← Beranda
Jantung Tiba-Tiba Berdebar karena Cemas? Coba 6 Kebiasaan Ini agar Tubuh Kembali Stabil dan Tenang
Vindi Rayinda AyudyaSenin, 18 Mei 2026 | 22.04 WIB
Ilustrasi orang yang sedang cemas. (Magnific)

JawaPos.Com - Perasaan cemas sering datang tanpa peringatan. Pikiran terasa penuh, napas mulai tidak nyaman, lalu jantung mendadak berdetak lebih cepat dari biasanya. 

Kondisi seperti ini sering membuat banyak orang panik karena tubuh terasa tidak stabil dan sulit dikendalikan.

Saat kecemasan muncul, tubuh memang akan merespons secara otomatis. 

Sistem saraf bekerja lebih aktif sehingga detak jantung meningkat, otot menegang, dan pikiran menjadi lebih sensitif terhadap berbagai hal di sekitar.

Masalahnya, banyak orang justru semakin takut ketika merasakan jantung berdebar. 

Kepanikan tersebut akhirnya membuat tubuh semakin sulit tenang dan rasa cemas terus membesar.

Padahal dalam banyak situasi, tubuh sebenarnya hanya membutuhkan waktu dan kebiasaan yang tepat agar sistem saraf kembali stabil. 

Kebiasaan kecil yang dilakukan secara perlahan dapat membantu tubuh merasa lebih aman dan rileks saat kecemasan datang.

Dilansir dari Yourtango, inilah enam kebiasaan sederhana yang bisa membantu menenangkan tubuh ketika jantung tiba-tiba berdebar karena cemas.

1. Mengatur Napas Secara Perlahan agar Tubuh Tidak Semakin Panik

Saat rasa cemas muncul, napas biasanya menjadi lebih cepat dan pendek tanpa disadari.

Kondisi ini membuat tubuh merasa seperti sedang berada dalam situasi darurat sehingga jantung berdetak semakin kuat.

Karena itu, salah satu cara paling sederhana untuk membantu tubuh kembali tenang adalah mengatur napas secara perlahan.

Tarik napas dalam beberapa detik, tahan sebentar, lalu hembuskan secara perlahan.

Kebiasaan ini membantu sistem saraf menerima sinyal bahwa tubuh sebenarnya aman dan tidak sedang menghadapi ancaman berbahaya.

Semakin napas terasa stabil, detak jantung biasanya perlahan ikut lebih tenang.

2. Mengurangi Konsumsi Kafein yang Membuat Tubuh Lebih Sensitif

Banyak orang tidak menyadari bahwa kopi, teh, atau minuman berkafein dapat membuat tubuh lebih mudah gelisah.

Kafein merangsang sistem saraf sehingga detak jantung terasa lebih cepat dan tubuh lebih sensitif terhadap rasa cemas.

Ketika pikiran sedang tidak stabil, efek tersebut sering terasa jauh lebih kuat dibanding biasanya.

Karena itu, orang yang sering mengalami jantung berdebar akibat kecemasan biasanya mulai membatasi konsumsi kafein, terutama saat malam hari atau ketika tubuh sedang lelah.

Tubuh yang lebih tenang biasanya lebih mudah mengendalikan respons cemas secara alami.

3. Membiasakan Tubuh Bergerak agar Ketegangan Tidak Menumpuk

Kecemasan sering membuat tubuh menyimpan banyak ketegangan tanpa disadari.

Bahu terasa kaku, dada terasa sempit, dan tubuh menjadi tidak nyaman meskipun hanya duduk diam.

Aktivitas fisik ringan dapat membantu tubuh melepaskan tekanan tersebut secara perlahan.

Berjalan santai, peregangan ringan, atau olahraga sederhana membantu tubuh mengeluarkan energi stres yang menumpuk.

Selain membuat tubuh lebih rileks, aktivitas fisik juga membantu pikiran terasa lebih ringan dan tidak terus terjebak dalam rasa takut.

Orang yang rutin bergerak biasanya lebih mudah menenangkan tubuh saat kecemasan datang tiba-tiba.

4. Mengurangi Kebiasaan Memikirkan Hal Buruk Berulang Kali

Saat cemas, pikiran sering terus membayangkan kemungkinan buruk yang sebenarnya belum tentu terjadi.

Semakin pikiran fokus pada ketakutan, tubuh akan semakin merasa terancam dan jantung terus berdetak lebih cepat.

Karena itu, penting mencoba mengalihkan perhatian dari pikiran yang terlalu berlebihan.

Sebagian orang memilih mendengarkan musik tenang, berbicara dengan orang terpercaya, atau melakukan aktivitas sederhana agar pikiran tidak terus berputar pada rasa takut.

Meskipun tidak langsung menghilangkan kecemasan, kebiasaan ini membantu tubuh perlahan keluar dari kondisi tegang yang berlebihan.

5. Tidur yang Cukup agar Sistem Saraf Tidak Mudah Kelelahan

Kurang tidur membuat tubuh jauh lebih sensitif terhadap stres dan kecemasan.

Saat tubuh lelah, otak menjadi lebih sulit mengatur emosi sehingga rasa cemas mudah muncul bahkan karena hal kecil.

Akibatnya, jantung lebih mudah berdebar dan tubuh terasa tidak stabil.

Orang yang kualitas tidurnya buruk biasanya lebih sering mengalami kecemasan dibanding mereka yang memiliki waktu istirahat cukup.

Karena itu, menjaga pola tidur tetap teratur sangat penting untuk membantu tubuh tetap tenang dan seimbang.

Tubuh yang cukup istirahat biasanya lebih kuat menghadapi tekanan emosional sehari-hari.

6. Belajar Menenangkan Diri Tanpa Langsung Takut Berlebihan

Banyak orang semakin panik ketika merasakan jantung berdebar.

Mereka langsung berpikir sesuatu yang buruk sedang terjadi sehingga tubuh menjadi makin tegang.

Padahal dalam banyak kondisi, rasa berdebar akibat cemas akan perlahan mereda ketika tubuh mulai merasa aman kembali.

Karena itu, penting membiasakan diri untuk tidak langsung bereaksi berlebihan terhadap sensasi tubuh.

Mencoba duduk tenang, menerima perasaan cemas tanpa melawannya terlalu keras, lalu membiarkan tubuh perlahan stabil sering membantu proses pemulihan berlangsung lebih cepat.

Semakin seseorang memahami kondisi tubuhnya sendiri, semakin mudah pula pikiran merasa tenang ketika kecemasan datang tiba-tiba.

Kecemasan memang bisa membuat tubuh terasa tidak nyaman, tetapi kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sering membantu sistem saraf menjadi lebih stabil. 

Saat tubuh mulai terbiasa merasa aman dan rileks, detak jantung biasanya juga perlahan kembali lebih tenang dan terkendali.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti