← Beranda
Mengenal Spina Bifida: Kelainan atau Cacat pada Saluran Saraf Tulang Belakang yang Kerap Tak Terdeteksi
Alberta Dionny NatanuelSelasa, 16 Juni 2026 | 22.57 WIB
Ilustrasi janin dengan spina bifida (Childrensmn.org)

JawaPos.com - Seseorang dapat terlahir dengan kondisi tertentu yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang mereka hingga dewasa. Salah satu kondisi yang sulit untuk ditangani adalah Spina Bifida. 

Dilansir dari Alodokter, spina bifida adalah kondisi cacat lahir yang terjadi karena adanya gangguan pada pembentukan tabung saraf selama bayi masih dalam kandungan. 

Sistem saraf berkembang dalam piringan sel di sepanjang tulang punggung embrio. Pada satu bulan pertama kehamilan, ujung-ujung piringan akan melengkung, menutup dan membentuk tabung saraf. 

Seiring waktu, tabung saraf ini berkembang menjadi otak dan sistem saraf tulang belakang. Tappi apabila proses ini terganggu, maka terjadi cacat pada tabung saraf. Spina bifida adalah jenis cacat tabung saraf yang paling umum terjadi. 

Baca Juga: Ilmuwan Ungkap Pentingnya Tidur Teratur bagi Otak, Salah Satunya Menekan Risiko Penyakit Neurodegeneratif

Macam-Macam

Dilansir dari Mayo Clinic, ada beberapa tipe spina bifida: 

Ilustrasi kondisi spina bifida (Cdc.gov)
Ilustrasi kondisi spina bifida (Cdc.gov)
1. Spina bifida occulta 

Occulta berarti tidak terlihat atau tersembunyi. Spina bifida tipe ini adalah tipe paling ringan dan umum. Spina bifida tipe ini terjadi karena adanya rongga hingga perpisahan kecil pada satu atau banyak tulang belakang.

Karena kondisi ini hanya dapat diketahui dengan X-ray, banyak orang tidak mengetahui bahwa mereka memiliki kondisi ini. 

2.  Myelomeningocele (Mielomeningokel)

Spina bifida ini adalah tipe paling serius, juga diketahui sebagai spina bifida terbuka. Saluran tulang belakang mereka terbuka di sepanjang ruas tulang belakang bawah atau tengah. 

Sebagian sumsum tulang belakang, termasuk selubung pelindungnya dan saraf tulang belakang, menekan melalui lubang ini dan membentuk kantung di punggung bayi. Akibatnya jaringan dan saraf terpapar. 

Hal ini membuat bayi rentan terhadap infeksi, hilangnya gerakan kaki, hingga gangguan kandung kemih dan usus. 

3.  Meningocele (Meningokel)

Tipe ini adalah spina bifida yang langka. Pada tipe ini kantong cairan serebrospinal menonjol melalui lubang tulang belakang. 

Tidak ada saraf yang terpengaruh dan sumsum tulang belakang tidak ada di dalam kantung tersebut. 

Walaupun begitu, bayi dengan kondisi ini akan mengalami beberapa masalah kecil, seperti gangguan kandung kemih dan usus. 

Gejala

Orang-orang dengan spina bifida akan mengalami gejala-gejala yang berbeda, tergantung dengan tipe kondisi mereka. 

Mereka dengan spina bifida occulta biasanya tidak menunjukkan gejala-gejala tertentu, karena saraf tulang belakang mereka masih dapat dikatakan baik-baik saja. Namun terkadang kita dapat melihatnya pada kulit bayi yang baru lahir. 

Pasien dengan Meningokel dapat mengalami gangguan pada kandung kemih dan fungsi perut mereka. 

Sedangkan pasien Mielomeningokel memiliki kondisi paling berbahaya karena jaringan sarafnya yang terekspos. Sama seperti sebelumnya, bayi dengan kondisi ini akan memiliki gangguan kandung kemih dan pencernaan. Selain itu, juga kelemahan pada kaki. 

Penyebab

Apa yang dapat menyebabkan kondisi ini masih belum diketahui dengan pasti. Saat ini masih diperkirakan sebagai kombinasi dari faktor genetik, nutrisi dan lingkungan. 

Salah satunya adalah orang tua dengan spina bifida, atau gangguan tabung saraf lainnya, hingga kekurangan asam folat (vitamin B9) pada saat kehamilan. 

Diagnosa

Dilansir dari CDC, bayi dengan kondisi spina bifida dapat dikenali sebelum dan sesudah lahir. Kecuali occulta, karena sulit untuk dilihat dengan mata telanjang. 

Pada masa kehamilan, ibu akan melakukan tes prenatal untuk memeriksa kondisi bayinya terhadap banyak gangguan atau cacat, salah satunya spina bifida. Salah satu tes untuk memeriksa spina bifida adalah AFP (alfa-fetoprotein). Bayi dengan AFP tinggi dapat memiliki spina bifida. 

Setelah lahir, bayi dengan spina bifida terkadang dapat memiliki satu area kulit berambut atau cekung di punggung mereka. 

Pencegahan 

Ibu yang mengandung dapat mengurangi resiko mengandung anak dengan spina bifida melalui konsumsi suplemen asam folat. 

Disarankan untuk mulai mengkonsumsi suplemen ini bahkan sebelum kehamilan terjadi hingga trimester pertama. 

Bagi ibu dengan spina bifida, atau sebelumnya mengandung anak dengan spina bifida, dapat direkomendasikan konsumsi suplemen asam folat yang lebih banyak sebelum hamil. 

Apabila ibu secara rutin mengkonsumsi obat anti kejang atau mengidap diabetes, disarankan untuk mengkonsumsi vitamin B berdosis lebih tinggi. 

Baca Juga: Mengenal Penyakit Lupus, Kondisi Autoimun yang Sulit Didiagnosis dan Gejalanya

EDITOR: Candra Mega Sari