan usia galon guna ulang. Sudah ada peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang sudah mengatur keamanan galon melalui batas aman migrasi Bisfenol A (BPA) yang diizinkan ada dalam produk airnya.

”Kan sudah ada standar BPOM terkait migrasi BPA yang diizinkan. Jadi, tidak perlu lagi ada pembatasan usia galon. Kalau sudah melebihi batas migrasi yang sudah ditetapkan, otomatis galon itu tidak bisa lagi digunakan, dan umurnya sudah habis,” ujar Hafis Pratama Rendra Graha.

Menurut dia, sulit untuk menetapkan usia galon itu harus misalkan dua tahun atau lima tahun. Itu membutuhkan rincian dan pengujian lebih lanjut. Kecuali, menurut dia, ada data pendukungnya secara ilmiah.

Baca Juga: Paparan Timbal di Rumah Jadi Ancaman Kesehatan Anak, Ahli Dorong Penggunaan Material Aman

”Kalau itu nggak dilakukan, susah untuk menentukan umur galonnya,” ucap Hafis Pratama Rendra Graha.

Yang jelas, lanjut dia, selama BPOM masih memberikan izin edarnya terhadap galon-galon itu, berarti masih aman untuk digunakan sebagai kemasan air minum. ”Jadi, yang bisa menentukan kapan galon itu untuk ditarik dari peredaran cuma BPOM. Tapi, mengenai berapa umur galon yang baik, itu pertanyaannya sederhana tapi jawabannya susah,” cetus Hafis Pratama Rendra Graha.

Sebelumnya, Pengamat Pangan sekaligus Dosen dan Peneliti di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan dan Seafast Center IPB University Nugraha Edhi Suyatma mengatakan, secara teoritis galon guna ulang itu sudah di-treatment oleh produsen sebelum beredar di masyarakat.

Baca Juga: Hari Anak Nasional 2026, Buku Cerita Hadir untuk Dampingi Anak Pejuang Kanker Jalani Pengobatan

”Mereka punya standar internal terkait mutu fisik, kimia dan keamanan pangannya. Jadi, insya Allah aman,” kata Nugraha Edhi Suyatma.

Dia menjelaskan, berdasar informasi yang diperolehnya dari seorang peneliti yang terlibat dalam penelitian galon guna ulang, kerja sama Seafast IPB dengan BPOM, galon yang sudah diguna ulang sebanyak 50 kali dengan kondisi suhu penyimpanan yang ekstrim, itu masih memenuhi regulasi standar BPOM terkait migrasi BPA.

”Itu artinya, selama penggunaan ulang, galon itu masih aman karena migrasi senyawa spesifiknya tidak akan melebihi batas maksimum yang distandarkan,” tukas Nugraha Edhi Suyatma.

Jadi, menurut dia, usia galon guna ulang itu tergantung dengan treatment atau perlakuan dari para konsumen. Artinya, kata dia, usia galon itu tergantung bagaimana memperlakukannya.

”Jadi, perlakukan para konsumen lebih mempengaruhi usia atau ketahanan daripada galon itu menjadi cepat rusak atau tidak,” tegas Nugraha Edhi Suyatma.

Menurut dia, untuk melihat galon air mineral masih layak pakai atau tidak sebenarnya sangat mudah. Dikatakan, ada ciri-ciri yang bisa diperhatikan para konsumen. Di antaranya, dari integritas kemasannya apakah masih jernih atau tidak, ada atau tidaknya goresan di bagian dalam, dan apakah permukaannya masih halus atau tidak.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele, Ini 7 Cara Menghindari Penyakit yang Menular Lewat Air

”Jadi, usia galon itu bermacam-macam, ada yang hanya dua sampai tiga tahun bahkan lebih, dan itu sangat tergantung penggunaan dan bagaimana treatment-nya,” tutur Nugraha Edhi Suyatma.

”Kalau penggunaannya bagus dan tidak ada garis atau mungkin tidak tergores dan terbentur, mungkin galon itu bisa lebih lama lagi. Yang paling utama itu bukan usia galon tapi kondisi sebelum diisi. Walaupun baru dua bulan, tapi kalau kondisinya sudah tidak bagus (retak, terkena cemaran), itu tidak akan digunakan lagi oleh produsen,” imbuh dia.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah