← Beranda
11 Kebiasaan yang Merusak Otak dan Menurunkan Kesehatan Mental serta Fungsi Kognitif secara Psikologi
Mohammad Maulana IqbalKamis, 11 Juni 2026 | 14.06 WIB
Kebiasaan merusak otak dan kesehatan mental serta fungsi kognitif secara psikologi (Magnific/Stockking)

JawaPos.com - Banyak kebiasaan sehari-hari yang tampak tidak berbahaya ternyata secara psikologi memiliki dampak nyata pada kesehatan otak dan kesejahteraan mental seseorang.

Penelitian dari berbagai institusi termasuk Harvard Health membuktikan bahwa rutinitas buruk yang diulang terus-menerus bisa mempercepat penurunan fungsi kognitif.

Mengenali kebiasaan-kebiasaan yang secara diam-diam merusak otak adalah langkah pertama untuk membangun rutinitas yang lebih mendukung kesehatan mental jangka panjang.

Dilansir dari laman YourTango pada Kamis (11/6), berikut  sebelas kebiasaan harian yang menurut riset terbukti bisa merusak otak dan kesejahteraan mental jika terus dibiarkan tanpa perubahan.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Pagi yang Harus Dihentikan karena Merusak Otak Menurut Psikologi dan Neurosains

1. Berbicara negatif pada diri sendiri

Psikoterapis Amy Morin menjelaskan bahwa kritik diri yang tidak terkendali memicu stres berlebih di otak yang bisa berujung pada kecemasan dan depresi.

Mengganti komentar negatif tentang diri sendiri dengan afirmasi positif adalah langkah konkret pertama untuk memutus siklus berbahaya ini.

2. Terlalu sering berada di tempat gelap

Terlalu banyak waktu di tempat gelap menurunkan produksi serotonin, zat kimia otak yang mengatur suasana hati dan kesejahteraan emosional secara keseluruhan.

Studi dari Journal of Investigative Dermatology menemukan bahwa paparan sinar matahari membantu mengurangi risiko stroke, penyakit jantung, dan kenaikan berat badan.

3. Konsumsi kafein berlebihan

Dokter neurolog Nicole Clark menjelaskan bahwa mengonsumsi lebih dari dua cangkir kopi atau 400 mg kafein per hari dapat memicu kecemasan, insomnia, dan sakit kepala.

Kafein dalam jumlah moderat tidak sepenuhnya berbahaya, namun mengonsumsinya secara berlebihan terbukti berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol dan gangguan tidur.

Baca Juga: Kata Ahli Neurologi, 5 Kebiasaan Ini Perlahan Merusak Otak Anda

4. Langsung membuka ponsel saat bangun pagi

Mengecek media sosial dan email di pagi hari langsung membebani otak dengan informasi berlebih sebelum pikiran sempat sepenuhnya terbangun dan siap.

Kebiasaan ini terbukti mengurangi kreativitas, produktivitas, dan mengganggu siklus tidur secara signifikan jika dilakukan setiap pagi tanpa jeda.

5. Mendengarkan musik keras dengan headphone

Paparan suara keras yang terus-menerus melalui headphone membebani otak dengan input sensoris berlebih yang mengganggu kemampuan konsentrasi dan fokus.

Kebiasaan ini juga berisiko menyebabkan kerusakan permanen pada sel rambut di telinga yang berfungsi menghantarkan gelombang suara ke otak.

6. Terlalu banyak mengonsumsi berita buruk

Paparan berita negatif yang terus-menerus memicu respons stres kronis di otak dan mendorong pola pikir bencana yang mengasumsikan yang terburuk dari setiap situasi.

Menetapkan batas waktu harian untuk mengonsumsi berita adalah cara efektif untuk melindungi kesejahteraan emosional dari dampak negatif media yang berlebihan.

7. Tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit

Ahli dari American Chemical Society menemukan bahwa pola tidur yang buruk merusak area otak yang bertanggung jawab atas memori dan kemampuan belajar.

Neurosaintis Adrian Owen dari Western University menjelaskan bahwa tidur lebih dari sembilan jam setiap malam juga mengganggu siklus alami otak dan memperburuk konsentrasi.

8. Mengisolasi diri dari interaksi sosial

Studi dari Biopsychosocial Science and Medicine menemukan hubungan langsung antara isolasi sosial dan penurunan fungsi kognitif termasuk kemampuan mengingat dan berkomunikasi.

Bahkan interaksi sosial dalam dosis kecil sekalipun sudah cukup untuk mendukung kesehatan emosional dan menjaga bagian otak yang terkait koneksi tetap aktif.

9. Tidak menggerakkan tubuh sepanjang hari

Para ahli dari Mayo Clinic menegaskan bahwa bergerak secara teratur memperkuat fungsi kognitif otak, meningkatkan memori, dan membantu menyeimbangkan suasana hati.

Tidak perlu olahraga berat karena berjalan kaki lima menit atau peregangan di pagi hari sudah memberikan manfaat nyata bagi kesehatan otak.

10. Melewatkan sarapan

Melewatkan sarapan mengganggu kadar gula darah dan mengurangi energi yang tersedia untuk otak berfungsi secara optimal sepanjang hari.

Menurut Piedmont Healthcare, kebiasaan ini menyebabkan kelelahan, mudah tersinggung, berkurangnya fokus, dan stres yang berdampak pada hubungan serta kesehatan secara keseluruhan.

11. Tidak minum cukup air

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa dehidrasi memberikan tekanan pada saraf dan mengurangi aliran darah ke otak sehingga memicu sakit kepala serta kecemasan.

Yayasan Penemuan Obat Alzheimer juga mencatat bahwa kekurangan cairan secara konsisten berdampak negatif pada memori, konsentrasi, dan kemampuan fokus seseorang.

Baca Juga: Tanpa Disadari, 8 Kebiasaan Sehari-hari Ini Ternyata Merusak Otak Anda dari Dalam

EDITOR: Candra Mega Sari