← Beranda
Makanan dan Minuman yang Perlu Dihindari agar Tak Hipertensi di Usia Muda, Kopi Susu Viral Termasuk
Tazkia Royyan HikmatiarRabu, 20 Mei 2026 | 05.17 WIB
Ilustrasi hipertensi. boldsky

 

JawaPos.com – Menjaga konsumsi makanan dan minuman adalah salah satu faktor penting agar tak hipertensi di usia muda. Kasus hipertensi kini tak lagi identik dengan usia lanjut. Gaya hidup tidak sehat, konsumsi makanan tinggi garam, hingga minuman manis kekinian membuat tekanan darah tinggi mulai banyak ditemukan pada usia muda.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD-KAI mengatakan, salah satu langkah paling penting untuk mencegah hipertensi adalah membatasi konsumsi garam harian.

Menurutnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan konsumsi garam kurang dari lima gram per hari atau sekitar satu sendok teh, termasuk garam yang terkandung dalam masakan maupun makanan kemasan.

Baca Juga: Bingung Hasil Cek Tekanan Darah Berubah? Ini Penjelasan Dokter Jelasnya

“Masalahnya, orang Indonesia rata-rata konsumsi garam jauh lebih tinggi dari ini, sering dua sampai tiga kali lipat,” ujar dr. Sukamto saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (19/5).

Makanan Olahan dan Cepat Saji Perlu Dibatasi

dr. Sukamto menjelaskan bahwa makanan olahan dan kemasan menjadi salah satu sumber garam tertinggi yang sering dikonsumsi masyarakat tanpa disadari. Hal ini membuat hipertensi terjadi.

Beberapa jenis makanan yang perlu dibatasi antara lain mi instan, sosis, nugget, kornet, ikan asin, hingga dendeng. Selain itu, makanan dengan pengawet garam tinggi seperti acar, kecap asin, dan terasi juga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan.

Tak hanya itu, camilan asin seperti keripik dan kacang asin serta makanan cepat saji seperti burger, pizza, dan ayam goreng franchise juga dapat meningkatkan risiko hipertensi bila dikonsumsi terlalu sering.

“Yang perlu dihindari atau dibatasi ketat adalah makanan olahan dan kemasan,” kata dr. Sukamto.

Kopi Susu Kekinian dan Minuman Manis Jadi Sorotan

Selain garam, dr. Sukamto juga mengingatkan masyarakat, terutama anak muda untuk membatasi konsumsi gula tambahan dan minuman manis yang kini populer di kalangan anak muda.

Minuman seperti soda, teh kemasan, hingga kopi susu kekinian disebut berpotensi meningkatkan risiko hipertensi apabila dikonsumsi berlebihan dengan gula secara terus-menerus.

Menurutnya, kandungan gula tinggi dan kafein berlebihan dapat memengaruhi tekanan darah serta kesehatan pembuluh darah dalam jangka panjang.

“Kurangi gula tambahan dan minuman manis, termasuk soda, teh kemasan, dan kopi susu kekinian yang sekarang sangat populer di kalangan anak muda,” jelasnya.

Gorengan hingga Lemak Trans Juga Berbahaya

Di sisi lain, Ketua Satuan Tugas Imunisasi Dewasa dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) itu turut menyoroti konsumsi lemak jenuh dan lemak trans yang berlebihan.

Baca Juga: Purbaya Sebut Anggaran Program MBG Dipangkas Rp 67 Triliun, sesuai Instruksi Presiden

Makanan seperti gorengan, jeroan, kulit ayam, santan kental, hingga mentega dapat memicu penyumbatan pembuluh darah yang akhirnya meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk membatasi kafein berlebihan dan menghindari konsumsi alkohol.

Pola Makan DASH Dianjurkan untuk Cegah Hipertensi

Sebagai gantinya, dr. Sukamto menganjurkan masyarakat menerapkan pola makan DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension yang terbukti efektif membantu menurunkan tekanan darah.

Pola makan ini menekankan konsumsi sayur dan buah, biji-bijian utuh, ikan, ayam tanpa kulit, kacang-kacangan, serta produk susu rendah lemak.

“Pola makan ini sudah banyak diteliti dan terbukti bisa menurunkan tekanan darah setara dengan satu jenis obat antihipertensi. Jadi makanan adalah obat, dalam arti yang sebenarnya,” pungkasnya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan