JawaPos.com - Kesehatan pencernaan sangat penting agar nutrisi makanan dapat diserap tubuh. Kondisi pencernaan yang optimal juga memengaruhi nafsu makan dan kualitas tidur anak.
Sejumlah penelitian internasional menunjukkan gangguan pencernaan fungsional masih sering terjadi pada anak usia dini. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami tanda dan cara menjaga kesehatan pencernaan anak.
Dokter Spesialis Anak, dr. Miza Afrizal Azwir, menjelaskan perilaku anak sehari-hari erat kaitannya dengan pencernaan. Pola ini sering menjadi petunjuk kondisi sistem pencernaan anak.
“Dalam praktik saya, tanda-tanda seperti anak yang lebih rewel, nempel terus, kurang nafsu makan, atau tidur yang tidak nyenyak bisa berkaitan dengan pencernaannya yang tidak nyaman dan kurang optimal. Menjaga pencernaan sehat anak setiap hari menjadi penting agar gizi yang dikonsumsi dapat terserap dengan optimal untuk mendukung tumbuh kembangnya,” ujar dr. Miza dalam sesi edukasi Lactogrow “Digestion Expert Lab” di Jakarta, Jumat (6/6).
Baca Juga: Picu Masalah Pencernaan, 5 Makanan Ini Sebaiknya Dihindari saat Minum Kopi
Menurut dr. Miza, menjaga kesehatan pencernaan bisa dilakukan lewat pola makan beragam dan seimbang. Ia juga menganjurkan asupan yang mengandung probiotik untuk mendukung pencernaan anak.
Namun, manfaat probiotik berbeda tergantung strain yang digunakan. Oleh sebab itu, penting memilih probiotik yang didukung penelitian ilmiah kuat.
“Salah satu jenis yang paling banyak diteliti secara klinis untuk pencernaan anak adalah L. reuteri, yang telah diteliti dalam lebih dari 290 publikasi klinis melibatkan sekitar 25.000 individu dari berbagai kelompok usia. Berbagai penelitian ini menunjukkan bahwa L. reuteri terbukti klinis dapat bekerja di seluruh saluran pencernaan, membantu menjaga keseimbangan mikrobiota dan mendukung kenyamanan pencernaan untuk penyerapan gizi yang optimal,” tambah dr. Miza.
Digestion Expert Lab adalah sarana edukasi interaktif bagi keluarga untuk mengenal pentingnya kesehatan pencernaan anak. Kegiatan berlangsung di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, pada 5–7 Juni 2026.
Kemudian event ini akan berlanjut ke Transmart Makassar pada 26–28 Juni 2026 untuk memperluas edukasi tentang pencernaan anak.
Baca Juga: Bisa Ganggu Pencernaan, Jangan Konsumsi Semangka dengan Makanan Ini
Berbagai aktivitas di acara ini menggabungkan teknologi interaktif, zona edukatif, dan sesi berbagi pengetahuan bersama dokter spesialis anak. Orang tua dan anak diajak mengenal peran sistem pencernaan sehat dalam tumbuh kembang.
Category Marketing Manager PT Nestlé Indonesia, Vera Gozali, mengatakan edukasi ini bagian dari upaya perusahaan memperluas pemahaman pentingnya kesehatan pencernaan anak kepada orang tua.
“Kami menghadirkan edukasi pencernaan yang interaktif, mudah dipahami, dan dekat dengan keseharian,” ujar Vera.
Vera menegaskan orang tua kini lebih selektif dalam memilih nutrisi anak. Hal ini menjadi dorongan bagi perusahaan untuk menghadirkan susu yang cocok sebagai bagian pola makan bergizi seimbang.
“Orang tua saat ini semakin teliti dan kritis dalam memilih asupan gizi untuk anak mereka, dan itu hal yang positif,” tambah Vera.
Selain edukasi, diperkenalkan fitur digital Digestion Poop Check. Fitur ini membantu orang tua memantau kondisi pencernaan anak lewat karakteristik feses secara praktis.
Penyanyi sekaligus ibu muda, Anggi Marito, membagikan pengalamannya memperhatikan kesehatan pencernaan buah hati yang hampir berusia dua tahun. Ia menekankan pentingnya pencernaan sehat untuk tumbuh kembang anak.
“Sebagai ibu, saya belajar bahwa pencernaan sehat itu penting banget untuk tumbuh kembang anak. Dulu saya pikir anak rewel atau kurang nafsu makan itu hal biasa, tapi ternyata itu bisa berkaitan dengan pencernaan,” jelas Anggi.