JawaPos.com - Rambut rontok merupakan masalah yang umum dialami baik laki-laki maupun perempuan. Kondisi ini bisa dipicu berbagai faktor, mulai dari perubahan hormon, stres, pola makan yang kurang seimbang, hingga kondisi kulit kepala yang tidak sehat.
Meski sering menimbulkan kekhawatiran, rambut rontok sebenarnya tidak selalu menjadi tanda kerusakan permanen. Dalam banyak kasus, rambut memiliki kemampuan untuk tumbuh kembali melalui siklus alami yang berlangsung secara terus-menerus.
Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan rambut? Bagaimana cara mengetahui apakah rambut masih tumbuh dengan baik? Berikut beberapa hal yang perlu dipahami.
Baca Juga: Padukan Korean Heartleaf dan Kolagen, WYCE Bidik Pasar Beauty from Within Indonesia
1. Jaga Kesehatan Kulit Kepala
Kondisi kulit kepala berperan penting dalam pertumbuhan rambut. Kulit kepala yang sehat membantu folikel rambut bekerja secara optimal sehingga mampu menghasilkan rambut yang lebih kuat.
Menjaga kebersihan kulit kepala, memilih produk perawatan yang sesuai, serta menghindari penumpukan minyak dan kotoran menjadi langkah dasar yang tidak boleh diabaikan.
2. Kelola Stres dengan Baik
Stres berkepanjangan diketahui dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut. Pada beberapa orang, tekanan emosional bahkan dapat memicu kerontokan yang lebih banyak dari biasanya.
Karena itu, menjaga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan waktu istirahat menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan rambut. Aktivitas seperti olahraga, meditasi, atau menjalani hobi dapat membantu mengurangi tingkat stres sehari-hari.
3. Perhatikan Asupan Nutrisi
Rambut membutuhkan berbagai nutrisi untuk tumbuh dengan baik, termasuk protein, vitamin, dan mineral.
Pola makan yang seimbang dengan konsumsi sayuran, buah-buahan, protein, dan cukup air dapat membantu mendukung proses regenerasi rambut secara alami.
4. Jangan Hanya Fokus pada Rambut yang Rontok
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah terlalu fokus pada jumlah rambut yang rontok setiap hari. Padahal, rambut manusia memiliki siklus pertumbuhan alami yang membuat rambut lama akan digantikan oleh rambut baru.
Karena itu, selain memperhatikan kerontokan, penting juga untuk melihat tanda-tanda pertumbuhan rambut yang sedang berlangsung.
5. Kenali Kemunculan Baby Hair
Munculnya baby hair atau rambut-rambut baru berukuran pendek sering menjadi indikator bahwa folikel rambut masih aktif memproduksi rambut baru. Baby hair biasanya tumbuh di sekitar garis rambut atau area tertentu di kulit kepala. Meski kerap dianggap sepele, kemunculannya menunjukkan bahwa proses regenerasi rambut masih berjalan.
Pada dasarnya, pertumbuhan rambut merupakan proses yang membutuhkan waktu. Sama seperti perubahan dalam kehidupan sehari-hari, hasilnya sering kali tidak terlihat secara instan.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Pagi yang Harus Dihentikan karena Merusak Otak Menurut Psikologi dan Neurosains
Pesan inilah yang belakangan juga diangkat dalam kampanye Flip the Focus yang diperkenalkan Dove Hairfall Control. Program tersebut mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan tanda-tanda pertumbuhan, termasuk kemunculan baby hair, daripada hanya berfokus pada kerontokan.
Shakina Dharma, Demand Generation Lead for Premium Hair & Innovation Unilever Indonesia, mengatakan bahwa setiap proses pertumbuhan layak untuk diapresiasi. Melalui gerakan Flip the Focus, pihaknya ingin mengubah rasa khawatir menjadi optimisme dengan membantu masyarakat melihat progres nyata yang sering kali terlewat.
"Kami percaya bahwa setiap proses sekecil apa pun layak untuk dirayakan. Kemunculan baby hair menjadi bukti nyata bahwa di balik setiap tantangan, selalu ada proses yang tetap bertumbuh," kata Shakina Dharma.
Baca Juga: 4 Tanda Depresi Tersembunyi yang Tidak Terasa Seperti Sedang Mengalami Menurut Psikologi