← Beranda
Kronologi Perjalanan WNA Domisili Jakarta yang Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus di MV Hondius
Tazkia Royyan HikmatiarSenin, 11 Mei 2026 | 22.34 WIB
MV Hondius tampak berlabuh di lepas Pelabuhan Praia, Cape Verde, di tengah penyelidikan wabah hantavirus (The Guardian)

JawaPos.com – Kementerian Kesehatan mengungkap kronologi perjalanan seorang warga negara asing (WNA) yang berdomisili di Jakarta dan sempat menjadi kontak erat pasien hantavirus di kapal pesiar MV Hondius. WNA tersebut kini sudah dinyatakan negatif hantavirus.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Andi Saguni mengatakan, WNA laki-laki berusia 60 tahun itu mulai melakukan perjalanan ke Argentina pada Maret 2026.

“Pada bulan Maret tanggal 18-30 melakukan perjalanan ke beberapa tempat di Argentina,” kata Andi dalam konferensi pers, Minggu (11/5).

Setelah itu, pada akhir April 2026, WNA tersebut tiba di Ushuaia, Argentina, yang menjadi titik awal keberangkatan kapal pesiar MV Hondius, lokasi menyebarnya hantavirus hingga menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Baca Juga: Kemendagri Sikapi 11 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK: Alarm Keras Bagi Kita Semua

“Kemudian kontak erat ini tiba di Ushuaia, Argentina, kota di mana kapal cruise Hondius tersebut memulai perjalanan,” tutur Andi.

Sempat Satu Hotel dengan Pasien Hantavirus

Dalam perjalanan tersebut, WNA itu diketahui turun dari kapal pada 24 April dan berada di Saint Helena. Di lokasi itu, Andi menyebut bahwa WNA itu sempat menginap di hotel yang sama dengan pasien hantavirus kedua yang kemudian meninggal dunia.

Baca Juga: Pembangunan Sumur Air Bersih Didorong untuk Perkuat Asta Cita Ketahanan Air

“Terdapat kontak di Saint Helena, satu penginapan, satu hotel dengan kasus dua,” kata Andi.

Tak hanya itu, WNA tersebut juga berada dalam penerbangan yang sama menuju Johannesburg, Afrika Selatan bersama pasien.

“Dalam perjalanan ke Saint Helena itu menggunakan pesawat yang sama. Ada dua row antaranya,” tuturnya.

Setelah tiba di Johannesburg, WNA tersebut melanjutkan perjalanan ke Zimbabwe pada 26-29 April sebelum akhirnya kembali ke Indonesia melalui Qatar.

“Kontak erat ini melakukan penerbangan ke Johannesburg, Afrika Selatan dan melanjutkan perjalanannya ke Zimbabwe pada tanggal 26-29 dan kembali ke Indonesia melalui Qatar,” ujarnya.

Menurut Andi, WNA tersebut tiba kembali di Indonesia pada 30 April 2026 dan diketahui bekerja sebagai karyawan swasta di perusahaan asing di Indonesia.

Baca Juga: Pakai Deodorant Kurang Efektif? Inilah 5 Cara Mengurangi Keringat Berlebih

Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Andi menjelaskan, pemerintah Indonesia menerima notifikasi resmi terkait kontak erat tersebut dari International Health Regulation National Focal Point Inggris pada 7 Mei 2026.

“Tanggal 8 Mei dilakukan penyelidikan epidemiologi dengan kontak erat tersebut dan kami menghimbau untuk karantina dan edukasi pencegahan penularan via telepon,” katanya.

Kementerian Kesehatan kemudian berkoordinasi dengan WHO, RSPI Sulianti Saroso, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta, dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Baca Juga: Dinkes DKI Jakarta Pastikan Kasus Hantavirus Jakarta Bukan Klaster Kapal Pesiar MV Hondius

Pada 9 Mei 2026, petugas menjemput WNA tersebut untuk menjalani pemeriksaan dan pemantauan di RSPI Sulianti Saroso.

“Kemudian pengambilan spesimen dan pemeriksaan spesimen disampaikan ke BBLK Lab Biokes Jakarta dan hasil negatif hantavirus,” ujar Andi.

Ia memastikan hingga saat ini pasien masih menjalani pemantauan dan karantina di rumah sakit meskipun hasil pemeriksaan PCR menunjukkan negatif hantavirus.

EDITOR: Bintang Pradewo