← Beranda
Menkes Sebut Korban Penganiayaan Berat di Bandung akan Jalani Rekonstruksi Wajah di RSHS
Tazkia Royyan HikmatiarRabu, 24 Juni 2026 | 02.24 WIB
Ilustrasi penganiayaan (9nong/Freepik)

 

JawaPos.com - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa korban penganiayaan berat di Bandung, YTR, 29, akan menjalani proses rekonstruksi wajah di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Korban kekerasan oleh Taufik Hidayat itu diketahui mengalami kerusakan pada bagian muka.

"Kita akan merawat sampai rekonstruksi, karena ini kan terjadi juga wajahnya harus direkonstruksi," ujar Budi kepada wartawan, Selasa (23/6).

Budi memastikan bahwa pihaknya akan memberikan pelayanan yang maksimal untuk pemulihan korban penganiayaan berat tersebut.

"Kita berjanji akan merawat sebaik mungkin yang bersangkutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin," tegasnya.

Di sisi lain, ia mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) untuk pemulihan ekonomi dan sosialnya.

"Saya pribadi dan sebagai Menteri Kesehatan merasa sangat sedih ya, harusnya hal-hal ini tidak terjadilah di Indonesia," tandasnya.

Sebelumnya, kasus ini bermula dari dugaan penganiayaan yang dialami seorang perempuan berinisial YTR, 29, warga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Korban diduga menjadi sasaran kekerasan yang dilakukan oleh kekasihnya, Taufik Hidayat, 30.

Peristiwa tersebut diduga terjadi di sebuah rumah indekos di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Selain mengalami penganiayaan, YTR yang sebelumnya bekerja di salah satu perusahaan makanan di kawasan Pasteur, Kota Bandung, juga diduga menjadi korban penyekapan.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban disebut telah disekap selama kurang lebih tiga tahun. Dugaan penyekapan dalam kurun waktu yang cukup lama itu pun menjadi sorotan publik dan memicu perhatian luas di media sosial.

Sementara itu, hingga saat ini Taufik Hidayat yang diduga sebagai pelaku masih berstatus daftar pencarian orang (DPO). Aparat kepolisian terus melakukan pencarian, sementara foto dan identitas terduga pelaku ramai disebarluaskan di berbagai platform media sosial guna membantu proses penangkapan.

EDITOR: Estu Suryowati