← Beranda
Benarkah Konsumsi Buah di Malam Hari Berisiko Meningkatkan Kadar Gula Darah? Simak Penjelasan dari Ahli Gizi!
AntaraKamis, 9 Juli 2026 | 16.52 WIB
Tanda diabetes yang sering diabaikan, dari gula darah hingga gejala fisik (Magnific/Rawpixel.com)

 

JawaPos.com - Buah merupakan salah satu sumber vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Karena kandungan gizinya yang lengkap, buah sering direkomendasikan sebagai camilan sehat maupun pelengkap menu harian.

Namun belakangan ini muncul anggapan bahwa mengonsumsi buah pada malam hari dapat meningkatkan kadar gula darah secara signifikan, bahkan disebut-sebut berisiko mengganggu kesehatan. Benarkah demikian?

Berkaitan dengan informasi tersebu, sebagian orang memilih menghindari buah setelah matahari terbenam karena khawatir kandungan gula alaminya akan lebih mudah menumpuk di dalam tubuh.

Di sisi lain, tidak sedikit yang tetap menjadikan buah sebagai camilan malam karena dianggap lebih sehat dibandingkan makanan tinggi gula, garam, atau lemak jenuh.

Menurut para ahli gizi, dampak konsumsi buah terhadap kadar gula darah tidak hanya ditentukan oleh waktu makan, tetapi juga dipengaruhi oleh jenis buah, porsi yang dikonsumsi, kondisi kesehatan seseorang, serta pola makan secara keseluruhan.

Selain itu, kandungan serat dalam buah berperan penting dalam memperlambat penyerapan gula, sehingga respons gula darah dapat berbeda dibandingkan saat mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula tambahan.

Memahami fakta ilmiah mengenai konsumsi buah di malam hari penting agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar.

Dengan mengetahui penjelasan dari ahli gizi, Anda dapat menentukan waktu dan porsi konsumsi buah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh tanpa harus mengorbankan manfaat nutrisinya.

Lantas, benarkah makan buah pada malam hari dapat meningkatkan kadar gula darah dan sebaiknya dihindari?

Simak penjelasan lengkap dari ahli gizi berikut ini beserta fakta-fakta yang perlu Anda ketahui.

Aahli gizi sekaligus spesialis edukasi diabetes Kimberley Rose-Francis menjelaskan tubuh memiliki mekanisme untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil selama tidur melalui kerja hormon dan pelepasan glukosa dari hati, dikutip dari laman Eating Well.

Ahli gizi Lucy Zhang mengatakan satu porsi buah utuh sebelum tidur umumnya tidak menyebabkan kenaikan gula darah yang drastis karena tubuh mampu memproduksi dan menggunakan insulin secara efektif untuk mengatur kadar glukosa.

Namun, respons tersebut dapat berbeda pada penderita diabetes atau resistensi insulin. Menurut Rose-Francis, beberapa penelitian menunjukkan camilan tinggi karbohidrat sebelum tidur dapat meningkatkan kadar gula darah pada malam hari pada kelompok tersebut.

Meski demikian, buah tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang ramah bagi penderita diabetes. Zhang menyarankan memilih buah utuh yang kaya serat dibandingkan jus buah karena serat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah.

Untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, para ahli merekomendasikan mengonsumsi buah bersama sumber protein atau lemak sehat, seperti apel dengan selai kacang, anggur dengan keju, atau beri dengan yogurt Yunani.

Selain itu, pilih buah yang belum terlalu matang karena mengandung lebih banyak pati resisten, batasi porsi sekitar satu buah berukuran sedang atau satu cangkir buah segar, serta berjalan kaki selama sekitar 10 menit setelah makan untuk membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi.

Menurut para ahli, bagi sebagian besar orang sehat, buah tetap menjadi pilihan camilan malam yang bergizi karena kaya serat, vitamin, mineral, dan antioksidan.

EDITOR: Novia Tri Astuti