JawaPos.com – Penggunaan obat nyamuk di rumah untuk melindungi keluarga dari gigitan nyamuk ternyata perlu dilakukan dengan hati-hati, terutama jika ada bayi dan anak-anak. Hal itu termasuk obat nyamuk elektrik, semprot, maupun bakar.
Dokter Anak Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K), mengingatkan bahwa paparan obat nyamuk secara terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan saluran pernapasan anak bahkan orang dewasa.
Terkait penggunaan obat nyamuk semprot, Prof. Hartono menyarankan sebaiknya tidak dilakukan saat penghuni masih berada di dalam ruangan. Setelah penyemprotan, ruangan perlu dikosongkan terlebih dahulu sebelum digunakan kembali.
“Kalau kita semprot, itu kan ada residu di udara. Kita tidak boleh masuk terlebih dahulu. Kalau tidak, kita yang menghirup obat nyamuk tersebut. Itu berbahaya kalau secara terus-menerus, apalagi untuk bayi,” katanya kepada wartawan, Jumat (19/6).
Ia menjelaskan, penghuni rumah sebaiknya menunggu beberapa jam setelah penyemprotan sebelum kembali masuk ke ruangan. Namun, cara ini juga tidak sepenuhnya efektif karena masih ada nyamuk yang dapat bersembunyi di berbagai sudut rumah.
“Tidak semua mati kan? Kalau kita semprot ada yang sembunyi di belakang-belakang, lipatan-lipatan gantungan baju dan lain-lain yang tidak terkena,” paparnya
Selain itu, Prof. Hartono juga mengingatkan bahwa obat nyamuk elektrik bukan berarti lebih aman. Menurutnya, zat yang dihasilkan alat tersebut tetap berada di dalam ruangan dalam waktu lama dan berpotensi mengganggu saluran pernapasan.
Baca Juga: Targetkan Kemenangan di Grand Prix Ceko, Marc Marquez Ingin Ulangi Kesuksesan di Hungaria
“Kalau obat nyamuk elektrik, itu akan berada di dalam ruangan sepanjang hari. Itu yang akan merangsang saluran napas kita. Untuk anak yang alergi, tentu akan merangsang,” tuturnya.
Sementara itu, penggunaan obat nyamuk bakar dinilai memiliki risiko yang lebih besar karena menghasilkan asap yang dapat terhirup oleh penghuni rumah.
“Kalau bakar, apalagi,” kata Hartono sambil tertawa.
Sebagai langkah pencegahan yang lebih aman, Prof. Hartono menyarankan masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan menghilangkan tempat berkembang biaknya nyamuk. Caranya antara lain dengan menghindari tumpukan atau gantungan pakaian, terutama yang berwarna gelap, serta rutin membersihkan genangan air.
“Oleh karena itu hindari gantungan-gantungan baju, terutama yang warnanya hitam. Kemudian bersihkan genangan air, sehingga tampak rumah bersih dan tidak ada nyamuk. Itu yang paling penting,” pungkasnya.