JawaPos.com – Diabetes adalah kondisi kesehatan yang sering berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga tanda-tanda awalnya sangat mudah diabaikan oleh banyak orang.
Gula darah yang tidak terkontrol secara bertahap merusak berbagai sistem tubuh jauh sebelum diagnosis resmi dari dokter pernah dilakukan.
Mengenali gejala-gejala halus yang muncul lebih awal sangat penting agar langkah pencegahan bisa diambil sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.
Dilansir dari laman YourTango pada Rabu (10/6), berikut tujuh tanda diabetes yang menurut para dokter sering menjadi peringatan pertama namun kerap disalahartikan sebagai keluhan biasa.
1. Kelelahan yang tidak membaik meski sudah istirahat
Kelelahan akibat diabetes berbeda dari rasa lelah biasa karena tidak bisa hilang meskipun seseorang sudah beristirahat dengan cukup dan tidur nyenyak.
Dokter Romi Chopra menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi akibat kelebihan berat badan, perubahan kadar gula darah, atau tekanan emosional dari ketidakpastian kondisi kesehatan.
Tubuh yang tidak mampu menggunakan glukosa secara efisien membuat sel-sel kehabisan bahan bakar meskipun cukup makan dan beristirahat setiap harinya.
Jika kelelahan berlangsung terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, ini adalah sinyal penting yang sebaiknya segera dikonsultasikan kepada tenaga medis.
2. Rasa haus berlebihan dan sering buang air kecil
Produksi gula berlebih di dalam darah memaksa ginjal bekerja jauh lebih keras untuk menyerap dan menyaring kelebihan gula tersebut dari aliran darah.
Ketika ginjal tidak mampu menyerapnya, gula ikut terbuang bersama urin yang membawa cairan tubuh keluar sehingga tubuh menjadi dehidrasi dan terus merasa haus.
Siklus ini berjalan terus-menerus sehingga seseorang bisa mengalami frekuensi buang air kecil yang sangat tinggi bahkan di tengah malam sekalipun.
Rasa haus yang tidak pernah benar-benar terpuaskan meski sudah banyak minum adalah tanda yang sangat khas dari kadar gula darah yang tidak terkontrol.
Baca Juga: Ini Efek Konsumsi Makanan Ultra-Olahan Berlebihan, Membahayakan Jantung hingga Diabetes
3. Nafsu makan meningkat disertai penurunan berat badan
Peningkatan buang air kecil menyebabkan tubuh kehilangan banyak kalori sehingga tubuh terus-menerus mengirimkan sinyal lapar meski sudah makan dengan cukup.
Pada saat yang bersamaan, diabetes mencegah gula masuk ke dalam sel sehingga sel-sel tubuh tidak mendapatkan energi yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan baik.
Kombinasi antara hilangnya kalori dan sel yang kekurangan energi menciptakan rasa lapar yang intens bahkan ketika seseorang baru saja selesai makan.
Penurunan berat badan yang tidak disengaja meskipun nafsu makan meningkat adalah kombinasi yang sangat perlu diwaspadai dan segera diperiksa oleh dokter.
4. Penglihatan yang kabur atau berubah-ubah
Penumpukan gula dalam darah menarik cairan dari berbagai jaringan tubuh termasuk dari lensa mata yang sangat sensitif terhadap perubahan kadar cairan.
Perubahan kandungan cairan pada lensa mata inilah yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur atau berubah-ubah dari waktu ke waktu tanpa sebab yang jelas.
Jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan, pembuluh darah baru bisa berkembang di belakang mata dan merusak pembuluh yang sudah ada sebelumnya.
Dalam jangka panjang, kerusakan pembuluh darah di mata ini bisa berujung pada gangguan penglihatan permanen yang sangat memengaruhi kualitas hidup seseorang.
5. Garis horizontal pada kuku jari
Garis-garis horizontal pada permukaan kuku yang dikenal sebagai Beau's lines bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius dari sekadar trauma ringan.
Pelatih pribadi bersertifikat Caleb Backe memperingatkan bahwa garis-garis ini dalam beberapa kasus bisa menjadi indikasi penyakit serius termasuk pneumonia atau diabetes.
Meskipun tidak selalu mengindikasikan diabetes, kemunculan garis-garis ini yang tidak bisa dijelaskan oleh benturan atau trauma fisik patut mendapat perhatian lebih.
Memeriksakan kondisi kuku kepada dokter ketika garis-garis ini muncul tanpa sebab jelas adalah langkah bijak yang bisa membantu deteksi dini penyakit berbahaya.
6. Napas beraroma manis seperti buah
Napas yang berbau manis atau seperti buah-buahan di pagi hari bukan sekadar masalah kebersihan mulut yang bisa diatasi dengan sikat gigi biasa.
Backe menjelaskan bahwa aroma manis pada napas bisa menjadi indikasi gejala pradiabetes yang berkaitan dengan masalah inflamasi yang sedang terjadi dalam tubuh.
Kondisi ini terjadi ketika tubuh mulai membakar lemak sebagai sumber energi pengganti karena glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel secara normal.
Jika napas berbau manis ini berlangsung secara konsisten, terutama disertai gejala lain dari daftar ini, segera lakukan pemeriksaan kadar gula darah ke dokter.
7. Kesemutan, rasa terbakar, atau mati rasa di kaki
Sensasi kesemutan atau mati rasa yang terus-menerus di kaki bisa menjadi tanda bahwa kadar gula darah sudah cukup tinggi untuk merusak sistem saraf.
Backe menjelaskan bahwa diabetes menyebabkan kerusakan pada sistem peredaran darah dan sistem saraf yang sering kali dimulai dari bagian tubuh yang paling jauh seperti kaki.
Pradiabetes biasanya tidak menunjukkan gejala yang jelas sehingga sensasi aneh di kaki yang berlangsung lebih dari beberapa minggu harus segera ditangani.
Mengabaikan gejala ini bisa berarti membiarkan kerusakan saraf terus berkembang, padahal jika ditangani lebih awal kondisi ini masih sangat bisa dicegah dan dikendalikan.
Baca Juga: Cocok bagi Penderita Diabetes, Ini 10 Buah dengan Rendah Gula yang Bisa Dikonsumsi