← Beranda
Kenali TB dari Warna Dahak Saat Batuk, Cek Sekarang!
Tazkia Royyan HikmatiarSabtu, 23 Mei 2026 | 02.51 WIB
Cara untuk mengatasi batuk berdahak di rumah secara alami.

JawaPos.com – Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap warna dahak saat batuk. Sebab, perubahan warna dahak bisa menjadi tanda adanya infeksi hingga gejala tuberkulosis (TB).

Kewaspadaan terhadap TB perlu ditingkatkan karena Indonesia termasuk negara paling banyak kedua dengas kasus tersebut di dunia. Menkes menjelaskan bahwa warna dan tekstur dahak dapat membantu mengenali kondisi kesehatan seseorang, termasuk mendeteksi kemungkinan TB sejak dini.

Dahak Bening Bisa karena Alergi

Budi menjelaskan, dahak yang bening dan cair umumnya bukan tanda infeksi serius. Kondisi tersebut bisa terjadi akibat air liur biasa atau reaksi alergi.

“Kalau itu bening dan cair seperti ini, ya mungkin itu ludah atau sedang alergi,” katanya dalam video yang diunggah di Instagram, dikutip Jumat (22/5).

Meski demikian, masyarakat tetap diminta memantau kondisi batuk, terutama jika berlangsung lama atau disertai gejala lain.

Dahak Kuning atau Hijau Tanda Infeksi

Sementara itu, dahak berwarna kuning hingga kehijauan dan bertekstur kental disebut dapat menjadi tanda adanya infeksi pada saluran pernapasan.

Menurut Menkes, dahak jenis ini biasanya memiliki bau khas yang menandakan adanya kuman atau bakteri.

“Kalau warnanya seperti ini, agak kuning atau kehijau-hijauan, dan baunya khas, kental, itu artinya ada infeksi,” tutur Budi.

Dahak Berdarah Perlu Diwaspadai

Menkes menegaskan, kondisi paling berbahaya adalah ketika dahak sudah bercampur darah. Gejala tersebut dapat menjadi indikasi seseorang terkena TB dan harus segera diperiksa.

“Yang paling bahaya, adalah kalau udah ada darahnya seperti ini. Ini kemungkinan Anda terkena TB,” kata Budi.

Ia meminta masyarakat segera datang ke Puskesmas apabila mengalami batuk dengan dahak tidak normal, terutama yang disertai darah.

“Kalau batuknya sudah seperti ini (kuning) atau seperti ini (merah darah), segera datang ke Puskesmas,” lanjutnya.

Jangan Buang Dahak Sembarangan

Selain mengenali gejala TB, Menkes juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan tidak membuang dahak sembarangan di jalanan.

Menurutnya, kuman TB bisa menular ke orang lain apabila dahak dibuang sembarangan dan terpapar lingkungan.

“Jangan buang dahak sembarangan di pinggir jalan, tapi selalu di tempat sampah,” tegasnya.

Ia menambahkan, kuman TB diketahui hanya bisa mati karena paparan sinar matahari langsung.

“Ingat ya, kuman TB hanya mati karena sinar matahari langsung. Jadi, jangan buang sembarangan, bisa nular ke mana-mana,” pungkasnya.

 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra