JawaPos.com - Tahukah kamu, lemak trans dibuat dengan menambahkan hidrogen ke minyak nabati cair atau hidrogenasi, yang memadatkan lemak, dimana jika berlebihan dapat menyebabkan serangan jantung.
Dilansir dari Health Shots, Minggu (17/5), metode ini menghasilkan lemak trans, yang membantu memperpanjang umur simpan dan stabilitas makanan.
Namun, ternyata, makanan yang kaya lemak trans dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, sehingga penting untuk mengurangi asupannya, berikut cara mengurangi asupannya
1. Pilih minyak sehat
Pilihlah minyak yang kaya akan lemak tak jenuh, seperti minyak zaitun, minyak canola, atau minyak bunga matahari, untuk memasak.
Minyak-minyak ini, yang kaya akan lemak tak jenuh tunggal dan ganda, menyediakan asam lemak vital yang mengurangi peradangan dan meningkatkan fungsi otak
Antioksidan yang terkandung dalam minyak sehat membantu melindungi sel dari komponen berbahaya.
2. Baca label makanan
Lemak trans seringkali tercantum di bagian total lemak, cobalah mencari istilah seperti minyak terhidrogenasi sebagian, karena ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi lemak trans.
3. Batasi konsumsi makanan olahan
Kurangi konsumsi makanan olahan dan kemasan, karena seringkali mengandung lemak trans tersembunyi.
Ini termasuk margarin, makanan beku, dan camilan kemasan, jika memungkinkan, pilihlah makanan utuh dan tidak olahan.
Karena seringkali memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dan cenderung tidak mengandung lemak trans tersembunyi.
Lemak trans dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, termasuk peningkatan risiko penyakit jantung, peningkatan kadar kolesterol LDL (jahat), dan peradangan, maka hal itu harus dihindari