← Beranda
Michael Jackson dan Winnie Harlow Jadi Bukti Penyandang Vitiligo Bisa Berprestasi
Tazkia Royyan Hikmatiar• Senin, 22 Juni 2026 | 20.31 WIB
Model Winnie Harlow. (Self Magazine)

JawaPos.com - Sejumlah tokoh dunia telah membuktikan bahwa vitiligo tidak membatasi seseorang untuk berkarya dan mencapai kesuksesan. Hal itu mesti diikuti dengan lingkungan yang mendukung.

Sebut saja Michael Jackson dan model internasional Winnie Harlow, dua orang yang menyandang vitiligo namun tetap bersinar. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi-Imunologi Klinik Dr. dr. Sukamto Koesno, mengungkapkan,  kisah keduanya menunjukkan bahwa vitiligo bukan hambatan untuk meraih prestasi. Bahkan tetap produktif di bidang masing-masing.

Baca Juga: Hari Vitiligo Sedunia: Saatnya Ganti Prasangka Jadi Empati untuk Para Penyandang agar Tetap Produktif

Baca Juga: Mengenal Bercak Putih Karena Vitiligo, Penyakit Kulit Autoimun yang Ternyata Bisa Dihentikan Penyebarannya

"Tokoh seperti Michael Jackson, atau model internasional Winnie Harlow yang justru menjadikan vitiligo sebagai identitas membuktikan bahwa vitiligo tidak menghalangi seseorang untuk berprestasi," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (20/6).

dr. Sukamto memberi sejumlah tips agar para penyandang vitiligo tetap percaya diri dalam melakukan aktivitas. Langkah pertama adalah penyandang vitiligo mesti tetap percaya diri dengan memahami bahwa penyakit tersebut tidak membahayakan kesehatan secara umum.

"Pertama, pahami bahwa vitiligo tidak berbahaya bagi kesehatan dan tidak mengurangi usia maupun kemampuan. Ini kondisi kulit, bukan penyakit yang melemahkan tubuh," katanya.

Menurutnya, pemahaman yang benar dapat membantu pasien mengurangi rasa cemas dan meningkatkan penerimaan diri.

Dukungan Keluarga dan Komunitas Sangat Penting

Selain pemahaman yang tepat, dukungan dari lingkungan terdekat juga memiliki peran besar bagi kesehatan mental penyandang vitiligo. Ia mengatakan bahwa dukungan sosial dapat membantu pasien menghadapi stigma serta meningkatkan rasa percaya diri dalam aktivitas sehari-hari.

"Cari dukungan. Mulai dari keluarga, komunitas penyandang vitiligo, dan bila perlu pendampingan psikologis," ucap dr. Sukamto.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah