← Beranda
Manfaat Terapi Stem Cell, Dari Peremajaan Wajah hingga Regenerasi Sendi
Nanda PrayogaJumat, 19 Juni 2026 | 05.07 WIB
Ilustrasi terapi stem cell. (Pinterest)

 

JawaPos.com - Terapi regeneratif berbasis stem cell atau sel punca kian berkembang sebagai salah satu inovasi medis yang menawarkan pendekatan baru dalam pemulihan kesehatan dan peremajaan tubuh.

Dengan kemampuan mendukung perbaikan jaringan yang rusak hingga merangsang regenerasi sel, teknologi ini kini dimanfaatkan dalam berbagai bidang, mulai dari estetika, bedah plastik, hingga ortopedi.

Stem cell sendiri merupakan sel dasar pembentuk tubuh yang memiliki kemampuan memperbarui diri dan berkembang menjadi berbagai jenis sel sesuai kebutuhan. Kemampuan tersebut memungkinkan tubuh melakukan proses perbaikan jaringan secara alami sekaligus membantu mengurangi peradangan.

Selain stem cell, terapi regeneratif juga memanfaatkan secretome, yaitu zat aktif yang dihasilkan stem cell yang mengandung berbagai growth factor untuk mendukung proses pemulihan dan regenerasi jaringan.

Baca Juga: BGN Buka Kemungkinan Siswa dari Desil Tinggi Berpotensi Tak Lagi Dapat MBG

Di bidang estetika dan bedah plastik, terapi berbasis stem cell dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari face rejuvenation, penanganan alopecia (kebotakan), hingga penyempurnaan kontur wajah (face contouring). Untuk kebutuhan rekonstruksi, terapi ini juga digunakan sebagai terapi adjuvan yang membantu penyembuhan jaringan pada kasus luka bakar dan luka kronis.

Dokter Bedah Plastik, dr. Tasya Anggrahita, menjelaskan, dibandingkan terapi skin booster lain seperti salmon DNA, terapi berbasis stem cell menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif.

“Ia bekerja dengan mendukung regenerasi jaringan dari dalam, memperbaiki kerusakan di tingkat sel, dan menghasilkan growth factor yang berperan dalam perbaikan dan peremajaan jaringan,” kata dr. Tasya di Jakarta, Kamis (18/6).

Sejatinya, pemanfaatan teknologi Stem cell kini semakin luas di Indonesia. Salah satunya melalui kehadiran Brawijaya Regenerative Stem Cell Center yang menyediakan layanan terapi regeneratif.

Sementara itu, di bidang ortopedi, stem cell dan turunannya membuka peluang pemulihan bagi berbagai cedera yang selama ini sulit ditangani tanpa pembedahan besar.

“Stem cell dan turunannya memiliki efek regenerasi dan menstimulasi pemulihan sel-sel tubuh yang sakit. Aplikasinya luas, mulai dari regenerasi tendon, tulang rawan sendi (misalnya pada lutut), ligamen, meniskus, rotator cuff, hingga diskus tulang belakang yang mengalami cedera maupun robek,” kata Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, dr. Auliya Akbar.

Baca Juga: Richard Lee Bicara Soal Status Mualaf Dirinya yang Menjadi Bahan Pergunjingan

Menurutnya, pemanfaatan stem cell di bidang ortopedi dan traumatologi juga telah memiliki standar pelayanan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI, sehingga dapat dilakukan secara aman, efektif, dan terukur bagi masyarakat.

Di sisi lain, Presiden Direktur Brawijaya Hospital Group, Devin Wirawan, menyebut layanan Regenerative Stem Cell Center di Brawijaya sendiri merupakan bagian dari upaya menghadirkan masa depan pengobatan berbasis teknologi regeneratif di Indonesia.

“Kami mengintegrasikan teknologi regeneratif tercanggih dengan satu misi, meningkatkan kualitas hidup pasien secara nyata melalui penyembuhan di tingkat seluler,” ujarnya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan